Kajian Bina Ruhiyah, SIT Fajar Hidayah, Jum`at 13 Rabi`ul Awwal 1431 H/29 Januari 2010 oleh Prof. Dr Ahmad Satori Ismail Ketua IKADI.
Maimun bin Mahran, sekretaris Umar bin Abdul Aziz salah seorang tabiin yang usianya lebih tua dari Hasan Al Bisri. Suatu saat beliau merasa semakin kering hatinya dan jarang menangis, dan ketika mendengarkan bacaan Al-Qur`an tidak bergetar hatinya. Beliau merasakan cintanya pada Al-Qur`an berkurang. Akhirnya beliau berkata kepada anaknya Umar untuk diantarkan ke Hasan Al Bisri untuk meminta nasehat padanya, padahal beliau sudah tua renta. Bahkan ketika melewati selokan beliau sudah tidak kuat melompat, Umar telungkup hanya untuk sekedar menjembati ayah beliau. Subhanallah......dan itu hanya untuk melembutkan hati.
Sampai di rumah Hasan Al Bisri , dibukakan pintu oleh seorang anak perempuan berumur 6 tahun. Anak tersebut berkata kepada Maimun :"Kok setua ini masih hidup ya?" Maimun langsung menangis dan merenungkan dalam hatinya sudah setua ini tapi masih diberi kesempatan Hidup oleh Allah SWT. Tangis beliau kedengaran oleh Hasan Al Bisri dan menanyakan maksud Maimun untuk menemui dirinya. Maimun mengatakan maksudnya kepada Hasan Al Bisri untuk menutut ilmu. (Jadi seumur itu masih menuntut ilmu, keterlaluan sekali semur kita menghentikan untuk mengaji.......).
Hasan Al Bisri menyarahkan QS As Syuara ayat 205, 206 dan 207.
"Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka diberikan kenikmatan hidup bertahun-tahun, tapi kemudian datang azab yang dijanjikan Allah (mati). Ternyata kenikmatan itu tidak ada artinya dibandingkan siksaan itu".
Maimun langsung pingsan, setelah siuman beliau mendapatkan hatinya tersayat-sayat, karena ternyata nikmat di dunia ini tidak ada artinya dibandingkan dengan azab/siksa Allah SWT. Makanya kita harus mengokohkan tazkiyatunnafs dan jadikan menuntut ilmu syari`at sebagai prioritas utama.
Ilmu dalam pandangan Islam, adalah semua ilmu yang baik tapi tetap harus ada prioritas. Yang wajib dancepat harus didahulukan seperti tentang wudhu`, shalat dsb. Tapi seperti tentang ekonomi hanya wajib bagi ahlinya.
Hadits "Uthlubul `ilmi walau bis Shin", walaupun belum jelas asal usulnya tapi setidaknya maksudnya benar.Bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib, Kenapa harus China? Karena Chinalah yang bagus sekali jaringannya, jadi jaringan ini juga harus dipelajari oleh sebagian umat islam sampai tingkat sangat ahli.
Islam menyeru ummatnya untuk menuntut ilmu dan ayat pertama turun adalah "Iqra`" maka jika ilmu tidak diteruskan ke orang lain akan berdosa. Rasulullah menandaskan, bahwa di hari kiamat dipertanggungjawabkan ilmu yang diperoleh. Apakah dirawat perolehan ilmu itu. atau bukan. Jadi ilmu kita jangan sampai hilang setelah ilmunya tidak dipakai dan tidak ditambah serta dirawat karena kesibukan kerja misalnya.
Bangsa kita biasanya sudah terhenti menuntut ilmu setelah bekerja, itu memang taktik penjajah Belanda mempekerjakan para sarjana untuk tukang pos dsb sehingga tidak sempat belajar merawat ilmunya. Al Qur`an telah mengangkat derajat ulama karena ilmunya. Dalam Al Qur`an 805 kali kata-kata "ilmu". Ini sebagai bukti Al Qur`an menyoroti sekali masalah ilmu. Mari selalu menuntut ilmu, ikuti dirasah dan liqoat kita dengan sepenuh hati.Waalahu`alam bissawab.
Sabtu, 30 Januari 2010
Jumat, 29 Januari 2010
Astaghfirulah... Laptop jatuh krn tersentuh adik yg bercanda sama kakak, lcd pecah. Uni menggantinya d sbuah servis cntr mall ambasador. Alhmdllih jadi baik lagi tapi kok lambat ya?. Stlh 3 bln skt teknisi sekolah masuk lagi kmrn, laptop d servis lagi, beliau tanya, "kok ramnya 0,5 gb, kan 1 gb?", lah ibu kan g ngerti ttg soft ware.....kecurigaan jatuh k srvis cnter tsb. Maka hati-hati ya kalo servis, cari deh yg dipercayai ws
Selasa, 26 Januari 2010
Bung Tomo di mata cucunya.....
Idolaku
by : Ica
Tahun lalu tepatnya tanggal 10 november 2008 keluargaku pergi ke Surabaya untuk merayakan Hari Pahlawan Nasional. Kami diundang oleh wali kota Surabaya ke rumahnya. Di sana ada penggelaran bendera, dan ada juga paduan suara. o iyaa....Bapak Wali kota dan rekan-rekannya juga memberikan pidato. Setelah mendengarkannya, kami semua masuk ke dalam rumahnya untuk makan-makan.
Setelah acaranya selesai, kami diundang ke studio RRI, di sana aku melihat video masa lalu sa`at perang, juga mendengar suara kakekku, aku ketakutan sekali melihat videonya, karena aku tidak pernah mendengar suara kakekku sebelumnya, aku jadi nangis ....Rasanya malu! Mamaku aja nggak nangis, masa aku nangisss....
Setelah melihat videonya, omku bercerita tentang kakekku, katanya kehidupannya sangat miskin sampai membuat seragam sendiri . Dan disaat-saat mendekat dengan ajalnya kakaekku berkata, "Nak, dimakamkan di pemakaman rakyat saja ya". Karena kakaekku tidak mau membanggakan diri sendiri dan tidak mau dibeda-bedakan.
Setelah itu kami ziarah ke pemakamannya, ternyata benar, bukannya kami menyeberang ke tempat perkumpulan pemakaman pahlawan, tapi kami malah membelokkiri ke tempat pemakaman rakyat. maka dari itu aku tidak menyebut kakekku sebagai pahlawan saja tapi juga idolaku!. O ya satu lagi .....Jadilah pahlawan, setidak-tidaknya bagi dirimu sendiri!.
wassalam.
Tahun lalu tepatnya tanggal 10 november 2008 keluargaku pergi ke Surabaya untuk merayakan Hari Pahlawan Nasional. Kami diundang oleh wali kota Surabaya ke rumahnya. Di sana ada penggelaran bendera, dan ada juga paduan suara. o iyaa....Bapak Wali kota dan rekan-rekannya juga memberikan pidato. Setelah mendengarkannya, kami semua masuk ke dalam rumahnya untuk makan-makan.
Setelah acaranya selesai, kami diundang ke studio RRI, di sana aku melihat video masa lalu sa`at perang, juga mendengar suara kakekku, aku ketakutan sekali melihat videonya, karena aku tidak pernah mendengar suara kakekku sebelumnya, aku jadi nangis ....Rasanya malu! Mamaku aja nggak nangis, masa aku nangisss....
Setelah melihat videonya, omku bercerita tentang kakekku, katanya kehidupannya sangat miskin sampai membuat seragam sendiri . Dan disaat-saat mendekat dengan ajalnya kakaekku berkata, "Nak, dimakamkan di pemakaman rakyat saja ya". Karena kakaekku tidak mau membanggakan diri sendiri dan tidak mau dibeda-bedakan.
Setelah itu kami ziarah ke pemakamannya, ternyata benar, bukannya kami menyeberang ke tempat perkumpulan pemakaman pahlawan, tapi kami malah membelokkiri ke tempat pemakaman rakyat. maka dari itu aku tidak menyebut kakekku sebagai pahlawan saja tapi juga idolaku!. O ya satu lagi .....Jadilah pahlawan, setidak-tidaknya bagi dirimu sendiri!.
wassalam.
Rabu, 20 Januari 2010
alhamdulillahirabbil`alamin
kepada kakak ummi meningatkan prestasi akademik bukan segalanya, ada yang lebih penting lqnya jangan malas2an lagi, wujudkan syukur dengan lebih rajin lagi, insyaallah ya
Sabtu, 16 Januari 2010
Bung Tomo di mata cucunya.
Murid ummi si kembar Iyo (Arya Bakti) dan Ica (Arissa Purilawanti) adalah putra putri dari ibu Ratna Sulistami ( mudah-mudahan gak salah namanya.....
KAKEKKU
By : Iyo
By : Iyo
Aku sama sekali tidak tidak mengenal kakekku.......
Ia wafat sejak dulu zaman perang.
Waktu Bung Tomo kecil ia bekerja menjadi kacung tennis, demikian miskinnya, adiknya sakit dan tidak dapat pergi ke rumah sakit. Bung Tomo walaupun miskin tetap menabung dari hasil kerjanya.
Bung Tomo adalah orang yang sejak kecil berlatih Pramuka, karena itu ia orangnya sangat pemberani. Ia juga sangat gemar membaca buku. Pada sa`at ia besar ia mengarang banyak buku, lalu pada hasil buku-buku yang ia terbitkan,ia beli rumah yang besar di Malang Ijen (sa`at liburan saya menginap di situ........).
Bung Tomo mendidik anak-anaknya dengan cara yang tegas, anak-anaknya diajarkan menjadi orang yang jujur dan menghormati orang tua. Kalau anak-anaknya sedang diajaknya bertamu ke rumah orang, beliau selalu menyuruh anak-anaknya mengucapkan kata "salam" bila datangnya pada malam hari selain mengucapkan "Assalamu`alaikum", beliau juga menyuruh mengucapkan "Selamat Malam".
Selain itu beliau juga menyuruh puasa Syawal setelah puasa bulan Ramadhan.
Beliau juga sering keluar masuk penjara karena berani mengatakan yang sebenarnya, contohnya pada zaman Soeharto, beliau dipenjara karena mengkritik pemerintah yang korupt.
Beliau meninggal pada tahun 1981 di Mekkah, wafat karena kelelahan sa`at menunaikan Ibadah Haji di Padang Arafah. Atas bantuan Raja Arab Saudi sa`at itu jenazah beliau dapat dikebumikan di tanah kelahiranya di Surabaya. Beliau dikebumikan di tempat pemakaman rakyat biasa. Ini sesuai dengan wasiat beliau selagi hidup :"Jika kumati nanti, kuburkan aku di tengah-tengah rakyat yang sangat kucintai".
NB : tidak usah yang bagian perang .
Wassalam
Iyo
Kenapa bukan yang bagian perang Yo???...................
Gak apa, mungkin bagian Ica ya.....Ditunggu cerita Ica yaaaa.
Ia wafat sejak dulu zaman perang.
Waktu Bung Tomo kecil ia bekerja menjadi kacung tennis, demikian miskinnya, adiknya sakit dan tidak dapat pergi ke rumah sakit. Bung Tomo walaupun miskin tetap menabung dari hasil kerjanya.
Bung Tomo adalah orang yang sejak kecil berlatih Pramuka, karena itu ia orangnya sangat pemberani. Ia juga sangat gemar membaca buku. Pada sa`at ia besar ia mengarang banyak buku, lalu pada hasil buku-buku yang ia terbitkan,ia beli rumah yang besar di Malang Ijen (sa`at liburan saya menginap di situ........).
Bung Tomo mendidik anak-anaknya dengan cara yang tegas, anak-anaknya diajarkan menjadi orang yang jujur dan menghormati orang tua. Kalau anak-anaknya sedang diajaknya bertamu ke rumah orang, beliau selalu menyuruh anak-anaknya mengucapkan kata "salam" bila datangnya pada malam hari selain mengucapkan "Assalamu`alaikum", beliau juga menyuruh mengucapkan "Selamat Malam".
Selain itu beliau juga menyuruh puasa Syawal setelah puasa bulan Ramadhan.
Beliau juga sering keluar masuk penjara karena berani mengatakan yang sebenarnya, contohnya pada zaman Soeharto, beliau dipenjara karena mengkritik pemerintah yang korupt.
Beliau meninggal pada tahun 1981 di Mekkah, wafat karena kelelahan sa`at menunaikan Ibadah Haji di Padang Arafah. Atas bantuan Raja Arab Saudi sa`at itu jenazah beliau dapat dikebumikan di tanah kelahiranya di Surabaya. Beliau dikebumikan di tempat pemakaman rakyat biasa. Ini sesuai dengan wasiat beliau selagi hidup :"Jika kumati nanti, kuburkan aku di tengah-tengah rakyat yang sangat kucintai".
NB : tidak usah yang bagian perang .
Wassalam
Iyo
Kenapa bukan yang bagian perang Yo???...................
Gak apa, mungkin bagian Ica ya.....Ditunggu cerita Ica yaaaa.
Sabtu, 09 Januari 2010
Perjalanan ummi dan abi ke riau
Jumat, 08 Januari 2010
helm anda tertahan di sini??
Allah
Sabtu, 02 Januari 2010
Perjalanan
Perjalanan ummi dirasakan sangat melelahkan namun banyak keberkahan. Dari jkt singgah di lampung di rmh kakak ipar, ketemu ponakan dan cucu2. Trs ke pdg ketemu tetangga2, kwn2 lama di nurul fikri dan adzkia. Ke lubuk alung ketemu adik, adik ipar dan ponakan, dilanjutkan ke pyk sdh ditnggu oleh teman yaitu uwan anton dan dr erza, diantar k kampung ketemu bpk, bibi, paman, sepupu dan ponakan. Semalam d kampung perjalanan dilanjutkan ke duri riau. Sebelum k duri singgah dulu lihat ponakan d pyk. Dari duri ke rumbai menemui bibi mertua dan sepupu abi. Nginap d duri semalam utk kembali lagi k pyk besok pagi.Dari pyk ke kampung lagi membereskan masalah yg ada, sekalian ta`ziyah ke family yg meninggal, terus sorenya ke pyk lagi nginap tempat adik ipar, etek firdha, sebelum subuh dah berangkat ke pdg, shlat subuh di mesjid birugo, terus ke padang membereskan surat rumah, dan pamit dengan tetangga2 di belimbing, nginap di lubuk alung dan paginya rabunya 6 januari balik ke jkt dengan bis lampung jaya lewat padang, lintas tengah sampai lagi ke rumah di ciangsana pukul 1 malam jum`at. besok pagi pkl 7.00 dah masuk raker di sekolah....eh sssttt hanya ikut penutupan lho...capeeeek sekali untuk orang yang sudah seumur ummi, tapiii banyak sekali terasa berkahnya, perjalanan yang teras pendek namun bisa bertemu dan silaturahim dengan banyak teman dan sanak keluarga, yang ketika di padang aja jaarraaaang sekali bertemu, wassalam
Langganan:
Komentar (Atom)