Senin, 27 Juli 2009

Diyakini Ada Bencana, Danau Kelimutu Berubah Warn

  Dua dari tiga danau Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur dilaporkan kembali berubah warna. Perubahan warna ini terjadi secara alamiah.

Air pada danau Tiwu Ata Polo atau danau para arwah orang jahat yang semula berwarna coklat tua kini telah berubah warna menjadi hijau tua. Sedangkan Tiwu Nua Muri Koo Fai atau dana tempat berkumpulnya arwah muda-mudi yang sebelumnya berwarna hijau muda berubah menjadi hijau kebiru-biruan.

Satu danau lainnya, Tiwu Ata Mbupu atau danau orang tua yang terletak terpisah sekitar 200 meter dari dua danau lainnya tetap berwarna kehitaman.

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Gatot Soebiantoro yang dihubungi, Minggu (24/5/2009), membenarkan perubahan air pada kawah dua danau tersebut. "Perubahan terjadi pada bulan April lalu. Danau Tiwu Ata Polo seperti coklat coca cola dan danau Tiwu Nua Muri Koo berwarna hijau daun," kata Gatot.

Menurutnya perubahan ini diawali dengan munculnya larutan atau suspensi yang menyebar di beberapa tempat pada kedua danau. Khusus danau Tieu Ata Polo, berdasarkan hasil penelitian Geologi Bandung, terdapat kandungan zat besi. Sedangkan danau Tiwu Nua Muri Koo Fai terdapat tekanan gas yang sangat tinggi, karena status gunung yang masih aktif.

"Tidak ada gejala lain, sebelum terjadi perubahan warna," lanjut Gatot.

Dia menambahkan, struktur tanah pada dinding setiap danau sangat labil, sehingga sering menimbulkan longsoran kecil. "Tetapi longsoran ini bukan penyebab terjadinya perubahan warna," lanjutnya.

Kejadian seperti ini, ujarnya, merupakan fenomena alam, sehingga tidak perlu dikaitkan dengan hal-hal mistik. "Masyarakat Ende-Lio diyakini sebagai tanda atau peringatan alam yang harus diperhatikan, misal akan terjadi bencana, tetapi saya minta masyarakat tidak peru mengaitkan dengan hal-hal yang berbau magic," katanya.

Danau yang terletak sekira 60 kilometer arah timur Ende-Flores, termasuk salah satu keunikan dunia dengan sejuta misteri. Danau ini masuk dalam wilayah administrasi Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru. Berada pada ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut atau sekira 5.377 kaki, menjadikan lokasi itu sangat sejuk.

Kelimutu berasal dari bahasa Ende-Lio. Sebelum tahun 2006, danau ini terdiri dari warna merah, biru dan putih. Namun kini, warnanya telah berubah. Keindahan danau Kelimutu pertama kali publikasikan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Namun, keindahannya baru dikenal luas setelah Y Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929.

Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.

Sejak 26 Februari 1992, Pemerintah Indonesia menetapkan Kawasan Kwlimutu sebagai Kawasan Konservasi Alam Nasional dengan luas keseluruhan mencapai 1.051.000 meter persegi. Para ahli memperkirakan, volume air ketiga danau mencapai 1.292 juta meter kubik.

Masing-masing danau dikelilingi dinding terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter. Para ilmuwan memperkirakan Danau Kelimutu, sebelumnya adalah gunung berapi. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1886. (hri)

sumber : http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/24/1/222473/diyakini-ada-bencana-danau-kelimutu-berubah-warna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar