Siti Zakiah SP*:
Bersyukur Atas Nikmat Allah
Mesjid -
Adalah hadiah terindah dari Allah SWT bagi semua orang-orang yang beriman, tahun ini dipertemukan kembali dengan Bulan Ramadhan. Hadiah Rabbaniyah agar derajat kemanusiaan kita meningkat menjadi orang yang bertaqwa. Sudah sepatutnya, kita bersyukur atas segala nikmat Allah sehingga dapat menjalani ibadah Ramadhan yang di dalamnya penuh keberkahan, rahmat dan maghfirah.Allah SWT berfirman, yang artinya "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim :7)
Dengan berpuasa, kita diajarkan untuk merasakan langsung akan besarnya nikmat Allah kepada kita. Di saat makanan dan minuman halal tersedia, nafsu untuk menikmati ditahan tidak sekedar lahir tetapi juga batin. Sehingga ketika tiba waktu berbuka, walaupun yang terhidang alakadarnya, tapi menyantap makanan menjadi begitu nikmat. Kita pun terdidik untuk ikut merasakan penderitaan orang lain yang tidak mampu dengan menumbuhkan kepedulian untuk memberi perbukaan pada orang yang berpuasa. Dimana ganjaran pahalanya langsung disamakan Allah dengan pahala orang yang berpuasa tadi tanpa mengurangi pahala puasa yang menerima perbukaan itu.
Sungguh, sebenarnya hidup ini dilimpahi beragam kenikmatan dari Allah, namun banyak yang tidak menyadari sehingga tidak pernah mensyukuri. Ada yang kecewa terlahir sebagai orang miskin, buruk rupa pula. Ada yang frustasi, putus cinta, lalu menjadi gila. Tidak sedikit yang dililit utang, gagal dalam pemilihan kepala daerah, mencoba bunuh diri. Hidupnya terasa susah, batinnya terasa sempit, sehingga hatinya tertutup melihat bahwa di balik setiap kesusahan itu disediakan kemudahan oleh Allah.
Bacalah Al Qur'an Surat Alam Nasyrah (94) 1 sampai 8. â€Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap."
Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam bukunya Fawa’idul Fawa’id, bangunan agama Islam didirikan pada dua landasan yaitu dzikir dan syukur. Artinya dengan dzikir mengharuskan kita mengingat nikmat, karunia dan kemurahan-Nya terhadap makhluk kemudian mengingat perintah dan larangan-Nya. Sedangkan syukur ialah ta’at kepada-Nya dan taqarrub dengan berbagai hal yang dicintai-Nya, zhahir dan batin.
Jika Allah ingin menyempurnakan nikmat terhadap hamba-Nya, maka Dia memperlihatkan nikmat yang datang itu, lalu memasang syukurnya sebagai pengikat nikmat itu agar tidak lepas. Karena nikmat akan lepas karena kedurhakaan dan diikat dengan rasa syukur. Allah juga memberinya taufik untuk mengerjakan amal, agar datang nikmat berikutnya yang ditunggu-tunggu, kemudian memperlihatkan jalan yang bisa menghambat datangnya nikmat itu atau memutuskannya.
Salah seorang ulama bernama Syaqiq bin Ibrahim mengatakan bahwa pintu taufik dari Allah akan ditutup bagi seseorang karena enam perkara :
1.Menyibukkan diri dengan nikmat tanpa mau mensyukurinya.
2.Suka mencari ilmu tanpa mau mengamalkannya
3.Cepat dalam melakukan dosa dan menangguhkan taubat
4.Terpedaya karena bergaul dengan orang-orang shalih namun tidak mengikuti perbuatan mereka
5.Keduniawian berpaling dari mereka namun mereka mengejarnya.
6.Akhirat akan mendatangi mereka namun mereka berpaling darinya.
Sebagai manusia,kita sering lalai mensyukuri betapa besar nikmat Allah pada penciptaan diri yang lengkap dengan fungsi dari setiap anggota tubuh. Diciptakan-Nya mata untuk dapat melihat, diciptakan-Nya telinga untuk dapat mendengar, hidung untuk dapat mencium, tangan untuk dapat memegang, kaki untuk dapat melangkah, dan semua yang ada di tubuh kita pasti berfungsi melengkapi aktivitas hidup itu sendiri. Pentingnya nikmat itu disyukuri baru muncul jika ada bagian tubuh yang sakit dan tidak berfungsi. Tetapi kebanyakan manusia tidak siap dan menyalahkan takdirnya, jika terlahir cacat atau ditimpa musibah yang membuat salah satu nikmat Allah tersebut tercabut darinya. Karena itu mayoritas manusia menjadi musuh bagi nikmat Allah yang dilimpahkan kepadanya, tidak merasakan bahwa Allah telah membukakan nikmat untuknya dan mereka berusaha untuk menolaknya karena kebodohan dan kezhaliman.
Pernahkah kita belajar dari salah satu nama Allah dalam Asmaul Husna yakni As-Syakur. Allah SWT. Yang Maha Bersyukur, memberikan pahala kepada hamba-hamba-nya yang beriman yang mau berbuat kebajikan. Walaupun untuk seseorang yang hidup dalam kemaksiatan. Ini dikisahkan oleh Rasulullah SAW,bahwa dulu ada seorang pelacur yang melihat seekor anjing yang kehausan dan lidahnya terjulur keluar, lalu dibukanya sepatu, diambilnya air memakai sepatu itu dan diberikannya pada si anjing. Kebajikan si pelacur terhadap anjing tadi, dibalas Allah-As Syakur dengan ampunan terhadap dosanya dan ia dimasukkan kedalam syurga. Subhanallah.
Untuk itulah dalam momentum Ramadhan ini, kita berpuasa,tidak sekedar menahan diri dari lapar dan dahaga tetapi juga menahan diri dari ingkar nikmat Allah. Seperti Firman-Nya, â€Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku†(QS.Al Baqarah : 152).
Agar tidak termasuk orang yang mengingkari nikmat, lalu diazab Allah, maka marilah senantiasa bersyukur dengan apa yang telah dikaruniakan Allah pada diri dan keluarga kita. Bukti kesyukuran itu diperlihatkan tidak hanya dalam lafadz Alhamdulillah tetapi juga dengan banyak berbuat kebajikan sambil memanfaatkan nikmat Allah. Walaupun hidup susah tapi yakinlah bahwa jika kita mau berusaha dengan gigih dan berdoa memohon kemudahan dari Allah, insya Allah akan diberi-Nya jalan keluar atas semua permasalahan. Amin. Wallahu a’lam bishowab.
* Penulis adalah anggota F-PKS DPRD Padang
http://www.padang-today.com/index.php?today=tausiah&id=19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar