Surat An Nahl ayat 128 :”Sesungguhnya Allah SWT bersama orang bertaqwa dan berbuat ihsan”.
Ihsan : Kebaikan yang dilakukan dengan berbakti kepada Allah seakan-akan dia melihat Allah dan kalau
tidak melihat Allah SWT, sesungguhnya Allah selalu melihatnya. Dia selalu merasa diawasi Allah SWT. Jadi selalu takut untuk berbuat ma`siyat.
Ketika Mu`adz bin Jabal ditugaskan Rasulullah SAW ke Yaman menda`wahkan Islam. Mu`adz pun nampak keberatan menerima amanah, bukan karena tidak mau menerima tugas tetapi karena sedih dan berat menerima perpisahan dengan Rasulullah SAW yang mungkin akan lama atau juga mungkin tidak juga akan bertemu lagi dengan Rasullullah yang sangat dicintainya melebihi cinta pada dirinya sendiri. Maka Rasulullah memberikan nasehat kepada Mu`adz bin Jabal :
1. Janganlah bersedih, Sabda Rasulullah SAW : “Ya Muadz, janganlah bersedih karena sesungguhnya rasa sedih itu adalah salah satu perbuatan syetan”. Walaupun Muadz sangat mencintai Rasulullah namun ketika datang panggilan tugas sambut tanpa bersedih.
2. Bertaqwalah, Sabda Rasulullah SAW : “ Bertaqwalah engkau ya Muadz dimana pun engkau berada”. Jika menjaga ketaqwaan sama dengan menjaga kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Surat 49 ayat 13 menyatakan : “Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah SWT adalah orang yang bertaqwa”. Manusia yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa. Bertaqwa adalah mengerjakan suruhan Allah SWT dan meninggalkan laranganNya artinya pandai menjaga dirinya sendiri , takutnya kepada Allah SWT bukan hanya di mesjid, juga bertaqwa di kantor ataupun di tempat rekreasi.
3. Ikuti perbuatan jahat dengan perbuatan baik, Sabda Rasulullah, :”Ya Muadz hendaklah kejahatan engkau ikuti dengan kebaikan”. Muadz akan menemui berbagai tipikal manusia yang sama sekali berbeda dengan tipikal manusia yang pernah ditemuinya apalagi dia tidak bersama Rasulullah maka nasehat Rasulullah sangat penting sekali diamalkan. Sunatullah perjalan da`wah seorang Muslim yang hidup dalam masyarakat bahkan masyarakat non Muslim akan menemui gesekan . Bahkan setiap generasi selalu ada gesekan hatta itu generasi Rasulullah sekalipun. Kadang apa yang dilakukan selalu saja salah, tidak dilakukan juga salah, maka kejahatan itu jangan dibalas dengan kejahatan juga ikuti dengan perbuatan baik, seperti memberikan hadiah. Insya Allah masyarakat seperti itu ketika dalam suasana genting bukan hanya membantu bahkan membela, jika perbutan jahat diikuti dengan perbuatan baik.
4. Nasehat ke 4, bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik. Merupakan modal hidup ketika kita selalu berakhlak baik kepada manusia meskipun itu hanya perbuatan baik yang kecil orang akan selalu mengingat dan akan melakukan pembelaan. Perbedaan dalam masyarakat juga sunatullah tapi jika perbedaan itu membuka hal untuk berakhlak mulia itu akan dihargai masyarakat, akhirnya pesan da`wah yang besar akan diterima oleh masyarakat. Orang yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan Allah SWT akan selalu bersama orang yang berbuat baik.
5. Dan hendaklah engkau ingat kepada Allah di manapun engkau berada (Zikrullah). Zikir berbeda dengan ucapan biasa, tapi zikir adalah perbuatan hati dan diikuti perbuatan fisik.
Demikianlah nasehat Rasulullah SAW kepada Muadz bin Jabal sehingga Muadz bisa berangkat dengan tenang menuju tugas da`wah yang jauh ke negeri Yaman. Wallahu`alam bissawab.
alhamdulillah..TFS bu :-)
BalasHapussukron jg sa
BalasHapus