3 tahun yang lalu kami menyeberang ke pulau Jawa dengan harapan uni Fadhilah bisa berkembang dengan baik, kakak Annisa sampai ditarik dari pesantren Ar Risalah Padang, padahal disana juga sangat menyenangkan dan prestasinya baik juga. Abang Miqdad pindah dari SDIT Adzkia padahal perkembangan belajarnya juga bagus. Adek Arina juga begitu. Ummi dan abi memutuskan semua pindah, padahal rencana semula hanya uni,ummi dan adik yang duluan, abi, abang dan kakak nyusul setelah tamat sd di Adzkia dan kakak tamat dari SMP Pesantren Arrisalah Padang. Uni juga sebenarnya sudah diterima di SMA 3 Padang dan MAN 2 Padang, keduanya di Gunung Pangiliun. Rupanya ha; itu cuma angan-angan belaka….
Pukul 10.00 Ms Rina Wakasek Kurikulum datang ke kantor guru kelas 6 di lantai 3. “Ummi di tunggu kadiv di ruangan yayasan di lantai bawah” kata Ms Rina . “Wah ada apa ya, Uni tidak lulus????”. Dugaan ummi benar, bu Fortin Kepala Sekolah bilang ternyata anak kita Fadhilah belum lulus, dan kami semua tidak menyangka tapi bagaimana pun kami bangga bahwa kita berlaku jujur khusus Uni Dhila kami tahu apa yang ada pada dia itulah hasilnya, tidak ada rekayasa di tengah rekayasa kelulusan. Sampai ada yang bilang, Fajar Hidayah mah sok jujur sehingga begitulah jadinya.Sediiiiiih, sekali sampai ummi yang biasa tegar bisa menitikan air mata dan tidak bisa berkata apa-apa. Mau berteriak ke langit ke tujuh rasanya, tapi bagaimana lagi? Siapa yang salah dalam hal ini. Tidak siapa-siapa, memang inilah yang nasib.
Astaghfirullah…ummi yang semula sangat kecewa, kalau bukan ingat semua ini sudah ditakdirkan Allah SWT di lauhmahfudz ummi sudah kecewa sekali. Kalau berandai-andai, seandainya uni sekolah di Padang mungkin sudah diterima PMDK di PTN bergengsi. Tapi ini dunia nyata, uni tidak lulus karena hanya 1 mata pelajaran. Rasanya usahanya selama tiga tahun sia-sia saja. “Ibu bisa terima kan?” Tanya Bu Fortin. “Belum”. Jawab ummi pendek. Apalagi beliau. Pak Nawawi guru kelas Tajikistan sampai bilang Dhila pasti mampu, tapi waktunya bukan sekarang, ini belum apa-apa, tidak lulus bukan berarti semua hancur. Sulit dan berat sekali menerima kenyataan ini, apalagi tahun depan uni bareng kakak ujian UAN.
Ketika uni dipanggil ngasih tahu bahwa dia tidak lulus dia menangis, ummi justru merasakan sesuatu yang sangat nenyakitkan sekali. Tapi ya sudahlah uni, harus mampu mengambil ibrah, uni harus kuliah juga tahun ini beberapa scenario sudah disusun, Alhamdulillah ijazah sekolah sudah diakui termasuk ke beberapa negara tetangga. Dan Allah SWT pasti telah pilihkan yang lebih baik dari sekedar lulus UAN. Semoga Wallahu `alam bissawab.
Sabar dan tetap tenang ya ummi
BalasHapusSabar dan tetap tenang ya ummi
BalasHapusinsyaallah, tapi ummi sulit menerima kenyataan, beraaaat kali, namun yakin allah pasti memberi yang terbaik ws
BalasHapussabar yaa,.. inna ma'al usri yusro... Sy dl jg down banget wkt ga keterima di ITB, tapi tnyata Allah punya rencana lain utk mengirim sekolah ke Jepang, klo sy wkt itu msk ITB, pasti lain lg ceritanya. Insyaallah semua ketetapan Allah adlh yg terbaik,.. yakinlah ummi !!
BalasHapusinnalloha ma'asshobiriin... ada skenario lain yang dipersiapkan Alloh untuk uni,,, mudah2an ujian ini bisa disikapi dengan cara terbaik,,,peluk sayang dari saya buat Uni fadhilah :-)
BalasHapusinsyaallah pelan2 uni bisa juga paham, tapi ketika ikut ujian paket c dia lbh kecewa lagi, soalnya sepertinya bukan ujian aja, penyelenggara gak siap, ketika dah datang mereka nunggu 2 jam baru mulai, terus ada 3 model jawaban yg beredar, dan rupanya....... akan dibeberkan di mp ws
BalasHapus