Andi Arief: Contoh Baik, Gubernur Tolak Bantuan Kemanusiaan Asing
JPNN - Padang EkspresStaf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief mengungkapkan, sejak terjadinya gempa dan tsunami Mentawai, tawaran bantuan kemanusiaan datang dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, Australia dan Singapura.
Namun, oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, kata Andi pula, tawaran bantuan itu ditolak karena pemerintah (setempat) masih mampu menanganinya. "Ini contoh baik saya kira. Pemerintah Daerah Sumbar masih mampu melakukan kepemimpinan politik," kata Andi Arief pada diskusi bertajuk "Bencana dan Duka Indonesia", di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu area yang terkena tsunami paling parah adalah Desa Pro Rugat di Pulau Pagai Selatan. Sebanyak 65 warganya dinyatakan tewas. Para penduduk desa bernaung di bawah terpal saat hujan datang, sembari bertutur bahwa sebagian warga lainnya memilih tetap bertahan di pebukitan karena terlalu takut untuk pulang.
Para pekerja kemanusiaan yang masuk ke pelosok Mentawai menemukan potongan karang raksasa dan bebatuan di lokasi yang dulunya rumah. Sedangkan mayat-mayat yang sudah dalam kondisi bengkak, berserakan di jalanan dan pantai.
Sementara, di sebuah Puskesmas di Pagai Utara, Sarifinus (35), membuai erat anaknya yang berumur 5 tahun, Dimas, karena mengerang kesakitan ketika paramedis merawat lengannya yang patah. Dimas ditemukan dalam keadaan hidup setelah air surut.
SUMBER : http://www.padang-today.com/?today=news&id=22474