FESTIVAL GALAMAI PAYAKUMBUH 2008
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 8, 2008 oleh dodisyahputraSatu lagi, gebrakan kaum muda di Payokumbuah akan digeber di Ngalau Indah tengah Desember mendatang. Tepat di HUT Kota Payokumbuah 17 Desember mendatang Forum Kreatif Muda Payokumbuah Limopuluah Koto (Forkemp50) sedianya menghelat Festival Galamai Payakumbuh 2008.
Optimisme. Inilah kunci kegiatan ini disiapkan oleh Forkemp50. Ketua Umum Forkemp50, Endy Yacoeb menyebut festival yang menggabungkan pesta dan lomba kulinari nusantara ini dilengkapi dengan pesta anak, lomba fotografi, serta lelang galamai. Antusias masyarakat Payokumbuah telah sangat tinggi.
“Info ini belum kita launching secara umum. Tapi, ya bocor juga. Banyak ibu-ibu yang menyatakan siap ikut serta, walau tanpa bantuan bahan da kelengkapan dari panitia. Sebab, kami tengah menyiapkan hadiah lomba, satu sepeda motor. Bagaimana mereka tidak langsung respon,” ujar Endi Yacoeb saat ditemui di Sekretariat Forkemp di Komplek Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah Payokumbuah.
Langkah optimis yang digagas kaum muda ini, saat ini tengah didata calon sponsor yang tepat. Selain memaksimalkan sponsor profesional, Forkemp50 masih memantapkan ide untuk festival yang tidak bernuansa kampanye politik.
“Insya Allah kalau kita bisa menggaet sponsor yang pas nantinya. Kalau nanti, tidak bisa juga barulah kita terpaksa gaet sponsor dari segala unsur,” ujar Endi meyakinkan.
Festival Galamai Payokumbuah 2008 diharapkan menjadi event akbar penutup tahun 2008. Selain diperlombakan, juga akan digaet rekor museum rekor Indonesia (MURI) yang menjadi labelling utama kegiatan ini nantinya.
Secara persiapan, panitia telah siapkan proposal secara lengkap. Endi juga menyebut, konsep kegiatan ini akan sangat ramai pengunjung sebab di jadwal yang bersamaan belum ada event lain yang segema sama dengan lomba galamai ini.
GALAMAI
Galamai adalah salah satu makanan kecil dengan bahan dasar tepung beras ketan, gula aren dan santan yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Jika di daerah lain makanan sejenis ini dikenal sebagai dodol atau jenang. Hampir semua suku di Indonesia memiliki jenis makanan kecil ini. (Dari Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
Galamai biasa dikerjakan bersama dalam satu kelompok. Prosesnya mulai dari menumbuk tepung, memeras kelapa, sampai mengaduknya dalam kuali besar yang panas secara terus-menerus sampai galamai matang sesuai yang dikehendaki. Khas Payakumbuh. Tak ada yang berani menentang stigma masyarakat ini tentang Galamai.
Galamai telah menjadi ciri khas setiap waktu yang mesti disajikan dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan bahkan pemerintahan sampai oleh-oleh untuk dibawa dan dikirim ke rantau.
HUT PAYAKUMBUH
17 Desember mendatang, merupakan hari bersejarah bagi Kota Payakumbuh yang tepat berusia 38 tahun. Kota sedang dengan kisaran penduduk 103.000 jiwa ini memiliki alam penuh rona keindahan dan masyarakat yang giat bekerja. Payakumbuh sendiri dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota di batas luarnya, sehingga identik Payakumbuh juga melekat setali tiga uang dengan penduduk Limapuluh Kota.
Di momentum besar ini, Forum Kreatif Muda Payakumbuh Limapuluh Kota atau dikenal dengan sebutan Forkemp50, menggagas event Galamai dan HUT Kota yang dipadupadankan dengan kegiatan hibura masyarakat yang akan memberikan arti tersendiri. Mulai dari Lomba Galamai, Galamai Terbesar, Lelang Galamai, sampai kepada hiburan pentas seni, musik, lomba anak, pameran produk tradisi dan modern, serta Lomba Fotografi.
Seluruh kegiatan dipusatkan oleh Forkemp50 di Komplek Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah yang mampu menampung pengunjung sampai 20.000 orang setiap hari event berlangsung.(s)
Diambil dari http://dodisyahputra.wordpress.com
hmmm...ksepertinya menarik, sayang jauh...
BalasHapus