Nurfirmanwansyah*:
Ramadhan Tazkirah Bagi Para Caleg
Mesjid
â€Ramadhan adalah bulan mulia yang diturunkan Allah SWT khusus untuk umat muslim dengan tujuan agar menjadi umat yang bertakwa†(Al Baqarah: 183).Ramadhan juga merupakan bulan terbaik di antara 12 bulan yang ada. Bahkan secara khusus dalam surat Al Qadr Allah SWT menyebutkan, Ramadhan lebih baik dari seribu bulan. Di dalamnya ibadah sunat dinilai sebagai ibadah fardhu.
Sementara ibadah fardhu, dilipatgandakan kebaikkannya di sisi Allah SWT.Kewjiban melaksanakan shaumu Ramadhan adalah untuk melatih diri kita meningkatkan ibadah dan taqarrbu ilallah, serta menahan (imsyak) dari segala yang membatalkan.
Siang hari dilarang untuk memakan makanan dan melakukan pekerjaan yang merusak puasa, walaupun semua itu merupakan sesuatu yang halal bagi. Malam hari disyariatkan untuk meningkatkan ibadah, tilawah Al Qur’an, qiyamullail, tarawih dan lainnya. Sehingga tidak salah apabila kita mengatakan bahwa Ramadhan adalah syahrut tarbiyah (bulan latihan/pendidikan)
Ada yang menarik dari Ramadhan tahun ini, dilihat dari perspektif kehidupan pemerintahan atau politik Indonesia. Bulan puasa 1429 H dilakukan oleh umat muslim di Indonesia adalah dalam masa kampanye menjelang Pemilu 9 April 2009.
Artinya ini adalah momentum yang seharusnya bisa memanfaatkan semua lapisan masyarakat untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT (fastabiqul khairaat), sembari berdoa kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk. Hingga, bangsa ini keluar dari segala keterpurukan yang ada dan mendapatkan wakil rakyat yang betul-betul memperjuangkan nasib bangsa ini, menuju masyarakat yang sejahtera dan madani di bawah lindungan-Nya.
Lebih dari pada itu, bulan ini merupakan tazkirah (peringatan) kepada para calon anggota legislatif (caleg) periode 2009-2014. Apakah sudah betul-betul siap mengemban amanah ini? Atau, apa sebenarnya yang dicari menjadi anggota legislatif nantinya? Pertanyaan di atas sebenarnya dapat dijawab apabila dalam Ramadhan ini, kita betul-betul melaksanakan ibadah dengan penuh kekhusyu’an, dan keikhlasan.
Paling tidak ada dua hal yang mesti menjadi perhatian kita, pertama, tentunya hari ini kita semua merasakan bagaimana tidak enaknya lapar dan dahaga. Artinya kita harus menggelorakan gerakan politik kemanusiaan dan daya sensitivitas sebagai pemimpin harus diasah pada bulan ini. Bahwa ternyata bangsa ini masih dihuni oleh anak bangsa yang masih lapar, hidup di pemukiman kumuh, tidak punya biaya sekolahm dan lainnya.
Para caleg harus siap bekerja penuh waktu untuk melayani dan mengayomi masyarakat, karena sesuai dengan pendapat Hasan al Banna bahwa kerja kita sebenarnya lebih banyak dari waktu yang tersedia. Kondisi masyarakat sekarang menuntut para wakilnya untuk lebih banyak memikirkan dan mencari solusi dari persoalan-persoalan yang ada.
Apalagi para caleg telah membuat pernyataan dan perjanjian untuk siap bekerja penuh waktu sebagai anggota legislatif sesuai dengan formulir BB5 yang sudah diserahkan ke KPUD. Kemudian juga telah disyari’atkan kepada yang memiliki kemampuan untuk segera membayarkan zakat dan menyisihkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada anak yatim, fakir miskin dan yang berhak lainnya. Hendaknya juga amal ibadah kita jangan dicampurbaurkan dengan politik, sehingga mengurangi nilai keilkhlasan dalam diri kita.
Kedua, kualitas kedekatan kita dengan Allah SWT. Bulan ini kita dibina untuk merasakan kehadiran Allah dalam setiap detik kehidupan kita. Walaupun laparnya sangat melilit perut, namun karena merasakan kehadiran Allah SWT, kita tidak akan memakan makanan yang ada.
Inilah sebuah ilustrasi yang mengisyaratkan kepada kita, apabila kita betul-betul merasakan kedekatan dengan Allah SWT, maka berbagai kasus amoral yang pernah menimpa anggota dewan selama ini, insya Allah tidak akan lagi. Dan sebagai caleg kita sudah menandatangani pernyataan untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha esa (formulir BB-1).
Harapan ke depan setelah terpilih nantinya, para caleg hari ini tidak menjadi bagian dari pembawa petaka terhadap bangsa ini. Karena fakta dan realitas kehidupan anggota dewan belakangan ini, telah memberi gambaran negatif yang sangat jelas.
Kasus korupsi, pelecehan seksual, selingkuh dan lain sebagainya adalah bagian dari disintegritas moral pembawa amanah rakyat, serta telah mencoreng nama anggota dewan terhormat sebagai pengemban amanat anak bangsa. Ramadhan ini harus bisa mengubah visi dan misi kita untuk menjadi anggota dewan agar benar-benar berjuang demi terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran bangsa ini.
*Penceramah adalah Wakil Bupati Solse,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar