Minggu, 21 Juni 2009

Ujub/kagum

Sebenarnya hari Ahad 21 Juni 2009 ini ada 2 kegiatan, pertama Tabligh Akbar di Mesjid Istiqamah Puri Cikeas oleh Ust Muhammadun MA, baru beberapa menit mulai kegiatan kedua mulai juga, yaitu ta`lim oleh ustadz Dr Ahzami Samiun Jazuli yang judulnya UJUB.

Dalam Surat At Taubah ayat 25 dan hadits Tarmidzi yang haditsnya hasan lighairihi dinyatakan ada 4 dosa yang membahayakan yaitu :

1.    Kekikiran yang dithaati.

2.    Hawa yang nafsu yang diikuti.

3.    Dunia yang mempengaruhi.

4.    Seseorang yang kagum akan pendapatnya.

Kalau ada diantara 4 hal ini pada diri kita maka kita harus waspada, kalau sudah dominan maka kita harus uzlahdari situ walaupun dalam kehidupan biasa tidak boleh uzlah.Itu gambaran berbahayanya ujub. Berbangga terhadap diri sendiri merupakan awal kesalahan akibat ujub. Setelah ujub akan sulit menerima nasehat. Padahal sebaik apa pun manusia sangat mungkin berbuat salah, dan sangat mungkin untuk menerima nasehat. Rasulullah SAW pernah ditegur Allah SWT, dalam rumah tangga ketika mengharamkan minum madu dari Salah satu istrinya, dalam masyarakat ketika mengacuhkan Abdullah bin Ummi Maktum ataupun dalam perang.

Ujub dicarikan solusinya dengan cara membangun tradisi syuro, karena syuro adalah pendapat banyak orang dan mesti mendengar pendapat orang lain. Maka jama`ah atau organisasi ataupun partai yang syuronya berjalan dengan baik Insya Allah akan solid. Rasulullah yang maksum aja menerima pendapat sahabatnya padahal Rasulullah SAW adalah manusia yang paling sempurna. Misalnya dalam Perang Khandaq dia melaksanakan pendapat Salman Al Farisi. Pada perjanjian Hudhaibiyah Rasulullah menerima pendapat istrinya Ummu Salamah ataupun ketika Perang Uhud Rasulullah perlu mendengar pendapat sahabatnya.

Kemudian kita juga perlu sensitivitas keimanan. Amal bisa hancur hanya karena ujub. Ketika kita melihat Asbabun Nuzul Surat Hujurat adalah adanya sensitive iman yang akhirnya menghilangkan ujub. Umar dan Abu Bakar bersuara keras ketika menyikapi masalah Bani Thamim, hampir-hampir sahabat terbaik itu saling meninggikan suara, tapi karena sensitif iman mereka bisa menghilangkan rasa ujub yang sempat muncul pada diri mereka.

Sebab dan solusi ketika ujub muncul :

1.    Tampilan fisik, jika seseorang tampilan fisiknya dianugerahi lebih baik maka biasanya akan timbul ujub/kagum akan diri sendiri. Ini harus disadari dan ketika mengingat mati itulah solusinya. Semua akan mati sebagus apapun tampilan fisik seseorang.

 

2.    Karena ilmu, ujub menimbulkan ghurur atau GR. Ghurur bisa mengenai siapapun saja. Dalam Ihya Ulumiddin dinyatakan ghurur ulama jika ulama itu merasakan tidak akan masuk neraka. Seperti digambarkan sebagai berikut, kalau seorang ulama merasakan dalam hatinya masa saya yang ulama tidak akan masuk syurga?.Itu sudah pertanda ujub karena ilmunya. Ataupun melintas dalam hatinya masak saya tidak masuk syurga, saya kan ulama.

Mabi Musa as ditanya oleh sahabatnya, “Bukankah engkau yang paling alin diantara kita semua?”, Beliau menjawab, “Ya..”, karena jawaban beliau bukan Wallahu `alam, maka Nabi Musa yang Nabi dan Rasul serta disebut banyak dalam Al-Qur`an dan salah satu Ulul Azmi saja ditegur oleh Allah SWT untuk menjadi murid seorang Khidr yang tidak ada disebut namanya dalam Al_qur`an, namun Nabi Musa as bersegera melaksanakan teguran Allah berupa perintah menemui murabbinya Nabi Khidr tsb walaupun perjalanan mencari sang murabbi itu konon berlangsung selama 240 tahun. Sebaiknya dalam pergaulan sehari-hari meninggal kata-kata yang ada indikasi ujubnya seperti anak buah saya, sopir saya, atau pun kata-kata lain yang ada indikasi kita lebih baik dari yang lain. Mari kita pakai kata-kata saudara saya atau sahabat saya, kan tidak salah.

Hal ini kita cari solusinya dengan merenungkan isi Surat Hujurat Ayat 13, bahwa manusia yang paling sempurna adalah manusia yang palin bertaqwa, bukan gelar kesarjanaan ataupun kedudukan dalam masyarakat, ingatlah yang paling mulia adalah yang kadar ketaqwaannya lebih tinggi

 

3.    An Nasab, baik nasab keluarga ataupun nasab struktural. Nasab keluarga adalah nebeng ketenaran pada keluarganya seperti anak jendral,anak mentri dsbnya. Ataupun kedekatan dengan struktural misalnya kan ajudannya pemimpin maka sudah bertindak seperti pemimpin dan juga kagum akan kedekatannya dengan pemimpin. Hasan bin Tsabit dekat sekali dengan Rasulullah, ketika perang dia selalu berada dekat Rasulullah, hampir dia merasakan kekaguman atas dirinya karena dekat sekali dengan Rasul, tapi beliau cepat menyadari hal ini. Dalam Surat At Taubah ayat 105 Allah SWA menyatakan, “Beramallah maka Allah, rasul dan orang yang beriman akan melihat….” Setiap perbuatan akan dilihat bukan kedekatan yang dilihat baik itu kedekatan karena pertalian darah ataupun kedekatan dengan struktur pemerintahan.

Selain ghurur ujub juga menimbulkan kibr atau sombong yang perlu kita ingat adalah kibr ini bisa menyebabkan iblis yang beribadah bertahun-tahun menjadi kafir, akibat merasa kibr atas Adam as. Wallahu`alam bissawab.

2 komentar:

  1. TFS bu Wen, saya menikmati catatan talim dari bu wen, pengobat rindu talim di tanah air :-) jazakillahkhoir...

    BalasHapus
  2. assalamu`alaikum ingat ke msjd darussalam juga ya, wah ana ingat kenal pertama dg bu dr kan di msjid ini ws

    BalasHapus