Jumat, 31 Juli 2009
CIRI- CIRI FISIK RASULULLAH
Tinggi badan sedang, tidak tinggi dan tidak pendek
Rambut ikal bergelombang, terbelah tengah. Kadang dibiarkan tumbuh sebahu kadang hingga menyentuh telinga.
Dahi agak lebar
Alis tidak tebal dan menyatu
Bulu mata nya panjang dan lentik
Matanya hitam tajam
Hidungnya mancung
Bibirnya agak tebal
Gigi geraham tertata rapi, gigi serinya agak renggang
Dagunya tidak lancip sekilas berwajah bulat
Jenggotnya lebat
Leher jenjang , kurus dan panjang
Kulitnya putih bersih bersemu merah
Wajahnya tampan bersih bersinar
Bahunyanya bidang seperti orang yang sedang jalan menuruni tangga, badannya tetap tegap
Dadanya dipenuhi bulu lebat hingga kepusat
Perutnya rata dengan dada
Telapak tangan dan kakinya lebar dan halus
Diantara dua bahunya ada cincin nubuwah seperti telur puyuh
Beliau senang menggunakan baju gamis yakni kemeja yang panjang hingga dengkul
Jabir bin Abdullah menggambarkan wajah rasulullah lebih bersinar ketimbang sinar rembulan
Bila tersenyum bersinar seperti sinar benderang
Bau badannya wangi bagai harumnya minyak kesturi
Harumnya tercium hingga jauh
Bila menoleh kesamping seluruh anggota badannya pun bergerak kesamping
Bila bertemu orang selalu beliau yang lebih dahulu menyapa
Tutur katanya santun dan sangat sopan
Senyumannya manis
Bila bercakap dengan orang serius mendengarkannya dan tidak pernah memotong omongannya
Bila lawan bicaranya sudah keterlaluan beliau berpaling dan berdiri
Beliau seorang pemberani
Sangat sayang terhadap anak kecil apalagi anak yatim. Suatu kali datang seseorang yang mengeluh karena kondisi ekonominya morat marit. Beliau menyuruh orang itu untuk mengelus kepala anak yatim dan menyayanginya.
Beliau memanggil orang dengan gelarnya atau memanggil nama bapak atau anaknya.Seperti ya abul qadim berarti hai bapaknya qadim atau ya ibnu abbas berarti hai anaknya abbas.
Saat beliau rukuk dalam sholatnya, dua cucunya hasan dan husain rupanya bandel sekali sehingga naik ke punggung beliau, saat bangkit dari ruku' nya Rasul berdiri melanjutkan sholatnya sambil menggendong cucu2nya itu agar tidak terjatuh. Saat sujud kepala beliau ditunggangi cucunya, sehingga sujudnya lama sekali, sahabat yang melihat sempat khawatir ada apa2 dengan beliau. Rupanya beliau sujud lama karena bila beliau bangkit dari sujud khawatir cucunya terjatuh.
Suatu saat seorang bayi duduk dipangkuannya karena si ibu minta didoakan oleh Rasulullah dan mengencinginya. Si ibu berusaha meraih bayinya agar tidak membasahi baju Rasulullah, namun rasulullah melarangnya "biarkan dia pipis dipangkuanku agar pipisnya tidak terhenti."
Beliau senang makan dengan cara dhafaf yakni makan bersama2 dengan satu hidangan dimana setiap orang bisa mengambil hidangannya dengan tangan masing2. Selesai makan beliau menjilati jari hingga bersih "manusia tidak tahu dimanakah letak makanan yang dirahmati Allah" sabdanya.
Selama menjadi orang terdekat, Zaid bin Haritsah berkata Nabi tidak pernah marah kepada pembantu2nya. Tidak pernah berkata kasar. Bila menyuruh selalu dengan kata2 lembut. Bila yang disuruh tidak menjalankan perintahnya beliau diam saja dan tidak marah. "biarkan dia, bila dia sanggup mengerjakannya, pastilah dia akan melaksanakannya" kata beliau.
sumber : http://talithazone.blogspot.com/2009/03/ciri-fisik-rasulullah.html
Rabu, 29 Juli 2009
the new qatar
Selasa, 28 Juli 2009
Senin, 27 Juli 2009
Diyakini Ada Bencana, Danau Kelimutu Berubah Warn
Air pada danau Tiwu Ata Polo atau danau para arwah orang jahat yang semula berwarna coklat tua kini telah berubah warna menjadi hijau tua. Sedangkan Tiwu Nua Muri Koo Fai atau dana tempat berkumpulnya arwah muda-mudi yang sebelumnya berwarna hijau muda berubah menjadi hijau kebiru-biruan.
Satu danau lainnya, Tiwu Ata Mbupu atau danau orang tua yang terletak terpisah sekitar 200 meter dari dua danau lainnya tetap berwarna kehitaman.
Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Gatot Soebiantoro yang dihubungi, Minggu (24/5/2009), membenarkan perubahan air pada kawah dua danau tersebut. "Perubahan terjadi pada bulan April lalu. Danau Tiwu Ata Polo seperti coklat coca cola dan danau Tiwu Nua Muri Koo berwarna hijau daun," kata Gatot.
Menurutnya perubahan ini diawali dengan munculnya larutan atau suspensi yang menyebar di beberapa tempat pada kedua danau. Khusus danau Tieu Ata Polo, berdasarkan hasil penelitian Geologi Bandung, terdapat kandungan zat besi. Sedangkan danau Tiwu Nua Muri Koo Fai terdapat tekanan gas yang sangat tinggi, karena status gunung yang masih aktif.
"Tidak ada gejala lain, sebelum terjadi perubahan warna," lanjut Gatot.
Dia menambahkan, struktur tanah pada dinding setiap danau sangat labil, sehingga sering menimbulkan longsoran kecil. "Tetapi longsoran ini bukan penyebab terjadinya perubahan warna," lanjutnya.
Kejadian seperti ini, ujarnya, merupakan fenomena alam, sehingga tidak perlu dikaitkan dengan hal-hal mistik. "Masyarakat Ende-Lio diyakini sebagai tanda atau peringatan alam yang harus diperhatikan, misal akan terjadi bencana, tetapi saya minta masyarakat tidak peru mengaitkan dengan hal-hal yang berbau magic," katanya.
Danau yang terletak sekira 60 kilometer arah timur Ende-Flores, termasuk salah satu keunikan dunia dengan sejuta misteri. Danau ini masuk dalam wilayah administrasi Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru. Berada pada ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut atau sekira 5.377 kaki, menjadikan lokasi itu sangat sejuk.
Kelimutu berasal dari bahasa Ende-Lio. Sebelum tahun 2006, danau ini terdiri dari warna merah, biru dan putih. Namun kini, warnanya telah berubah. Keindahan danau Kelimutu pertama kali publikasikan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Namun, keindahannya baru dikenal luas setelah Y Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929.
Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.
Sejak 26 Februari 1992, Pemerintah Indonesia menetapkan Kawasan Kwlimutu sebagai Kawasan Konservasi Alam Nasional dengan luas keseluruhan mencapai 1.051.000 meter persegi. Para ahli memperkirakan, volume air ketiga danau mencapai 1.292 juta meter kubik.
Masing-masing danau dikelilingi dinding terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter. Para ilmuwan memperkirakan Danau Kelimutu, sebelumnya adalah gunung berapi. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1886. (hri)sumber : http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/24/1/222473/diyakini-ada-bencana-danau-kelimutu-berubah-warna
Sabtu, 25 Juli 2009
Rihlah ke taman mini
Sains Membuktikan Kebenaran Ayat Al-Qur'an.
Rasulullah SAW bersabda:"Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran".
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'' (Ali 'Imran: 190-191).
Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya"
"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24)
"Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.".(Al-Israa':82)
"Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,
dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat
".(QS. 7:204)
Dari Umar bin al Khatthab ra, (Riwayat Muslim). bahwa Nabi Muhammad saw.bersabda
"Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagianorang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur'an."
Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
Seorang guru besar/ahli bedah kenamaan Prancis,Prof.Dr.Maurice Bucaille, masuk islam secara diam-diam. Sebelumnya, ia membaca dalam Al-Quran, bahwa Fir'aun itu mati karena tenggelam di laut(dengan shock yang berat) dan jasadnya oleh Allah di selamatkan(Yunus:92). Dicarinya mumi Fir'aun itu;dan setelah ketemu, dilakukannya bedah mayat. Hasilnya membuat terheran-heran, karena sel-sel syaraf Fir'aun menunjukkan bahwa kematiannya benar akibat tenggelam di laut dengan shock yang hebat. Menemukan bukti ini, ia yakin kalau Al-Qur'an itu wahyu Allah. Prof.Dr.Maurice Bucaille mengatakan bahwa semua ayat-ayat Al-Qur'an masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Ia pun lantas masuk islam.
Lain lagi halnya yang dialami oleh Jacques Yves Costeau. Ia adalah seorang ahli kelautan(oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Mr.Costeau sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia, dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia melalui acara "Discovery".
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, ia menemukan fenomena yang sangat ganjil, yaitu adanya air tawar di tengah lautan yang tidak bercampur dengan air laut seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Apa yang disaksikannya ini benar-benar kejutan besar selama kariernya yang panjang di kelautan. Bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi ?
Pertanyaan ini menghantui hidupnya, sampai akhirnya ia bertemu seorang profesor yang kebetulan Muslim. Profesor yang Muslim ini menyampaikan kepadanya bahwa fenomena ganjil tersebut sebenarnya sudah diinformasikan oleh Al-Qur'an empat belas abad yang lalu, yaitu pada surat Al-Furqan ayat 53 ; "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi" serta pada surat Ar-Rahman ayat 19-20. Mendengar hal ini Mr.Costeau terkejut, bagaimana mungkin Muhammad yang hidup di abad ketujuh, yaitu di suatu zaman dimana pasti belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh di kedalaman samudera , mengetahui akan hal ini, ia pun akhirnya berkesimpulan, bahwa Al-Qur'an mustahil buatan Muhammad, pastilah Al-Qur'an itu buatan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini ! Dan akhirnya ia pun memutuskan menjadi seorang Muslim.
Ir.RHA.Syahirul Alim Msc dalam bukunya "Menuju Persaksian", menjelaskan tentang beberapa penemuan ilmu pengetahuan yang menakjubkan, yang sebenarnya telah disiratkan dalam Al-Qur'an; yaitu antara lain :
KEADAAN BAGIAN DALAM BUMI.
Bumi yang kita tempati ini, adalah suatu planet yang kurang lebih berbentuk bola raksasa. Bagian luar dari bola bumi yang berupa tanah dan batuan mempunyai rapat kira-kira 3 gram/cc. Makin jauh ke dalam bumi ternyata makin besar rapaynya dan makin tinggi pula temperaturnya. Pada kira-kira 50 km dari permukaan bumi maka temperaturnya mencapai kira-kira 1500 derajat Celcius, dan rapatnya kira-kira 3,5 gram/cc. Pada jarak kira-kira 3000 km ke dalam bumi rapatnya akan mencapai nilai 9,7 gram/cc dan suhunya kira-kira 5000 derajat Celcius. Bagian ini disebut teras bumi. Di pusat bumi rapatnya akan naik lagi sehingga mencapai kira-kira 13 gram/cc dan suhunya ditaksir kira-kira 7000 derajat Celcius. Bagaimana halnya jika pada suatu ketika bumi berkesempatan memuntahkan isinya yang berat dan panas itu ?
Ia akan mengejutkan seluruh umat manusia, dan akan mengakibatkan kehancuran serta kemusnahan semua kehidupan di muka bumi. Dan ini berarti hari akhir bagi semua umat manusia. Allah memberitahukan peristiwa yang akan terjadi pada hari kiamat itu;
"Jika bumi di goncangkan dengan sehebat-hebatnya dan bumi mengeluarkan isi-isinya yang berat"
Al-Zalzalah(99):1-2
"Dan jika bumi diulurkan (dikembangkan) dan bumi memuntahkan isi-isinya dan kosonglah ia"
Al-Insyiqaaq(84):3-4
Firman-firman di atas sesuai sekali dengan apa yang telah di ketahui oleh manusia sekarang ini tentang isi (bagian dalam) bumi, seperti diterangkan di atas.
PASANG-PASANGAN DALAM BUMI.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal adanya pasang-pasangan. Jantan dan betina, siang dan malam, dan lain-lain.
Pasang-pasangan seperti itu bersifat saling melengkapi dan mengakibatkan timbulnya keharmonisan dalam alam ini. Dalam menyelidikan manusia tentang zarah elementer yang merupakan batu penyusun dari benda-benda, ternyata juga dijumpai adanya pasang-pasangan. Menurut fisika atom atau fisika inti, telah diketemukan pasang-pasangan yang sangat menggemparkan para ahli, seperti elektron dan positron, proton dan anti proton, neutron dan anti neutron dan berbagai-bagai zarah dan anti zarah lainnya. Dengan demikian terbukalah kemungkinan adanya anti materi di samping materi yang biasa, atau adanya anti atom disamping atom-atom yang biasa.
Kesemuanya itu menguatkan (membenarkan) apa yang telah difirmankan dalam Al-Qur'an;
Maha suci Tuhan yang telah menjadikan semua pasang-pasangan dari yang ditumbuhkan bumi, dan dari diri mereka sendiri serta dari hal-hal yang tidak mereka ketahui. Yaasiin (36):36
Lebih tegas lagi Allah berfirman:
Dan dari segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, mudah-mudahan kamu ingat. Adz-Dzaariyaat(51):49.
WAKTU ADALAH RELATIF.
Pada tahun 1905 seorang sarjana fisika, Albert Einstein, telah mengejutkan sarjana-sarjana fisika lainnya di seluruh dunia dengan sebuah teori relativitas. Teori ini merupakan pemecahan terhadap berbagai-bagai persoalan penting yang dihadapi ahli fisika dalam abad 20 ini. Dengan teori ini orang mengetahui tentang kesetaraan massa dan tenaga, yang merupakan dasar dalam perhitungan tenaga nuklir; dan juga orang mengetahui bahwa besarnya massa, ukuran panjang, dan waktu adalah relatif, tergantung pada kecepatan sistemnya. Pengaruh kecepatan ini akan sangat terasa sekali bila sangat tinggi mendekati kecepatan cahaya. Menurut teori relativitas, kecepatan cahaya dalam hampa (300.000 km per detik) adalah kecepatan maksimum yang tak dapat dilampaui oleh materi. Massa suatu benda akan bertambah besar bila kecepatan makin tinggi, sedangkan ukuran panjangnya akan menyusut, dan waktu akan bertambah lambat.
Jadi, satu jam bagi sistem yang bergerak sangat cepat terhadap kita, mungkin sama dengan satu hari, atau satu bulan, atau pun satu tahun menurut ukuran kita. Relativitas seperti itu sesuai dan dapat dipahamkan dengan firman Allah sebagai berikut ;
Tuhan menyelenggarakan urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada Nya dalam sehari yang ukurannya seribu tahun menurut perhitunganmu. As-Sajdah (32);5 Dan,
Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. Al-Hajj(22);47.
Prof.Dr.M.Quraish Shihab dalam bukunya "Mukjizat Al-Qur'an" memaparkan antara lain hal-hal sebagai berikut :
GUNUNG BERJALAN.
Dalam Al-Qur'an surat An-Naml ayat 88 Allah berfirman :
Kamu lihat gunung-gunung, kamu sangka ia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. Begitulah perbuatan Allah, yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dari hasil rekaman satelit diperoleh bukti bahwa Jazirah Arab beserta gunung-gunungnya bergerak mendekati Iran beberapa sentimeter setiap tahunnya(!). Sebelumnya sekitar lima juta tahun yang lalu, Jazirah Arab bergerak memisahkan diri dari Afrika dan membentuk Laut Merah. Sekitar daerah Somalia sepanjang pantai timur ke selatan saat ini berada proses pemisahan yang lamban dan telah membentuk "Lembah Belah" yang membujur ke selatan melalui deretan danau Afrika.
http://saeranintanbaiduri.multiply.com/journal/item/84/Sains_Membuktikan_Kebenaran_Ayat_Al-Quran_
Rabu, 22 Juli 2009
Ilmu al quran tentang laut
September 5, 2008 by kartadikaria
Sepertinya udah puluhan text books and ratusan papers dibidang kelautan udah saya baca. Ilmu tentang laut sudah saya geluti dan cintai sejak lama, kurang lebih dari semenjak bangku kuliah ditahun 2000. Namun delapan tahun berlalu tanpa pernah melihat bagaimana iman islam yg saya pegang teguh berbicara mengenai profesi yg saya cintai.
Saya akan menyinggung bagaimana Internal wave, Black/White smoke, ocean front and Solitary wave-like, SST change telah dicantumkan didalam al-quran.
Sebenarnya ini bukan yg pertama, sebelumnya saya pernah melihat dokumentasi sejenis tentang blog yg menuliskan sebuah ayat al quran yg berbicara tentang internal wave didalam surat an nur ayat 40. Menarik bukan, bagaimana ilmu yg sekarang lagi exist di Indonesia, telah diungkap didalam ayat suci al quran sejak 13 abad silam sebelum remote sensing and super computer lahir dan bahkan sebelum ilmu numerical discretization lahir.
[24.39] Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yangd isangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.
[24.40] Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan)barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.
[24.41] Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah:kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.Masing-masing telah mengetahui (cara) sembah yang dantasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
[24.42] Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).
Internal Wave pada dasarnya dalam ilmu oceanography adalah layaknya seperti gelombang permukaan. Gelombang sangat mudah dicermati diantara dua bidang (interface) yg memiliki 2 sifat densitas yg berbeda. Dan terjadi jika ada gangguan atau external forces. Anda tentu melihat gelombang laut yg brada diantara medium air dan udara. Internal wave pun terjadi diantara medium air yg mempunyai densitas yg berbeda dan terbentuk karena adanya suatu gangguan, misalnya steep topography dasar laut yg curam. Contoh menarik adalah Internal wave di selat lombok.
Tulisan ini lahir hanya untuk memanfaatkan waktu luang saya dan kekagetan saya ketika saya menemukan phenomena menarik lainnya tentang lautan di al-Quran ketika saya berada didalam kereta. Yang kedua ingin saya bahas adalah bukti bahwa al Quran telah menungkap dgn jelas adanya black smoke atau white smoke di dasar lautan yg gelap sebagai sumber energi. Al-Quran sudah mengungkapkan adanya sumber energi yg keluar dari dasar lautan yg dalam sebelum deep water vessel diluncurkan diakhir abad 20 ini. Dan uniknya al-Quran lahir ditengah masyarakat madani yg berada ditengah gurun yg dimana genangan air saja sudah merupakan karunia yg luar biasa. Dalam surat Ath-Thuur ayat 6, anda bisa menemukan literatur lengkapnya.
[52.1] Demi bukit,
[52.2] dan Kitab yang ditulis,
[52.3] pada lembaran yang terbuka,
[52.4] dan demi Baitul makmur,
[52.5] dan atap yang ditinggikan (langit),
[52.6] dan laut yang di dalam tanahnya ada api,
[52.7] sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,
[52.8] tidak seorang pun yang dapat menolaknya,
[52.9] pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,
[52.10] dan gunung benar-benar berjalan.
[52.11] Maka kecelakaan yang besarlah di hari itubagi orang-orang yang mendustakan,
[52.12] (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan,
[52.13] pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
[52.14] (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.
Jika kita men-search terjemahan kata ‘laut’ yg dalam bahasa arabnya adalah BAHR, saya menemukan kurang lebih 49 ayat yg menggunakan kata laut. Sebagian besar menceritakan bagaimana ketika laut merah dibelah orang Nabi Musa dgn izin Allah sehingga Bani Israel dapat terbebas dari kejaran Fir’aun. Sedangkan Fir’aun dan bala tentaranya dilaknat oleh Allah SWT dengan ditenggelamkan akibat kesombongannya sendiri.
Tapi jika kita perhatikan salah satu ayat yg menceritakan kisah nabi Musa ini (terutama surat Asy Syu’araa ayat 63) , kita mendapatkan pelajaran dasar ilmu gelombang KdV, dimana setengah energi gelombang menjalar ke kanan dan setengahnya lagi bergerak ke kiri. Padahal kita ketahui bahwa gelombang KdV ini mampu menjembatani pemahaman gelombang non-linear yg menjelimet .
[26.61] Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa:”Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”.
[26.62] Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.
[26.63] Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
[26.64] Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yanglain.
[26.65] Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.
[26.66] Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.
[26.67] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar(mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
[26.68] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar DialahYang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Ilmu kelautan lain yg terdapat didalam al-Quran adalah ‘FRONT’ concept. Dalam dunia oceanography ada istilah front untuk menunjuk kepada garis batas yg memisahkan dua jenis sifat air. Contoh horizontal front adalah batas yg memisahkan sifat air sungai dan air laut. Nanti klo dateng berkunjung ke sungai besar yg bermuara dilaut, silahkan perhatikan apakah anda dapat menemukan batas front ini. Konsep untuk mencari karakteristik suatu massa air laut juga bisa dilihat dalam front context, bagaimana suatu massa air laut yg mengalir jauh dari asalnya masih menyimpan ‘gen’ asli tempat asalnya.
[25.53] Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Al Furqon, ayat 53)
Global warming + sea level rise = dooms day ??? It’s far from what i believed. Tapi dalam surat at-Takwir ayat 6 dan Al Infithaar: 3 dicantumkan salah satu tanda -datangnya- kiamat adalah meningkatnya Ocean temperature. Meningkatnya Sea Surface Temperature (SST), bukan saja momok bagi orang kelautan, namun bagi semua orang didunia. Efeknya tidak tanggung2, tingginya supply CO2 ke laut akan menurunkan pH air laut dan menyebabkan ocean acidification. Dgn acidification ini hampir seluruh aktifitas organisme di laut terganggu dan mungkin saja laut hanya seperti kumpulan air asin saja. Mengerikan!!!
[81.1] Apabila matahari digulung,
[81.2] dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
[81.3] dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
[81.4] dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),
[81.5] dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
[81.6] dan apabila lautan dipanaskan,
[81.7] dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengantubuh),
[81.8] apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
[81.9] karena dosa apakah dia dibunuh,
[81.10] dan apabila catatan-catatan (amal perbuatanmanusia) dibuka,
[81.11] dan apabila langit dilenyapkan,
[81.12] dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
[81.13] dan apabila surga didekatkan,
[81.14] maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
[82.1] Apabila langit terbelah,
[82.2] dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
[82.3] dan apabila lautan dijadikan meluap,
[82.4] dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
[82.5] maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
Ataukan itu semua (meningkatnya SST) bukan cm suratan takdir tp justru itu hanya karena keangkuhan manusia yg tidak habisnya merusak alam, sehingga kita mampu manghambat laju CO2?
[30.41] Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supayaAllah merasakan kepada mereka sebahagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).
Setidaknya selain banyak disebutkan rezeki-rezeki yg bisa kita ambil dari laut seperti ikan, mutiara, bahan mineral lain (emas, perak dll) (atau nyari uang dari belajar laut, seperti saya :p )
[5.96] Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.
[16.14] Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan(untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari(keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.
Juga disebutkan bahwa laut mempunyai sisi yg ‘menyeramkan’ jg. Seperti freak wave. Freak wave adalah gelombang nonlinear yg dapat disebabkan krn wave focusing atau coalition of 2 small freqs. Kejadiannya sulit diramalkan, dan terjadi tiba2 tanpa didahului sebab yg jelas seperti badai. Dan mampu menenggelamkan kapal yg sebesar 2 kali lapangan bola dgn hanya sekali tebas.
[6.63] Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut,yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dandengan suara yang lembut (dengan mengatakan):”Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari(bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yangbersyukur.”
Itulah yg bisa saya rangkaikan, tentunya rahasia sejati dari ayat2 tersubut hanya milik Allah semata dan saya hanya menyambung2kan dengan apa yg pernah saya pelajari saja tanpa terlebih dahulu men-cek sebab musabab turunnya ayat tersebut.
Wassalam,
-r/K-
[18.109] Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis)kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).
sumber :http://kartadikaria.wordpress.com/2008/09/05/ilmu-al-quran-tentang-laut/#comment-39
BUMI PLANET YANG DICIPTAKAN UNTUK UMAT MANUSIA
Filsafat materialis menawarkan satu saja penjelasan untuk keteraturan dan keseimbangan yang ada di alam semesta: peristiwa kebetulan. Menurut klaim ini, seluruh alam semesta terbentuk melalui serangkaian peristiwa kebetulan.
Namun, jika kita meneliti alam semesta ini secara sekilas, kita melihat bahwa klaim ini sungguh tidak benar. Suatu kebetulan hanya akan menimbulkan kekacauan, padahal di alam semesta ini kita melihat keteraturan di mana-mana. Keteraturan ini membuktikan kekuasaan Allah yang abadi, Yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan lalu memberinya bentuk.
Ketika menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan keseimbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi berlangsungnya kehidupan makhluk hidup.
Jarak bumi dari matahari, kemiringan sumbu bumi terhadap orbit, keseimbangan dalam atmosfer, kecepatan rotasi bumi pada sumbunya, kecepatannya mengelilingi matahari, fungsi laut dan gunung di bumi, sifat-sifat dan interaksi di antara makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari keseimbangan ekologis yang terdapat di bumi.
Kalau dibandingkan dengan planet lain, semakin jelas bahwa bumi secara khusus dirancang bagi manusia. Air, misalnya, adalah senyawa yang sangat sulit ditemukan di planet lain. Dalam tata surya kita, air berwujud cair hanya ditemukan di bumi. Terlebih lagi, 70% permukaan bumi tertutup oleh air. Jutaan jenis makhluk hidup hidup di air. Pembekuan air, kapasitas air untuk menarik dan menyimpan panas, adanya badan air berukuran besar berbentuk lautan, dan bahkan penyaluran panas yang melintasi bumi adalah karakteristik yang hanya dimiliki oleh bumi. Tidak ada planet lain yang memiliki sirkulasi badan cair yang konstan seperti yang terdapat di bumi.
Poros bumi membuat sudut miring (inklinasi) sebesar 23 dari orbitnya. Musim terbentuk akibat kemiringan ini. Andaikan sudut kemiringan ini sedikit lebih besar atau lebih kecil, perbedaan suhu antara musim akan menjadi sangat ekstrem. Andaikan ini terjadi, di bumi akan terjadi kondisi ekstrem yang tak tertahankan, musim panas yang sangat panas dan musim dingin yang sangat dingin.
Kecepatan rotasi bumi pada sumbunya merupakan kecepatan yang paling sesuai bagi makhluk hidup. Planet-planet lain dalam tata surya pun mengalami siang dan malam. Karena perbedaan waktu di planet lain jauh lebih besar dibandingkan dengan di bumi, perbedaan antara suhu siang dan malam pun sangat tinggi. Hebatnya aktivitas angin di atmosfer planet lain tidak kita temukan di bumi ini, suatu keistimewaan berkat rotasi planet bumi yang seimbang.
Jenis dan konsentrasi gas-gas yang menyusun atmosfer sangat penting bagi keberadaan bukan hanya umat manusia, melainkan juga semua makhluk hidup yang ada di bumi.
Koeksistensi sejumlah besar keseimbangan yang stabil di bumi memungkinkan terbentuknya gas-gas atmosfer dengan proporsi yang tepat dan selalu konstan.
Kita dapat membuat daftar yang berisi ratusan keistimewaan selain yang telah disebutkan di atas. Walaupun demikian, semua contoh di atas pun sudah dapat menunjukkan suatu kenyataan: Bumi yang kita huni ini diciptakan secara khusus guna berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk. Hal ini bukanlah hasil suatu kebetulan, melainkan keteraturan yang disengaja.
Kesempurnaan keteraturan yang terdapat di alam semesta membawa kita pada satu kesimpulan: adanya satu Pencipta yang memiliki kekuatan dan pengetahuan tak terbatas, yaitu Allah, Yang Memiliki seluruh dunia, dan menciptakan alam semesta.
Keseimbangan Di Atmosfer
Atmosfer bumi terdiri atas empat gas utama, yaitu nitrogen (78%), oksigen (21%), argon (kurang dari 1%), dan karbon dioksida (0,03%). Gas yang ada di atmosfer dapat dibagi ke dalam dua kelompok: "gas yang reaktif" dan "gas yang tidak reaktif". Analisis terhadap gas-gas reaktif mengungkap bahwa reaksi yang melibatkan gas reaktif sangat penting bagi kehidupan, sedangkan gas-gas yang tidak reaktif akan menghasilkan senyawa yang merusak jika bereaksi. Misalnya, argon dan nitrogen adalah gas tidak aktif, yang hanya dapat bereaksi secara terbatas. Bila kedua gas tersebut mudah bereaksi seperti oksigen, lautan akan berubah menjadi asam nitrat. Sebaliknya, oksigen bereaksi dengan atom-atom lain, senyawa organik, dan bahkan batuan. Reaksi tersebut menghasilkan molekul-molekul dasar kehidupan seperti air dan karbon dioksida.
Selain tingkat reaktif gas, konsentrasi gas-gas tersebut saat ini sangat penting bagi kehidupan. Misalnya, oksigen. Oksigen adalah gas reaktif yang paling berlimpah di atmosfer. Konsentrasi oksigen yang tinggi di atmosfer bumi adalah salah satu keistimewaan yang membedakan bumi dengan planet lain di tata surya. Planet-planet tersebut tidak memiliki oksigen sedikit pun.
Andaikan konsentrasi oksigen di atmosfer lebih tinggi, oksidasi akan terjadi lebih cepat dan mengakibatkan batuan dan logam terkikis lebih cepat. Oleh karena itu, bumi akan terkikis dan hancur, dan kehidupan di bumi akan menghadapi ancaman besar. Andaikan konsentrasi oksigen lebih kecil, pernapasan akan menjadi sulit, dan lebih sedikit ozon yang dihasilkan. Perubahan jumlah ozon akan berakibat fatal bagi kehidupan. Berkurangnya ozon akan menyebabkan sinar ultraviolet mencapai bumi dengan intensitas yang lebih tinggi, sehingga kehidupan di muka bumi akan lenyap. Banyaknya ozon akan mencegah panas matahari mencapai bumi dan berakibat fatal bagi kehidupan.
Karbon dioksida juga berada dalam keseimbangan yang sama. Tumbuh-tumbuhan menyerap radiasi sinar matahari melalui gas ini. Bila bercampur dengan air, gas ini membentuk bikarbonat yang dapat melarutkan batuan dan meninggalkannya di lautan. Reaksi tersebut menguraikan karbon dioksida dan melepaskan oksigen kembali ke atmosfer. Oksigen, yang sangat penting bagi makhluk hidup, dilepaskan ke atmosfer secara terus-menerus. Karbon dioksida juga ikut menjaga "efek rumah kaca", untuk menjaga suhu bumi tetap konstan.
Andaikan jumlah karbon dioksida berkurang, jumlah tumbuhan hidup di darat dan laut akan berkurang, sehingga makanan bagi hewan berkurang. Selain itu, jumlah bikarbonat di laut akan berkurang dan membuat laut menjadi lebih asam. Andaikan jumlah karbon dioksida di atmosfer meningkat, erosi kimia tanah akan semakin cepat dan membentuk residu alkali yang berbahaya di laut. Selain itu, "efek rumah kaca" akan meningkat, menyebabkan naiknya suhu permukaan bumi dan melenyapkan kehidupan yang ada di bumi.
Seperti telah kita lihat, keberadaan atmosfer sangat penting bagi kelangsungan hidup di bumi. Beberapa kondisi astrofisika harus saling melengkapi agar atmosfer tetap terpelihara.
"Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya." (Surat Yusuf: 105)
A) Permukaan bumi harus tetap berada pada suhu sedang, dalam kisaran tertentu. Untuk itu:
1. Bumi harus berada pada jarak tertentu dari matahari. Jarak ini menentukan banyaknya energi panas matahari yang mencapai bumi. Perubahan sedikit saja orbit bumi mengitari matahari-baik lebih dekat maupun lebih jauh-akan mengakibatkan perubahan besar dalam banyaknya energi panas matahari yang mencapai bumi. Perhitungan menunjukkan bahwa berkurangnya panas yang mencapai bumi sebesar 13% akan menyebabkan bumi diselimuti lapisan es setebal 1.000 meter. Sebaliknya, sedikit saja panas bumi yang mencapai bumi meningkat akan menyebabkan seluruh makhluk hidup hangus terpanggang.
2. Suhu permukaan bumi harus homogen. Untuk ini, bumi harus melakukan rotasi pada sumbunya dengan kecepatan tertentu (1.670 km/jam di khatulistiwa). Bila kecepatan rotasi bumi melebihi batas tertentu, atmosfer akan menjadi sangat hangat. Meningkatnya suhu atmosfer ini mengakibatkan bertambah cepatnya molekul gas lepas dari bumi, sehingga atmosfer bumi akan lenyap ke angkasa.
Andaikan kecepatan rotasi bumi lebih lambat, kecepatan molekul gas lepas dari bumi akan menurun. Molekul gas tersebut akan menghilang karena terserap oleh bumi akibat efek gravitasi.
3. Sudut kemiringan bumi sebesar 23 27' dari sumbunya mencegah adanya panas berlebih antara kutub dan khatulistiwa. Panas berlebih ini dapat menghambat pembentukan atmosfer. Bila tidak ada sudut miring, perbedaan suhu antara kutub dan khatulistiwa akan meningkat hebat, dan tidak mungkin tercipta atmosfer yang dapat menyokong kehidupan.
"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap." (Surat al-Baqarah: 21-22)
B) Sebuah lapisan diperlukan untuk mencegah lepasnya panas yang telah dihasilkan:
Untuk menjaga agar suhu permukaan bumi berada pada tingkat yang konstan, hilangnya panas harus dicegah, terutama pada malam hari. Untuk itu, dibutuhkan senyawa yang dapat mencegah hilangnya panas dari atmosfer. Kebutuhan ini terpenuhi dengan adanya karbon dioksida di atmosfer. Karbon dioksida menutupi bumi seperti selimut dan mencegah hilangnya panas ke angkasa.
C) Di bumi terdapat struktur-struktur tertentu yang menjaga keseimbangan panas antara kutub dan khatulistiwa:
Perbedaan suhu antara daerah kutub dan khatulistiwa adalah sebesar 120 C. Andaikan perbedaan panas ini terjadi pada permukaan yang rata, akan terjadi pergerakan atmosfer yang hebat. Badai hebat dengan kecepatan 1.000 km/jam akan menjungkirbalikkan dunia, menghancurkan keseimbangan atmosfer dan atmosfer akan buyar.
Bumi memiliki permukaan yang tidak rata, dan permukaan ini menghalangi timbulnya arus udara kuat yang bisa terjadi akibat perbedaan panas. Ketidakrataan ini dimulai dengan Pegunungan Himalaya antara Cina dan anak benua India, dilanjutkan dengan Pegunungan Taurus di Anatolia, dan mencapai Pegunungan Alps di Eropa melalui rangkaian gunung menghubungkan Laut Atlantik di barat dan Laut Pasifik di timur. Di lautan, kelebihan panas yang terbentuk di khatulistiwa akan diteruskan ke utara dan selatan dengan memanfaatkan badan air ini, sehingga perbedaan panas ini seimbang.
Seperti terlihat, keberadaan udara, salah satu unsur dasar kehidupan, menjadi mungkin dengan adanya ribuan keseimbangan fisik dan ekologis. Lebih dari itu, adanya kondisi ini tidak cukup bagi kelangsungan hidup di bumi. Andaikan bumi berada dalam kondisi seperti saat ini, dengan struktur geofisik dan pergerakannya di angkasa, tetapi menempati posisi yang berbeda di galaksi, keseimbangan tetap akan terganggu.
Misalnya, bintang yang lebih kecil daripada matahari akan menyebabkan bumi menjadi sangat dingin, dan bintang yang lebih besar akan menghanguskan bumi.
Pengamatan planet-planet mati di angkasa sudah cukup untuk memahami bahwa bumi bukanlah hasil dari peristiwa kebetulan yang acak. Kondisi esensial bagi kehidupan terlalu kompleks untuk terbentuk secara acak dengan sendirinya, dan, tentunya dalam tata surya kita, bumi khusus diciptakan untuk berlangsungnya kehidupan.
Keseimbangan Nitrogen Dan Bakteri
Daur nitrogen adalah bukti lain bahwa bumi secara khusus dirancang untuk kehidupan manusia. Nitrogen adalah salah satu unsur dasar yang terdapat dalam jaringan tubuh semua organisme hidup. Meskipun 78% dari atmosfer merupakan nitrogen, manusia dan hewan tidak dapat menyerapnya secara langsung. Di sinilah bakteri berfungsi dengan membantu kita memenuhi kebutuhan nitrogen.
Daur nitrogen dimulai dengan gas nitrogen (N2) yang ada di udara. Bakteri yang hidup di beberapa tanaman mengubah nitrogen menjadi amonia (NH3). Sebaliknya, jenis bakteri lain mengubah amonia menjadi nitrat (NO3). (Halilintar juga memainkan peranan penting pada proses perubahan nitrogen di udara menjadi amonia).
Pada tingkat selanjutnya, makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri, seperti tumbuhan hijau, dapat menyerap nitrogen. Hewan dan manusia, yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, dapat memenuhi kebutuhan nitrogen hanya dengan memakan tumbuh-tumbuhan tersebut.
Nitrogen pada hewan dan manusia kembali ke alam melalui kotoran dan bangkai yang diuraikan oleh bakteri. Sementara menguraikan zat, bakteri tidak hanya melakukan tugas sebagai pembersih, tetapi juga melepaskan amonia, sumber utama nitrogen. Ada bakteri yang mengubah sejumlah tertentu amonia menjadi nitrogen dan mencampurnya dengan udara. Ada juga bakteri yang mengubah sisanya menjadi nitrat. Tumbuhan menggunakan nitrat dan daur terus berlanjut.
Tidak adanya bakteri dalam daur ini akan mengakibatkan berakhirnya kehidupan. Tanpa bakteri, tumbuhan tidak dapat memenuhi kebutuhan nitrogennya dan akan segera punah. Kehidupan tak mungkin terjadi di tempat yang tak memiliki tumbuhan.
Atmosfer: Atap Bumi Yang Terpelihara
Meskipun biasanya tidak pernah kita sadari, banyak meteorit jatuh ke bumi seperti pada planet lain. Meteorit, yang membentuk kawah besar jika jatuh di planet lain, tidak merusak bumi karena bumi memiliki atmosfer yang menghasilkan gesekan kuat pada meteor yang jatuh. Meteor tidak dapat bertahan melawan gesekan ini terlalu lama dan kehilangan sejumlah besar massanya akibat terbakar. Keberadaan atmosfer mencegah kerusakan yang bisa disebabkan oleh meteorit.
Di dalam Al Quran, sifat dalam penciptaan atmosfer ini dijelaskan: "Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya." (Surat al-Anbiya: 32)
Salah satu petunjuk terpenting bahwa langit adalah "atap yang terpelihara" adalah medan magnet yang melingkupi bumi. Lapisan teratas atmosfer merupakan daerah medan magnet yang disebut "Sabuk Van Allen". Daerah ini dibentuk oleh sifat-sifat inti bumi.
Inti bumi mengandung unsur-unsur magnetik yang kuat seperti besi dan nikel. Yang lebih penting, inti bumi terdiri atas dua struktur yang berbeda. Inti dalam berbentuk padat sementara inti luar berbentuk cair. Lapisan luar mengapung di atas lapisan dalam, menciptakan efek magnetik pada logam-logam berat, yang membentuk medan magnet. Sabuk Van Allen adalah perpanjangan medan magnet ini, yang mencapai lapisan luar atmosfer. Medan magnet ini melindungi bumi dari kemungkinan bahaya dari angkasa.
Salah satu bahaya terbesar adalah "angin matahari". Selain panas, cahaya, dan radiasi, matahari mengirimi bumi angin yang tersusun dari proton dan elektron yang bergerak dengan kecepatan 1,5 miliar kilometer per jam.
Angin matahari tidak dapat menembus Sabuk Van Allen, yang menciptakan medan magnet pada jarak 64.000 km dari bumi. Ketika angin matahari, dalam bentuk hujan partikel, bertemu dengan medan magnet bumi, partikel-partikel tersebut akan terurai dan mengalir mengitari medan magnet bumi.
Atmosfer menyerap sebagian besar sinar X dan sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Tanpa penyerapan ini, di muka bumi tidak mungkin ada kehidupan.
Atmosfer yang menyelimuti bumi hanya dapat dilalui oleh sinar-sinar yang tidak berbahaya, gelombang radio, dan cahaya tampak. Andai saja atmosfer tidak memiliki sifat impermeabilitas ini, kita tentu tidak dapat menggunakan gelombang radio untuk berkomunikasi, tidak juga cahaya yang sangat penting bagi kehidupan.
Lapisan ozon yang menyelimuti bumi mencegah sinar ultraviolet matahari, yang sangat berbahaya, mencapai bumi. Sinar ultraviolet matahari begitu tinggi kandungan energinya, sehingga dapat membunuh semua kehidupan yang ada di bumi. Untuk alasan ini, untuk memungkinkan terjadinya kehidupan di bumi, lapisan ozon adalah bagian dari langit sebagai "atap yang terpelihara" yang diciptakan secara khusus.
Ozon dihasilkan dari oksigen. Oksigen (O2) dibentuk dari dua atom oksigen, sedangkan ozon (O3) dibentuk oleh tiga atom oksigen. Sinar ultraviolet yang berasal dari matahari menambah satu atom kepada molekul oksigen untuk membentuk molekul ozon. Lapisan ozon, yang terbentuk dengan bantuan sinar ultraviolet, menahan sinar ultraviolet yang berbahaya dan merupakan salah satu kondisi dasar yang paling penting.
Singkatnya, andai saja inti bumi tidak memiliki kemampuan untuk membentuk medan magnet, dan atmosfer bumi tidak memiliki struktur dan kepadatan untuk menyaring sinar-sinar yang berbahaya, di bumi tidak mungkin ada kehidupan. Sangat jelas bahwa manusia maupun makhluk hidup yang lain tidak mungkin dapat mengatur hal-hal tersebut. Ini adalah bukti bahwa Allah telah menciptakan suatu pelindung yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan Dia telah menciptakan langit sebagai "atap yang terpelihara".
Tidak terdapatnya "atap yang terpelihara" pada planet lain merupakan petunjuk lain bahwa bumi secara khusus diciptakan untuk manusia. Misalnya, seluruh inti planet Mars adalah padat dan karenanya Mars tidak memiliki medan magnet di sekelilingnya. Mars tidak memiliki tekanan yang cukup untuk membentuk inti yang cair karena planetnya tidak sebesar bumi. Selain itu, berukuran tepat tidaklah cukup untuk membentuk medan magnet di sekeliling sebuah planet. Contohnya, Venus memiliki diameter yang hampir sama dengan bumi. Massa planet Venus hanya 2% lebih kecil dari massa bumi, dan beratnya hampir sama dengan berat bumi. Oleh karena itu, baik dalam hal tekanan maupun alasan lainnya, sudah sewajarnya inti Venus pun memiliki bagian logam cair. Namun, Venus tidak diselimuti oleh medan magnet, karena Venus memiliki kecepatan rotasi yang lebih rendah dibandingkan dengan rotasi bumi. Bumi melakukan satu rotasi penuh dalam satu hari, sedangkan Venus melakukannya dalam 243 hari.
Ukuran bulan, planet-planet lain yang berdekatan dengan bumi, serta jarak mereka dari bumi merupakan hal yang penting bagi keberadaan medan magnet bumi yang merupakan "atap yang terpelihara". Andaikan salah satu dari planet ini berukuran lebih besar, planet tersebut memiliki kekuatan gravitasi yang lebih besar pula. Planet yang berdekatan dengan bumi yang memiliki kekuatan gravitasi besar akan mengubah kecepatan cairan dan bagian padat inti bumi serta mencegah terbentuknya medan magnet seperti yang ada sekarang.
Singkatnya, langit yang memiliki fungsi sebagai "atap yang terpelihara" membutuhkan beberapa variabel seperti struktur inti bumi, kecepatan rotasi, jarak antarplanet, dan kumpulan massa planet tersebut menghasilkan resultan yang tepat.
Daur Air Dan Kehidupan
Setiap saat, miliaran liter air berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu menuju daratan. Kehidupan bergantung pada daur air ini. Andai manusia mencoba mengatur daur ini, ia tidak akan pernah berhasil, sekalipun menggunakan semua teknologi yang ada di dunia. Walaupun demikian, kita memperoleh air, yang merupakan syarat kehidupan yang utama dan terpenting, melalui penguapan tanpa mengeluarkan biaya maupun energi. Setiap tahunnya 45 miliar liter kubik air menguap dari lautan. Air yang menguap tersebut dibawa angin melintasi daratan dalam bentuk awan. Setiap tahun 3-4 miliar liter air dibawa dari lautan menuju daratan, menuju manusia.
Singkatnya, air-yang daurnya tidak dapat kita atur, dan yang tanpanya kita tidak dapat hidup lebih dari beberapa hari-dikirim kepada manusia dengan cara yang sangat istimewa.
Al Quran mengingatkan kepada kita bahwa hal ini merupakan salah satu bukti yang harus kita syukuri:
"Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?" (Surat Al Waqi'ah: 68-70).
"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." (Surat Az-Zumar: 21)
"Dialah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (Surat an-Nahl: 10-11)
Air Turun Ke Bumi Menurut Kadar Tertentu
Dalam ayat kesebelas surat az-Zukhruf, hujan didefinisikan sebagai air yang dikirimkan "menurut kadar". "Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan)."
Sudah tentu, hujan turun ke bumi dalam takaran yang tepat. Takaran pertama yang berhubungan dengan hujan adalah kecepatan turunnya. Benda yang berat dan ukurannya sama dengan air hujan, bila dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, akan mengalami percepatan terus-menerus dan jatuh ke bumi dengan kecepatan 558 km/jam. Akan tetapi, tata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan, bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan. Hal ini menjadi jelas hanya dengan melihat angka-angka di bawah ini secara sekilas.
Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter. Pada kasus ini, satu tetes air yang jatuh akan memiliki efek yang sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 110 cm.
Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan "takaran".
Pembentukan Hujan
Tahapan pembentukan hujan baru dapat dipelajari setelah radar cuaca ditemukan. Menurut radar, pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; ketiga, turunnya hujan.
Yang tercantum di dalam Al Quran tentang pembentukan hujan sangatlah sesuai dengan penemuan ini:
"Allah, Dialah yang mengirim angin (tahap pertama), lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal (tahap kedua); lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya (tahap ketiga), maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira." (Surat ar-Rum: 48).
TAHAP PERTAMA: "Dialah (Allah) yang mengirim angin …"
Sejumlah besar gelembung udara terbentuk karena buih di lautan secara terus-menerus pecah dan menyebabkan partikel air disemburkan ke langit. Partikel yang kaya-garam ini kemudian dibawa angin dan naik ke atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, berfungsi sebagai perangkap air. Inilah yang akan membentuk titik-titik awan dengan mengumpulkan uap air di sekitarnya, yang kemudian naik dari lautan sebagai tetesan kecil.
TAHAP KEDUA: ".......menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…"
Awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar kristal garam atau partikel debu di udara. Karena tetesan air di awan sangat kecil (dengan kisaran diameter 0,01-0,02 mm), awan menggantung di udara dan menyebar di langit, sehingga langit tertutup oleh awan.
TAHAP KETIGA: "... lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya."
Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu akan bertambah tebal dan membentuk tetesan hujan, sehingga tetesan hujan akan menjadi lebih berat daripada udara, dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan.
Tetesan hujan dibentuk oleh partikel air yang mengelilingi kristal garam, yang terbawa dari lautan ke awan. Karena menjadi lebih berat daripada udara, partikel ini terlepas dari awan dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan.
Air Hujan Adalah Tawar
Al Quran menarik perhatian kita dengan pernyataan air hujan adalah "tawar":
"Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?" (Surat Al Waqi'ah: 68-70).
"… dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar?" (Surat al-Mursalat: 27)
"Dialah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu." (Surat An-Nahl: 10)
Seperti telah kita ketahui, air hujan berasal dari penguapan air dan 97% merupakan penguapan air laut yang asin. Namun, air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karena adanya hukum fisika yang telah ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, dari mana pun asalnya penguapan air ini, baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung mineral, atau dari dalam lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai dengan ketentuan Allah "… Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. " (Surat al-Furqan: 48)
"Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Surat Fushilat: 39)
Hujan Yang Memberi Kehidupan Bagi Tanah Yang Mati
Di dalam Al Quran banyak ayat yang menyeru kepada kita agar memperhatikan bahwa hujan berguna untuk menghidupkan negeri (tanah) yang mati. "… dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak." (Surat al-Furqan: 48-49)
Selain tanah diberi air, yang merupakan kebutuhan mutlak bagi makhluk hidup, hujan juga berfungsi sebagai penyubur.
Tetesan hujan, yang mencapai awan setelah sebelumnya menguap dari laut, mengandung zat-zat tertentu yang bisa memberi kesuburan pada tanah yang mati. Tetesan yang "memberi kehidupan" ini disebut "tetesan tegangan permukaan". Tetesan tegangan permukaan terbentuk di bagian atas permukaan laut, yang disebut lapisan mikro oleh ahli biologi. Pada lapisan yang lebih tipis dari 1/10 mm ini, terdapat sisa senyawa organik dari polusi yang disebabkan oleh ganggang mikroskopis dan zooplankton. Dalam sisa senyawa organik ini terkandung beberapa unsur yang sangat jarang ditemukan pada air laut seperti fosfor, magnesium, kalium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobal, dan timah. Tetesan berisi "pupuk" ini naik ke langit dengan bantuan angin dan setelah beberapa waktu akan jatuh ke bumi sebagai tetesan hujan. Dari air hujan inilah, benih dan tumbuhan di bumi memperoleh berbagai garam logam dan unsur-unsur lain yang penting bagi pertumbuhan mereka. Seperti yang tertera dalam ayat:
"Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam." (QS. Qaf: 9).
Garam-garam mineral yang turun bersama hujan merupakan contoh dari pupuk konvensional (kalsium, magnesium, kalium, dan lain-lain) yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Sementara itu, logam berat, yang terdapat dalam tipe aerosol ini, adalah unsur-unsur lain yang meningkatkan kesuburan pada masa perkembangan dan produksi tanaman.
Singkatnya, hujan adalah penyubur yang sangat penting. Setelah seratus tahun lebih, tanah tandus dapat menjadi subur dan kaya akan unsur esensial untuk tanaman, hanya dari pupuk yang jatuh bersama hujan. Hutan pun berkembang dan diberi "makan" dengan bantuan aerosol dari laut tersebut.
Dengan cara seperti ini, 150 juta ton pupuk jatuh ke permukaan bumi setiap tahunnya. Andaikan tidak ada pupuk alami seperti ini, di bumi ini hanya akan terdapat sedikit tumbuhan, dan keseimbangan ekologi akan terganggu.
"Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam." (QS. Thaha: 53)
Manfaat Membekunya Air Dari Atas
Salah satu sifat air yang paling menarik dan paling penting adalah bahwa-tidak seperti senyawa lain-air berwujud padat itu lebih ringan daripada air berwujud cair, sehingga es lebih ringan dari air. Oleh sebab itu, laut mulai membeku dari atas karena lapisan beku lebih ringan daripada air di bawahnya. Dengan demikian, risiko pembekuan seluruh lautan, yang dapat berakibat lenyapnya kehidupan, tidak akan terjadi. Lapisan beku yang naik ke permukaan itu menjadi penyekat antara cuaca dingin di luar dan air di bawah.
Andaikan es lebih berat daripada air (seperti yang umumnya terjadi pada zat lain), laut akan mulai membeku dari bawah. Pada kondisi ini, penyekatan seperti yang disebut di atas tidak akan terjadi dan seluruh lautan akan membeku, sehingga kehidupan di air akan musnah. Karena volume es lebih luas daripada volume air untuk massa yang sama, lautan yang membeku akan membutuhkan ruang yang lebih besar dari sebelumnya dan akan menyebabkan air di permukaan naik dan meluap.
Selain itu, air itu paling berat pada suhu 4 C. Fakta ini sangat penting bagi kehidupan. Di lautan, air yang mencapai suhu 4 C akan tenggelam ke dasar karena merupakan badan air yang terberat. Karena alasan ini, pada lautan yang tertutupi gunung es, dasarnya akan selalu berwujud cair dan memiliki suhu 4 C, dan di situ makhluk hidup masih bisa bertahan. Hal yang hampir serupa terjadi pada musim dingin. Bagian dasar danau dan sungai yang ditutupi lapisan es tetap dapat mendukung kehidupan.
Air Lambat Memanas Dan Membeku
Sifat air yang lain adalah penguapan dan pembekuan yang lambat. Telah diketahui bahwa pada musim panas, pasir cepat memanas pada siang hari dan juga cepat mendingin pada malam hari. Sebaliknya, suhu air laut hanya berubah sekitar 2-3 C antara siang dan malam. Hal ini disebabkan karena air menjaga suhunya ketika suhu mendadak naik atau turun, dan memperlambat penguapan dan pembekuan. Jika kita mempertimbangkan sifat air ini dalam konteks bumi secara keseluruhan, kita akan melihat air, dalam wujud cair ataupun uap, di laut dan di atmosfer, memiliki peran yang sangat penting bagi suhu bumi. Air yang ada di permukaan bumi mencegah pemanasan yang berlebihan, dengan cara menyerap panas pada bagian bumi yang terdedah matahari. Pada bagian bumi yang tidak terkena matahari langsung, dengan panas yang dikandungnya, lautan dan air berfungsi sebagai radiator dan mencegah suhu turun terlalu rendah. Dengan mekanisme ini, perbedaan suhu antara siang dan malam selalu berada dalam batas toleransi manusia dan makhluk hidup lain. Andaikan jumlah air lebih sedikit daripada luas daratan, perbedaan suhu siang dan malam akan meningkat dan mengubah bumi menjadi gurun dan membuat kehidupan menjadi tidak mungkin, atau setidaknya sangat sulit.
"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir." (Surat al-Jatsiyah: 13)
Berat Awan
Awan dapat menjadi sangat berat. Misalnya, awan badai yang disebut kumulonimbus merupakan akumulasi dari 300.000 ton air.
Terbentuknya keteraturan yang menjadikan massa air sebesar 300.000 ton dapat melayang di udara sangatlah menakjubkan. Sebuah ayat Al Quran menyeru kepada kita untuk memperhatikan berat awan:
"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran." (Surat al-A'raf: 57)
Angin
"… dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal." (Surat al-Jatsiyah: 5)
Angin adalah arus udara yang terbentuk di antara dua zona yang memiliki suhu yang berbeda. Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan perbedaan tekanan udara, dan mengakibatkan udara terus-menerus mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Bila terjadi perbedaan di antara pusat tekanan (yakni suhu atmosfer) terlalu tinggi, arus udara (yakni angin) menjadi sangat kuat. Demikianlah terbentuknya angin yang sangat merusak, misalnya angin ribut.
Yang menarik, meskipun terdapat daerah-daerah yang memiliki perbedaan suhu yang sangat jauh seperti antara khatulistiwa dan kutub, bumi tidak selalu dihadapkan pada angin dan tekanan yang kuat, berkat adanya rintangan dan "pengaturan". Andai saja arus udara kuat, yang semestinya terbentuk di antara khatulistiwa dan kutub, tidak diperlemah (seperti akan digambarkan di bawah), tentu bumi akan berubah menjadi planet mati yang didera badai terus-menerus.
Pada prinsipnya, perbedaan ketinggian permukaan bumi memecah kekuatan angin. Perbedaan ketinggian yang mencolok akan menghasilkan sistem fron dingin dan panas. Seperti yang terlihat pada lereng pegunungan yang lebih rendah, sistem ini dapat menyebabkan munculnya angin baru. Dengan demikian, sistem dengan dua pusat (bi-centered) antara khatulistiwa dan kutub berubah menjadi sistem dengan banyak pusat (multi-centered) berkat adanya tebing-tebing terjal, dan angin diperlemah karena disalurkan ke beberapa arah. Rantai pegunungan pada kerak bumi berfungsi sebagai koridor udara raksasa. Koridor-koridor ini akan membantu angin menyebarkan udara ke seluruh penjuru bumi secara merata.
Kemiringan sumbu bumi juga berperan penting dalam memperlemah angin. Andai saja sumbu bumi benar-benar tegak lurus pada orbitnya, bumi akan dilanda badai terus-menerus. Khatulistiwa bumi memiliki kemiringan dengan sudut 23 27' pada bidang orbitnya. Dengan demikian, suhu di daerah antara dua kutub tidaklah tetap, berubah berdasarkan musim. Ini berarti bahwa tekanan udara menjadi seimbang, sehingga kekuatan angin jadi berkurang. Bila perbedaan suhu antara khatulistiwa dan kedua kutub menurun, angin akan bertiup lebih hangat.
Selain itu, dua lapisan gas yang menyelimuti planet bumi telah diciptakan untuk menyeimbangkan perbedaan suhu. Lapisan ozon dan karbon dioksida menyeimbangkan suhu atmosfer. Lapisan ozon menyerap kelebihan sinar matahari. Sebaliknya, karbon dioksida berfungsi menahan panas yang diperoleh dan mencegah pendinginan.
Semua hal di atas menunjukkan bahwa manusia berutang budi pada sistem ini-yang luar biasa terdiri atas subsistem-subsistem yang kompleks. Seluruh alam semesta diciptakan untuk memungkinkan adanya kehidupan manusia.
sumber : http://www.menyingkaprahasiaalamsemesta.com/5.htm
Senin, 20 Juli 2009
'Hamaswood' Tayang Perdana di Gaza
Tenda-tenda penampungan sementara di Gaza setelah agresi Israel meluluhlantakkan rumah-rumah warga Palestina di Gaza
JAKARTA - Ketika lampu di gedung pertunjukan di "Islamic University" di Kota Gaza dipadamkan, para pemimpin senior HAMAS, pria berjenggot, perempuan bercadar, dan pesohor lokal, mulai menyaksikan tayangan perdana film produksi Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) yang menguasai Jalur Gaza.
Film berdurasi dua jam itu, dengan naskahnya ditulis oleh orang kuat HAMAS di Jalur Gaza, Mahmoud Az-Zahar, bercerita mengenai kisah Emad Akel, komandan sayap bersenjata HAMAS, Brigade Al-Qassam, yang dibunuh Israel pada 1993.
Film yang menelan biaya 200.000 dolar AS dan pertama kali ditayangkan di Jalur Gaza, Jumat (17/7), tersebut akan ditampilkan pekan depan di pusat budaya di seluruh Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS dari faksi saingannya, Fatah, pada Juni 2007.
"Ini adalah Hamaswood, bukan Hollywood," kata Fathi Hamad, seorang pemimpin HAMAS dan menteri dalam negeri pemerintah terguling HAMAS di Jalur Gaza, setelah penayangan perdana film tersebut, Jumat malam,
"Kami berusaha membuat seni Islam yang berkualitas yang juga memusatkan perhatian pada perlawanan, tanpa memperlihatkan adegan tak bermoral yang penuh pancingan," katanya.
Perdana menteri terguling HAMAS Ismail Haneya juga termasuk di antara penonton film yang pembuatannya memerlukan waktu 10 bulan di satu tempat di bagian selatan Jalur Gaza, yang diharapkan HAMAS suatu hari akan berkembang menjadi kota media.
Dengan jutaan dolar AS dipertaruhkan bagi kegiatan medianya, HAMAS sudah mengoperasikan selusin jaringan berita, satu stasiun radio dan satu stasiun televisi satelit yang berpusat di Jalur Gaza.
HAMAS juga memiliki dua surat kabar harian yang diterbitkan di Jalur Gaza tapi dilarang di Tepi Barat Sungai Jordan, tempat yang dikuasai gerakan Fatah --yang setia kepada Presiden Mahmoud Abbas-- serta memproduksi laporan berkala dan majalah berkala bagi sayap garis kerasnya.
Namun tak ada rumah produksi film di daerah miskin Jalur Gaza, yang diapit oleh Mesir dan Israel, karena bioskop di Jalur Gaza ditutup pada penghujung 1980-an, selama intifada --aksi perlawanan-- pertama, terhadap Israel.
Jalur Gaza dulu memiliki enam rumah produksi film utama, tapi semuanya ditutup karena pegiat palestina merasa hiburan tak tepat pada saat perjuangan. Satu rumah produksi film yang disebut An-Nasser baru dibuka kembali pada 1995 selama tiga bulan, sebelum dibakar dan dihancurkan oleh pemrotes garis keras HAMAS di Jalur Gaza.
Oleh karena itu, film karya Emad Akel tersebut akan digelar di seluruh Jalur Gaza pekan depan terutama di kamp musim panas dan pusat kebudayaan yang dikelola oleh gerakan tersebut.
Pahlawan dalam film pertama HAMAS itu adalah Emad Akel (22), Yang menoreh ketenaran karena kemampuannya melakukan banyak penyamaran, termasuk berpakain sebagai pemukim Yahudi yang memakai "cipa" --topi khas orang Yahudi.
Pada awal 1990-an, ia menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh Israel karena peran yang diduga dimainkannya dalam pembunuhan 11 prajurit Israel, satu warga sipil Israel, dan empat orang Palestina yang bersekongkol dengan Israel.
Film itu, yang membangun citra Akel, juga berbicara mengenai bagaimana HAMAS didirikan pada 1988, tak lama setelah intifada pertama Palestina meletus melawan pendudukan Israel.
Az-Zahar, penulis naskah film tersebut, merupakan otak yang merencanakan pengambil-alihan Jalur Gaza pada pertengahan Juni 2007. Selama itu, pasukan keamanan, yang didominasi Fatah --yang setia kepada presiden dukungan Barat, Abbas, diusir. Az-Zahar, seorang dokter, juga telah menulis tiga novel dan dua naskah film.
"Perlawanan dimulai dari konsep kita guna menolak pendudukan dan menolak ketidakadilan, dan merestui para pahlawan yang mengabdi kepada rakyat Palestina dan kepentingan nasional dan yang terikat komitmen pada agama mereka untuk bertindak menjadi contoh," kata Az-Zahar, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.
Ketika berbicara mengenai pahlawan film tersebut, Az-Zahar berkata, "Kita menghadapi kisah seorang pemuda, hanya 22 tahun, yang mengorbankan dirinya demi Palestina. Ia menjadi contoh yang baik, dan kita memiliki banyak contoh seperti Emad Akel."
"Untuk alasan inilah kami memulai film ini. Kami mendorong yang lain untuk menulis, bertindak, dan main untuk memiliki kebudayaan, budaya perlawanan, budaya kedaulatan dan budaya moral hidup," kata Az-Zahar.
Majed Jendeya, sutradara film itu, mengatakan, "Emad Akel mewakili satu sekolah baru militer dalam sejarah perjuangan Palestina bersenjata secara umum. Ia adalah petempur perlawanan kelas atas, terutama buat HAMAS. Ia membangun tonggak sejarah bagi perlawanan Palestina bersenjata saat ini," katanya.
"Melalui Emad Akel, banyak serangan berkualitas tinggi dilancarkan terhadap tentara Israel, sampai militer Israel jadi terobsesi dengan operasinya. Bahkan (perdana menteri Israel yang dibunuh pada 1995 Yitzhak) Rabin memimpikan bagaimana mengakhiri hidup Akel," kata Jendeya.(ant/itz)
Senin, 13 Juli 2009
Sekolahnya anak-anak ummi.
adang | Selasa, 24/03/2009 16:06 WIB
Milad ke-21 YPI Adzkia Gelar Seminar Nasional
Al Imran - Posmetro Padang Memperingati hari lahir (Milad) ke-21 Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Adzkia, menggelar seminar nasional, Kamis besok (26/3). Selain seminar, acara lainnya yang telah digelar yakni lomba antara karyawan dan pendirian taman bacaan. Seribuan lebih buku sumbangan orang tua murid dan donatur lainnya, akan memenuhi taman bacaan yang berlokasi di Kalumbuak, Kecamatan Kuranji.
Humas YPI Adzkia Nursalim AMd mengatakan, seminar yang akan digelar di komplek Gelanggang Olah Raga (GOR) Adzkia yang baru saja selesai di bangun di komplek YPI Adzkia Taratak Paneh itu bertajuk, "Generasi Smart Berbasis Budaya" dengan sub tema Selamatkan Anak-anak Indonesia dari Pencuri Masa Depan.
Dijelaskan Steering Committe (SC) seminar Dian Martiani, berbagai kegiatan yang telah digelar itu, secara internal bertujuan untuk lebih meningkatkan silaturahmi. Sedangkan untuk eksternal, menjadikan lembaga Adzikia bertambah nilai manfaatnya bagi masyarakat Sumbar khususnya masyarakat sekitar komplek YPI Adzkia.
Dengan seminar ini, jelas Dian, diharapkan YPI Adzkia bisa mewujudkan pendidikan yang mencerahkan, berkualitas dan berbudaya yang telah diimplementasikan dalam sistem kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang telah diterapkan di sekolah tersebut. Seperti, untuk taman kanak-kanak (TK) dengan menerapkan sistem sudut (sentra), untuk murid SMP dengan sistem moving class (kelas berpindah).
Sementara, Ketua Pelaksana seminar Ismira menyebutkan, sebagai pembicara akan hadir Prof Irwan Prayitno (Ketua Komisi X/bidang pendidikan DPR RI), Dr Dewi Utama Faiza (pemerhati pendidikan dari Departemen Pendidikan Nasional), Tati Elmi (Ketua I Aliansi Selamatkan Anak Indonesia) dan Puti Reno Raudah Thaib (budayawan Sumbar sekaligus bundo kanduang).
"Peserta ditargetkan minimal sebanyak 800 orang. Untuk mahasiswa, bisa membeli undangan seharga Rp 75 ribu. Sedangkan umum (guru) Rp 100 ribu. Bagi pasangan suami istri yang ingin berpartisipasi, panitia memberikan keringanan dengan menebus undangan sebesar Rp 150 ribu saja," ungkapnya.
Seminar yang digelar pada Milad yang sebenarnya jatuh pada tanggal 8 Maret tersebut, menjawab kekhawatiran sistem pendidikan sekarang. Dimana, banyak orang tua memasukan anak-anaknya ke sekolah yang lebih mementingkan kecerdasan secara kognitifnya saja. Sementara, pengetahuan tentang etika dan akhlak, sering terabaikan.
"Sebagai masyarakat Minangkabau yang menganut filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, pelajaran tentang etika dan akhlak patut diajarkan sedari dini. Jangan sampai generasi depan kita, tidak mengenal kato nan ampek, adab bertamu, adab menerima tamu dan lainnya," tegas Ismira. [*]
UN, kenapa tidak ada yang peduli dengan kwalitasnya??????????
amis, 04/06/2009 08:29 WIB
Kecurangan Pelaksanaan UN, Ekspresi Mentalitas yang Tidak Siap
Oleh: Kurnia Hadinata, S. Pd*Harian Padang Ekspres pada Jumat (17/4) silam mengapungkan berita berjudul “Kunci Jawaban Ujian Nasional (UN) di Perjual-Belikan di Padang†Dalam kutipan berita itu menulis petik bahwa informasi tentang beredarnya kunci jawaban soal UN tingkat SMA/K yang dilangsungkan secara nasional pada Senin, 20 April 2009 kamaren semakin santer. Selain terdapat secara fisik, tetapi juga beredar secara luas di media terutama internet. Harganyapun dibanderol jutaan rupiah.
Pemberitaan tersebut cukup menjadi perhatian kita semua ditengah kembali mengapungnya folemik pro dan kontra pelaksanan UN di tanah air. Sebab pelaksanaan UN 20 April 2009 untuk SMA/MA/K serta 27 April 2009 untuk SMP/Mts dan disusul untuk SD pada Mei 2009 mendatang di seluruh negeri akan menjadi perhatian semua pihak. Sedikit saja isu yang mengeliat dalam pelaksanaannya akan menjadi efek bola salju yang terus menggelinding dalam persoalan dunia pendidikan kita. Baik pelaksanaannya, baik pula hasil yang dicapai akan mengangkat pamor dunia pendidikan kita, namun sebaliknya amburadul pelaksanannya dan buruk hasilnya maka tidak ampun lagi dunia pendidikan kita akan dikecam keras. Tidak tangung-tangguh seluruh mata akan tertuju, dan semuanya kasak-kusuk mencari kambing hitamnya dan saling menyalahkan. Memang kita tidak bisa mengelak lagi bahwa memang UN sepertinya sudah dibabtis sebagai salah satu tolak ukur kemajuan pendidikan di Indonesia.
Pelaksanaan UN dipastikan masih menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh siswa sekolah di negeri ini. Hal ini tentu bukan beralasan, sebanyak pelaksanaan UN dari setiap tahunnya selalu menyisakan kisah pilu dan duka yang mendalam bagi mereka yang tidak lulus. Pintar, juara kelas tidak menjadikan siswa jaminan untuk lulus UN. Pengalaman menunjukan banyak siswa dengan tingkat Inteligensi dan kepandaian yang bagus ternyata di UN tidak lulus. Sebaliknya siswa dengan tingkat kepandaian biasa bahkan dibawah standar secara mencengangkan lulus dengan nilai luar biasa. Tidak hanya itu ada sekolah yang dianggap bermutu dan berkualitas malah siswanya ada sebahagian yang tidak lulus. Ironisnya, sebuah sekolah swasta yang dianggap dengan kualitas sedang ke bawah teryata secara mengejutkan berhasil meluluskan siswanya seratus persen dengan nilai yang memuaskan.
Kita tetap tidak bisa mengelak kondisi ini sangat menjadi kemelut dan secara psikologis sangat membebani siswa. Bagaimana tidak mereka selalu dihadapan dengan kabar petakut bahwa standar kelulusan UN yang setiap tahunnya selalu ditingkatkan. Tidak hanya itu mata ujianpun setiap tahunnya juga direncanakan akan ditambah. Kondisi ini tentu bagaimanapun juga membebani beban mereka. Tidak hanya itu pihak sekolahpun demikian, bagaimanapun juga nilai dan lulusnya siswa mereka dalam UN tentu menjadi tolak ukur keberhasilan guru dan keberhasilan kepala sekolah, bahkan nama sekolah tersebut. Sehingga pihak sekolah mati-matian menyiapkan siswa mereka dalam mengahadapi pelaksanaan UN, mulai dari pelaksanaan kegiatan kelas tambahan sore khusus bagi siswa yang akan mengikuti ujian sampai pelaksanaan tes uji coba try out baik skala sekolah, kabupaten dan kota sampai tingkat propinsi.
Tetapi Selain persiapan secara positif itu dilakukan, kadang kala mereka (pihak sekolah) masih belum yakin jika siswa mereka dapat lulus dalam saringan yang bernama UN itu. Salah-salah jika tidak dibantu, tentu nama kepala sekolah menjadi taruhannya, siswa gagal, sekolah dianggap gagal dalam melaksanakan proses pembelajaran, kepala sekolah dicopot guru menjadi kambing hitamnya. Kondisi ini tentu mendorong banyak sekolah yang pada akhirnya nekad melakukan kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan UN di lapangan. Mulai dari membocorkan soal, mengelabui pemantau independen, memasukan kunci, membantu siswa dalam mengerjakan soal sampai menyebarluaskan kunci melalui media komunikasi seperti HP, bahkan secara manual sekalipun.
Apa yang penulis ulas tersebut sebenarnya sudah menjadi rahasia umum, setiap tahunnya UN selalu digelimangi dengan isu kecurangan yang terjadi. Pada UN tahun lalu misalnya, ada kepala sekolah yang akhirnya berurusan dengan yang berwajib karena membocorkan soal. Tahun lalu juga beberapa guru di Medan juga di kandang situmbin kan karena melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN. Meski berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah untuk mengantisipasi kecurangan mulai dari pembersihan lingkungan sekolah, menataan manajemen pelaksanan, namun indikasi kecurangan tentap saja terjadi, ada apa ini, apakah ini yang namanya kongkolingkung pelaksanaan UN?
Wacana inilah yang sengaja penulis apungkan, bagaimanapun juga penulis melihat bahwa kecurangan yang terjadi di lapangan dalam pelaksanaan UN merupakan gambaran yang tidak baik. Bagaimanapun kecurangan itu merupakan indikasi dan ekspresi mentalitas sekolah yang tidak siap dalam menghadai ujian nasional. Bahkan muncul ramor dikalangan sekolah, jika sekolah lain berbuat curang dalam pelaksanaan UN kenapa pula kita repot-repot bermain bersih, apa salahnya curang sama curang, toh tugas kita mulia membantu anak lulus. Inilah dilemanya, mau apa lagi nasi sudah menjadi bubur, kita lihat saja dilapangan siapakah dan apakah letup-letup kecurangan ini akan menguap di pelaksanan UN tahun ini.
Barangkali marilah kita mawas diri, semua pihak yang terkait. Harapan kami semua tentu siswa jangan terpancing dengan munculnya kunci jawaban UN yang beredar dari luar. Sejarah pelaksanaan UN tahun lalu telah membuktikan banyak siswa di sebuah sekolah yang tidak lulus gara-gara terjebak dengan kunci jawaban yang beredar dari luar. Kegagalan itu tentu sengat menyakitkan sekali, nah mari persiapkan diri siswa dengan segala kemampuan, usaha yang sunguh-sungguh pasti akan menghasilkan hasil yang maksimal. Selain itu semua unsur yang terlibat guru, pengawas, kepala sekolah, dinas terkait mari kita jaga pelaksanaan UN tahun 2009 ini sukses. Khusus kepada guru, rekan-rekan saya di seluruh tanah air bagaimanapun juga sukses tidaknya UN ini juga merupakan wujud profesional kita, orang-orang yang bekerja di bidang pendidikan di negara ini.
*Penulis adalah Pemerhati Pendidikan staf pengajar di SMPN 2 Panti, Pasaman, Sumbar
sumber : http://padang-today.com/index.php?today=article&j=4&id=773
Berita lama tentang sekolah ummi
Dengungan Dangung-Dangung
Demikian gambaran SMP Dangung Dangung Kecamatan Guguk dekat kota Payakumbuh. Istimewanya: itu SMP sejak 1961 mulai meninggalkan pola pendidikan lama, kemudian tanpa beslit apa-apa mengalihkan cara pengajaran kepada sistim yang sekarang dinamakan sistim pembangunan itu. SMP yang terdiri dari 15 lokal itu tak luput mendapat kunjungan pejabat-pejabat Jakarta ketika yang terakhir ini membicarakan kelanjutan Sistim Pendidikan Pembangunan di IKIP Padang, Juni yang lewat.
50 Kota. Siapa yang mula-mula berazam merobah pola pengajaran itu?. Itulah Masmimar, yang memimpin sekolah tersebut dari 1960 hingga 1968 dan kini dilanjutkan Amir. "Perobahan dilakukan secara berangsur, mulai dari membuat tebat ikan, membangun mushalla kemudian baru disusul pelajaran ketrampilan lainnya", Amir menerangkan kepada Koresponden Chairul Harun. Tebat ikan ini pada tahun 1971 dinyatakan Dinas Perikanan Darat setempat sebagai kolam ikan terbaik dalam Kabupaten 50 Kota Sedang mushalla yang digunakan sembahyang berjamaah oleh guru dan murid pada waktu zuhur, dianggap Amir sebagai tempat terpenting "Kiranya Tuhan telah memberikan rahmat dan membuka fikiran kami melalui mushalla ini", kata Amir pula. Dan benar: dukungan orang tua murid, kerajinan dan keuletan anak didik serta kerja sama yang harmonis di kalangan guru, sangat terasa sesudah mushalla dibangun. Gambaran lain seperti ini: pelajaran ketrampilan sebagian besar diberikan sore. Perbandingan pengetahuan umum dengan ketrampilan 60 : 40. Tidak ada. kemerosotan pengetahuan umum, sebab dalam pengalaman selama 3 tahun "prosentasi hasil ujian penghabisan di atas 80%", seperti disebutkan Amir pula.
Piket. Namun perombakan sistim pendidikan di sekolah ini bukan hanya, sekedar penyusunan kurikulum baru dengan memasukkan aspek-aspek ketrampilan bukan pula hanya akibat perubahan kebutuhan masyarakat. Yang nampaknya lebih penting adalah pembaharuan manajemen persekolahan tersebut. Demikian misalnya tampak suasana demokratis di kalangan majlis guru. Tidak ada diskriminasi antara guru pengetahuan umum dengan guru ketrampilan. Tiap minggu pimpinan mengadakan konsultasi dengan para staf pengajar. Waktu-waktu semacam itu merupakan kesempatan menyampaikan gagasan-gagasan baru koreksi, sampai pun kepada keluhan-keluhan. Barangkali itulah sebabnya Amir mengatakan: "Sebenarnya di sini tak ada lagi sebutan Kepala. Yang ada ialah Pimpinan yang memegang polcy umum".
Tiap hari, praktis yang memimpin sekolah adalah guru piket yang memang dibebaskan dari kewajiban mengajar. Tapi sewaktu-waktu bila ada guru berhalangan hadir, guru piket harus dapat segera turun gelanggang hingga tak ada jam pelajaran yang sia-sia. Jelasnya seperti dikatakan Amir: "Guru piket inilah yang mengendalikan pelaksanaan pendidikan setiap hari-sekolah".
Disamping itu ada pula kotak yang sengaja disediakan untuk menampung segala laporan harian guru-guru. Sebelum pulang sekolah, Wakil Direktur mengumpulkan dan memeriksa laporan-laporan itu. Hal-hal yang dianggap prinsipil diserahkan kepada Pimpinan untuk diputuskan, tapi hal-hal yang teknis sifatnya diselesaikan bersama dengan guru-guru dan pihak tata usaha.
Sumando. "Sebenarnya disekolah ini setiap guru bisa menjadi pimpinan", Amir menerangkan lagi. Sebab mereka bukan hanya menguasai mata pelajaran yang akan diajarkan, tapi juga administrasi pendidikan. Dan lumayannya, guru-guru tak begitu mengalami kesulitan ekonomi juga perumahan "sebab 41 orang guru itu adalah putera atau urang sumando Dangung-Dangung", Amir berkata. Karena itulah mereka dapat memberikan perhatian penuh dari pagi hingga petang terhadap anak didik.
Urang awak. Bagaimanapun, dirasakan bahwa sekolah biasa yang kemudian hendak menjadi sekolah "yang pembangunan" akan pasti memerlukan biaya jauh lebih besar. Apalagi kalau ide itu hanya datang sebagai inisiatif sendiri, seperti dilakukan Masmimar tadi. Maka untuk pengajaran ketrampilan, demikian Amir, "kami harus bertolak dari sumber-sumber bahan yang tersedia dan dapat dibuat di tempat ini". Bantuan bukan tak ada. Tapi bagi Amir bantuan yang misalnya sebesar Rp 1 juta dari UNICEF baru-baru ini, dianggapnya hanya sebagai perangsang untuk kemudian bisa membuat alat-alat sendiri. Sebab, "banyak peralatan yang diberikan UNICEF tidak bisa dipakai beberapa sekolah karena terlalu mewah, dan kalau rusak tak dapat diperbaiki". Sedang SPP yang setiap bulan hanya diterima sekitar Rp 25 ribu, jelas tidak memadai tapi bagi Amir hal itu belum jadi masalah yang gawat. Dan anak-anak ini, biarpun melakukan pekerjaan kreatif seperti memperbaiki sepeda atau menggunting rambut, samasekali tak mengutip bayaran.
Tapi yang tetap mendengung-dengung dibenak orang banyak: bagaimana supaya lulusan SMP Dangung-Dangung tidak menganggur bila peluang untuk melanjutkan sudah tertutup. Mereka, menurut Amir, harus mampu membuka lapangan kerja sendiri. Dengan berpedoman bahwa masyarakat banyak memberikan bantuan pada sekolah ini, maka menurut Amir "masyarakat tak boleh dirugikan karena kesalahan dalam sistim dan pelaksanaan pendidikan". Tapi masyarakat di sini adalah masyarakat daerahnya. Sebab menurut pimpinan sekolah ini, "pelajaran ketrampilan bukan dimaksud sebagai bekal kelak anak itu pergi ke kota, tapi supaya mereka mampu bertahan di kampung". Boleh juga
sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1972/09/23/PDK/mbm.19720923.PDK60526.id.html