Rabu, 22 Juli 2009

Ilmu al quran tentang laut

Sepertinya udah puluhan text books and ratusan papers dibidang kelautan udah saya baca. Ilmu tentang laut sudah saya geluti dan cintai sejak lama, kurang lebih dari semenjak bangku kuliah ditahun 2000. Namun delapan tahun berlalu tanpa pernah melihat bagaimana iman islam yg saya pegang teguh berbicara mengenai profesi yg saya cintai.

Saya akan menyinggung bagaimana Internal wave, Black/White smoke, ocean front and Solitary wave-like, SST change telah dicantumkan didalam al-quran.

Sebenarnya ini bukan yg pertama, sebelumnya saya pernah melihat dokumentasi sejenis tentang blog yg menuliskan sebuah ayat al quran yg berbicara tentang internal wave didalam surat an nur ayat 40. Menarik bukan, bagaimana ilmu yg sekarang lagi exist di Indonesia, telah diungkap didalam ayat suci al quran sejak 13 abad silam sebelum remote sensing and super computer lahir dan bahkan sebelum ilmu numerical discretization lahir.

[24.39] Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yangd isangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.

[24.40] Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan)barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.

[24.41] Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah:kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.Masing-masing telah mengetahui (cara) sembah yang dantasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

[24.42] Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).

Internal Wave pada dasarnya dalam ilmu oceanography adalah layaknya seperti gelombang permukaan. Gelombang sangat mudah dicermati diantara dua bidang (interface) yg memiliki 2 sifat densitas yg berbeda. Dan terjadi jika ada gangguan atau external forces. Anda tentu melihat gelombang laut yg brada diantara medium air dan udara. Internal wave pun terjadi diantara medium air yg mempunyai densitas yg berbeda dan terbentuk karena adanya suatu gangguan, misalnya steep topography dasar laut yg curam. Contoh menarik adalah Internal wave di selat lombok.

Tulisan ini lahir hanya untuk memanfaatkan waktu luang saya dan kekagetan saya ketika saya menemukan phenomena menarik lainnya tentang lautan di al-Quran ketika saya berada didalam kereta. Yang kedua ingin saya bahas adalah bukti bahwa al Quran telah menungkap dgn jelas adanya black smoke atau white smoke di dasar lautan yg gelap sebagai sumber energi. Al-Quran sudah mengungkapkan adanya sumber energi yg keluar dari dasar lautan yg dalam sebelum deep water vessel diluncurkan diakhir abad 20 ini. Dan uniknya al-Quran lahir ditengah masyarakat madani yg berada ditengah gurun yg dimana genangan air saja sudah merupakan karunia yg luar biasa. Dalam surat Ath-Thuur ayat 6, anda bisa menemukan literatur lengkapnya.

[52.1] Demi bukit,

[52.2] dan Kitab yang ditulis,

[52.3] pada lembaran yang terbuka,

[52.4] dan demi Baitul makmur,

[52.5] dan atap yang ditinggikan (langit),

[52.6] dan laut yang di dalam tanahnya ada api,

[52.7] sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,

[52.8] tidak seorang pun yang dapat menolaknya,

[52.9] pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,

[52.10] dan gunung benar-benar berjalan.

[52.11] Maka kecelakaan yang besarlah di hari itubagi orang-orang yang mendustakan,

[52.12] (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan,

[52.13] pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.

[52.14] (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.

Jika kita men-search terjemahan kata ‘laut’ yg dalam bahasa arabnya adalah BAHR, saya menemukan kurang lebih 49 ayat yg menggunakan kata laut. Sebagian besar menceritakan bagaimana ketika laut merah dibelah orang Nabi Musa dgn izin Allah sehingga Bani Israel dapat terbebas dari kejaran Fir’aun. Sedangkan Fir’aun dan bala tentaranya dilaknat oleh Allah SWT dengan ditenggelamkan akibat kesombongannya sendiri.

Tapi jika kita perhatikan salah satu ayat yg menceritakan kisah nabi Musa ini (terutama surat Asy Syu’araa ayat 63) , kita mendapatkan pelajaran dasar ilmu gelombang KdV, dimana setengah energi gelombang menjalar ke kanan dan setengahnya lagi bergerak ke kiri. Padahal kita ketahui bahwa gelombang KdV ini mampu menjembatani pemahaman gelombang non-linear yg menjelimet :) .

[26.61] Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa:”Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”.

[26.62] Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.

[26.63] Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

[26.64] Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yanglain.

[26.65] Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.

[26.66] Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.

[26.67] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar(mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

[26.68] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar DialahYang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Ilmu kelautan lain yg terdapat didalam al-Quran adalah ‘FRONT’ concept. Dalam dunia oceanography ada istilah front untuk menunjuk kepada garis batas yg memisahkan dua jenis sifat air. Contoh horizontal front adalah batas yg memisahkan sifat air sungai dan air laut. Nanti klo dateng berkunjung ke sungai besar yg bermuara dilaut, silahkan perhatikan apakah anda dapat menemukan batas front ini. Konsep untuk mencari karakteristik suatu massa air laut juga bisa dilihat dalam front context, bagaimana suatu massa air laut yg mengalir jauh dari asalnya masih menyimpan ‘gen’ asli tempat asalnya.

[25.53] Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Al Furqon, ayat 53)

Global warming + sea level rise = dooms day ??? It’s far from what i believed. Tapi dalam surat at-Takwir ayat 6 dan Al Infithaar: 3 dicantumkan salah satu tanda -datangnya- kiamat adalah meningkatnya Ocean temperature. Meningkatnya Sea Surface Temperature (SST), bukan saja momok bagi orang kelautan, namun bagi semua orang didunia. Efeknya tidak tanggung2, tingginya supply CO2 ke laut akan menurunkan pH air laut dan menyebabkan ocean acidification. Dgn acidification ini hampir seluruh aktifitas organisme di laut terganggu dan mungkin saja laut hanya seperti kumpulan air asin saja. Mengerikan!!!

[81.1] Apabila matahari digulung,

[81.2] dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

[81.3] dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

[81.4] dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),

[81.5] dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

[81.6] dan apabila lautan dipanaskan,

[81.7] dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengantubuh),

[81.8] apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

[81.9] karena dosa apakah dia dibunuh,

[81.10] dan apabila catatan-catatan (amal perbuatanmanusia) dibuka,

[81.11] dan apabila langit dilenyapkan,

[81.12] dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

[81.13] dan apabila surga didekatkan,

[81.14] maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

[82.1] Apabila langit terbelah,

[82.2] dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

[82.3] dan apabila lautan dijadikan meluap,

[82.4] dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

[82.5] maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.


Ataukan itu semua (meningkatnya SST) bukan cm suratan takdir tp justru itu hanya karena keangkuhan manusia yg tidak habisnya merusak alam, sehingga kita mampu manghambat laju CO2?

[30.41] Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supayaAllah merasakan kepada mereka sebahagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).

Setidaknya selain banyak disebutkan rezeki-rezeki yg bisa kita ambil dari laut seperti ikan, mutiara, bahan mineral lain (emas, perak dll) (atau nyari uang dari belajar laut, seperti saya :p )

[5.96] Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.

[16.14] Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan(untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari(keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.

Juga disebutkan bahwa laut mempunyai sisi yg ‘menyeramkan’ jg. Seperti freak wave. Freak wave adalah gelombang nonlinear yg dapat disebabkan krn wave focusing atau coalition of 2 small freqs. Kejadiannya sulit diramalkan, dan terjadi tiba2 tanpa didahului sebab yg jelas seperti badai. Dan mampu menenggelamkan kapal yg sebesar 2 kali lapangan bola dgn hanya sekali tebas.

[6.63] Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut,yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dandengan suara yang lembut (dengan mengatakan):”Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari(bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yangbersyukur.”

Itulah yg bisa saya rangkaikan, tentunya rahasia sejati dari ayat2 tersubut hanya milik Allah semata dan saya hanya menyambung2kan dengan apa yg pernah saya pelajari saja tanpa terlebih dahulu men-cek sebab musabab turunnya ayat tersebut.

Wassalam,
-r/K-


[18.109] Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis)kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).

[31.27] Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
sumber :http://kartadikaria.wordpress.com/2008/09/05/ilmu-al-quran-tentang-laut/#comment-39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar