Kamis, 30 September 2010

Sakik paruik mambaconyo

Renungkanlah:


 
Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai 'office boy'di Istana Negara (kantor SBY), Jakarta.
 
Andi Mallarangeng mewawancara dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai ob


'Kamu diterima,' katanya, 'berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja.' Laki-laki itu menjawab,'Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail.'
 
 
 
'Maaf,' kata Mallarangeng. 'Kalau kamu tidak  punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja.'
 
 
 
Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan  Rp.100.000 di dalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10kg peti tomat. Ia menjual tom at itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000
 
 
 
Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari.Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.
 
 
 
Lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia. Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
 
 
 
Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya.
 
Laki-laki itu menjawab, 'Saya tidak punya e-mail.'
 
Sang broker bertanya dengan penasaran, 'Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!'
 
Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, 'Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!!
 
____________ _________ _________ _________ ___
 
 
 
Pesan Moral:
 
1. Internet bukanlah solusi hidup Anda.
 
2. Kalau Anda tidak punya akses internet, lalu bekerja keras, Anda bisa jadi milyuner.
 
3. Kalau Anda menerima pesan ini melalui e-mail, Anda lebih dekat untuk menjadi 'office boy/girl' daripada seorang milyuner he..he4x. Have a nice day!!
 
 
 
NB Jangan kirim balik pesan ini pada saya, saya hendak menutup e-mail saya dan menjual tomat!!!

Sumber :

Re: [RANG TUJUAH KOTO] Fw: [gontorians] Fwd: Fw: Internet VS Tomat

Rabu, 29 September, 2010 16:39

 

Jumat, 17 September 2010

Kamis, 16 September 2010

ALAM AKAN RAMAH JIKA KITA SAYANGI

Berhubung kakak akan berangkat ke Kairo mengikuti jejak Azzam untuk menuntut ilmu di negeri seribu menara tersebut, maka ummi menyempatkan untuk mengajak kakak menemui atok, nenek, etek, mamak dan sepupunya semua ke kampung Padang Japang Payakumbuh Sumatra Barat. Di kampung dalam waktu yang sangat terbatas, Alhamdulillah bisa main ke sawah dan kincir airnya Mak Bal. Mak Bal atau M.Iqbal adalah adik ummi yang ke 3 telah memutuskan jadi petani. Sebagai petani Mak Bal sangat mencintai profesinya juga sangat mencintai alam.

          Mak Bal dengan sekuat daya memulai menanam padi organik dengan pupuknya dari kotoran sapi dan ayam. Untuk bertani harus bisa menyayangi alam. Mak Bal bahkan sekuat tenaga bisa memelihara harimau dahan yang di kampung disebut harimau buluh. Orang yang berusaha menangkapnya dimarahi habis-habisan oleh Mak Bal, supaya jera menangkapnya. Bahkan sekarang harimau buluh Mak Bal sudah beranak pinak. Harimau buluh itu memakan tikus-tikus yang memakan padi. Petani juga yang untung kan?.

          Selain itu kalau sawah kering bahkan Mak Bal rela memindahkan berudu katak yang kekeringan supaya katak bisa hidup baik, karena katak akan memakan belalang. Keseimbangan alam akan mengasih yang banyak kepada manusia. Kolam air yang berasal dari Batang Sinamar yang dialirkan ke sawah melalui sebuah kincir air bahkan tanpa sadar mengasih hasil tambahan. Ketika airnya kering dialirkan ke sawah ummi, kakak dan adik-adik menangkap ikan. Ikan yang ada di kolam Mak Bal bukan hanya ikan yang sengaja dilepas.

          Pengalaman menangkap ikan mungkin pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh ummi maupun kakak. Selain mendapatkan ikan nila yang sengaja dilepas, kita juga menemukan ikan bansai, udang dan bahkan kerang hijau, pensi, ikan baung, yang mungkin berasal dari Batang Sinamar. Kolam Mak Bal yang dijaga supaya seimbang terus memberikan berkah. Betapa tidak beberapa tahun yang lalu di sawah sudah sangat sulit menemukan belut, apalagi ikan karena pemakaian pupuk buatan dan pestisida. Sekarang Mak Bal berusaha untuk tidak pakai pupuk apalagi pestisida. Semoga langkah Mak Bal diikuti oleh banyak petani lain. Sungguh petani yang tidak ramah terhadap hewan-hewan predator itu, sungguh masih bisa merasakan bahwa setidaknya sawahnya digerayangi tikus.

          Selain memelihara harimau dan katak Mak Bal juga berusaha memelihara ular-ular yang hidup di sawah. Jadi kalau ketemu ular Mak Bal akan mengusir aja dengan baik, bukan memburunya. Beberapa waktu yang lalu banyak yang menangkap ular, biawak dan kodok raksasa di sepanjang aliran Batang Sinamar. Sekarang setidaknya di sekitar sawah kita sudah mulai ada lagi ular, dan kodok serta burung puyuh. Juga seperti burung sikikih yang bewarna biru. Burung yang sudah terlanjur punah adalah burung taguak-taguak, tiang alau dan burung kasawai. Coba kalau ada orang yang paham dari dahulu tentu kakak bisa melihat lagi. Tapi yang bisa kakak saksikan adalah burung puyuh yang tidak punya ekor. Harimau hanya bisa dilihat tahinya saja, tahinya berupa bulu-bulu tikus. Kalau harimaunya tidak bisa dilihat karena keburu sudah siang, dilihat. Juga berhubung sawah Mak Bal luas sekali, jadi sulit mencarinya lagi di pojok mana keluarga harimau itu lagi berburu tikus. Kalau ketemu sih Insya Allah bisa dilihat, harimaunya agak jinak, layaknya seekor kucing saja.

          Memang sih harimaunya disangka kucing, persis kucing dan dipeluhara oleh Mak Bal. Harimau tersebut tidurnya di dangau di tengah sawah Mak Bal. Dulunya anaknya saja, induknya mungkin sudah mati diburu. Harimau buluh makin hari makin sulit dijumpai saat itu. Anaknya dipindahkan Mak Bal ke dangau dan dilihat Mak Bal tiap hari. Alhamdulillah juga masih ada jantannya. Sekarang harimau itu telah merupakan keluarga yang lumayan besar.Semoga bisa bertahan ya Mak Bal . Amin