Sabtu, 22 Agustus 2009

Manfaat dan target yang ingin dicapai di bulan Ramadahan.

Kajian Subuh 1 Ramadhan 1430 H di mesjid Darussalam Kota Wisata-Cibubur oleh Ust.Mirdas Eka Yora,Lc.MSi.
    Para sahabat dua bulan sebelum Ramadhan sudah sibuk berdo`a ,untuk mencapai dan menghadirkan pembaruan dan semangat/azimah untuk beribadah.
"Sesungguhnya Allah tidak memberikan rahmat kepada manusia kecuali kalau manusia itu sendiri membuat dosa". Dimulai dengan niat, niat itu adalah 1/3 dari amal.

Puasa juga tergantung niat dan keimanan kita, apa sekedar menjalankan kewajiban atau lebih dari itu untuk mencari yang lebih baik keRidhoan Allah SWT, maka

selesaikan Ramadhan dengan amal yang semakin baik sampai akhir Ramadhan, bukan malah sebaliknya di awal Ramadhan mesjid ramai tapi semakin berakhir semakin

sepi, ibadah semakin berkurang.
    Ramadhan adalah bulan latihan, melatih kesabaran. Rasulullah bersabda, "Ramadhan ni`mat bagi orang yang sabar". Bulan Ramadhan 1 bulan penuh sanggup

 menghilangkan hawa panas di dada.Kesabaran itu terdiri dari beberapa hal :
1. Sabar untuk menjadi hamba Allah yang tha`at. Udkhulu fi silmi kaaffah, sabar menerima Islam secara keseluruhan buka malah sesak dada dengan aturan Islam. Umar

bin Abdul Aziz mampu membersihkan negara Islam yang amburadul dengan penuh kesabaran dalam waktu hanya 23 bulan, dengan kesabaran yang tinggi tentunya. Dari

Arab, Baghdad dan Benua Afrika yang menjadi negara Islam sangat luas sekali waktu itu tapi beliau mampu untuk memotong seluruh korupsi. Beliau memualai dengan

menanyakan kepada istrinya, pilih Umar atau pilih harta, kalau harta silakan tinggalkan Umar, tapi Fatimah istrinya justru memilih suaminya daripada bergelimang harta.

hal yang pertama dilakukan Umar adalah menginfaqkan seluruh hartanya, begitu beliau memulai jabatannya. hal ini tidak disenangi oleh sebagian rakyatnya sehingg beliau

wafat diracun.
2. Sabar melatih jiwa supaya bersih, melakukan tazkiyatunnafs, bukan hal yang mudah, tapi dengan kesabaran bisa mencapai kebersihan jiwa yang prima.
3. Sabar dari musibah termasuk musibah dal kema`siatan. Ibnul Qayyim :"Dosa dapat menghasilkan kecanduan, apabila berbuat dosa akan ketagihan".Maka sabar bisa

mengobati kecanduan itu tahan diri untuk tidak berbuat dosa. Rasululullah bersabda :"Siapa yang tidak sanggup menahan syahwat menikahlah jika belum mampu maka

berpuasalah". Puasa adalah obat hati yang luar biasa.
    Luqmanulhakim berkata :"Ketika perut penuh maka hilanglah kemampuan berfikir yang bermanfaat, tidak bisa menjadi orang yang bijak ditambah dengan

pangkat yang berlebihan maka anggota tubuh berat untuk beribadah tapi ringan untuk yang lain misalnya mengejar dunia saja". Do`sahabat :"Allahu ya Rabbanan jadikan

dunia dalam genggaman tangan kami tapi jangan jadikan dunia menggenggam hati kami". Syetan suka menakut-nakuti manusia dengan ketakutan menjadi faqir sehingga

dunia dikejar dengan segala daya upaya. Kalau kita bandingkan dengan Abdurrahman bin Auf yang langsung menginfaqkan seluruh perdagangannya yaitu muatan 50

ekor unta, ketika Rasullah saw menanyakan itu dagangan siapa.
    Jika Allah SWT telah mencintai maka pendengaran hanya mendengar yang dicintai Allah, penglihatan juga yang dicintai Allah serta perbuata juga yang

dicintai Allah.. Mudah-mudahan dengan puasa semakin kuat tekad kita untuk menjadi hamba yang dicintai Allah SWT. amin. Wallahu `alam bissawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar