Rasulullah merupakan contoh bagi kita semua, dalam aAl-Quran Surat Al Ahzab ayat 21 ( QS 33 : 21) Allah SWT mengatakan bahwa “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah telah ada suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dan bayak mengingat Allah”. Rasulullah pernah mempunyai istri 13 orang. Kecuali ini yang banyak ini yang boleh kita contoh poligami Rasulullah hanya beristri 4 orang saja. Namun bukan hal ini yang akan kita bicarakan, kita akan membicarakan bagaimana Rasulullah terhadap istri-istrinya.
Dari sekian banyak istri Rsulullah, Khadijah binti Khuwailid adalah yang paling dicintai Rasulullah. Hadits Rasulullah ketika Aisyah menyebut2 Khadijah sebagai wanita tua dan seakan-akan tidak ada wanita lain, Rasulullah bersabda :”Khadijah adalah ibu dari anak-anakku, dia membenarkan disaat semua orang mendustainya, dia beriman disaat semua orang kufur dan dialah yang membantuku dengan seluruh hartanya”. Khadijah adalah istri yang paling banyak berkorban, istri yang merupakan kembang kota Makkah, setelah ditinggal mati dua suaminya masih menjadi rebutan, termasuk Abu Jahl dan abu Sufyan. Tapi Khadijah lebih mengharapkan pemuda yang berakhlak mulia. Khadijah juga perempuan yang menjaga kesucian termasuk tidak menyembah berhala walaupun telah lama tdk ada Rasul.
Istri yang gadis cuma Aisyah saja, sebelum menikah dengan Aisyah terlebih dulu Rasulullah menikahi Saudah binti Zam`ah, janda Syukron bin Amr. Saudah dan Syukron hijrah ke Habasyah, namun ketika pulang lagi Syukron wafat. Kemudian Khaulah mengajukan Saudah untuk dinikahi Rasulullah dan Rasulullah menerimanya. Dan merupakan kehormatan buat Saudah, sekaligus menghapus kesedihan beliau.
Demikian cuplikan beberapa pernikahan Rasulullah, sekarang kita melihat kenapa pernikahan itu bisa membahagiakan dunia dan akhirat :
1. Pernikahan itu didasarkan pada keimanan/ din seseorang, Rasulullah bersabda :”Nikahi lah wanita karena 4 syarat, karena kecantikan, harta, keturunan, karena agama (din), karena wanita tidak memiliki semuanya maka pilihlah karena dinnya.Sebagai seorang perempuan/istri kita bercermin kepada hal ini. Melupakan hal ini menyebabkan kehidupan rumah tangga kita tidak sesuai dengan tujuan. Hidup adalah seperti rumus matematika jika kita tidak menetapkan tujuan keimanan maka sama saja dengan mengali dengan 0, maka berapa pun modal hidup maka hasilnya tetap nol.
2. Dalam kehidupan rumah tangga perlu saling toleransi, seperti Rasulullah dengan Saudah. Saudah tahu diri dinikahi Rasulullah yang masih muda dan merupakan tokoh sentral dia pandai membawakan dirinya, anak-anak Rasulullah berkembang baik dibawah asuhan Saudah, dan Rasulullah pun menyayangi Saudah walaupun Saudah sudah tua dan penampilan fisiknya pun jauh dari cantik, tapi Rasulullah menyayangi karena ketabahan.
3. Melengkapi diri dengan keterampilan dan pengetahuan, bukan saja tentang syariat tapi juga tentag keterampilan rumah tangga dan sebagainya. Istri-istri Rasulullah merupakan wanita-wanita yang pandai memasak, ada yang pintar berdagang seperti misalnya Khadijah binti Khuwailid yang merupakan eksportir importir ketika menikah denga Rasulullah dan kekayaannya dijadikan penyokong dakwah Rasulullah. Zainab adalah istri Rasulullah yang pintar menyulam serta Aisyah istri Rasulullah yang cerdas, Beliau meriwayatkan seribu hadist.Saling mempercayai. Rasulullah dipercayai oleh istri-istrinya. Ketika peristiwa hadistul ifd sebenarnya Rasulullah hampir terpengaruh. Manusia sekaliber Rasulullah saja hampir berantakan rumah tangganya ketika kepercayaan kepada istrinya goyah apalagi kita, maka semestinya kita membangun rumah tangga itu atas saling mempercayai.Menjaga aset rumah tangga baik itu anak-anak, harta benda ataupun amanah lain yang ada dalam rumah tangga. Anak-anak kita jauhkan dari hal-hal yang merusak akidahnya, pikirannya ataupun fisiknya. Anak-anak adalah aset utama rumah tangga. Anak-anak Rasulullah dijaga oleh istri-istrinya meskipun mereka sebenarnya adalah anak Khadijah.Berpenampilan menyenangkan bagi suami dan anak-anaknya bukan bagi orang lain. Berapa banyak perempuan yang memiliki penampilan menarik tapi maksud dan tujuan lain, Rasulullah bersabda :”Seorang istri dapat masuk syurga dari pintu mana pun ketika dia shalat, puasa di bulan Ramadhan dan suaminya redho kepadanya”.Kalau seseorang mau bahagia dalam kehidupan rumah tangga maka seharusnya mengikuti sunnah Rasulullah, bagaimana mungkin bisa bahagia kalau tidak mau ikut aturan Allah SWT, padahal Allah SWT telah membuat aturan sesuai dengan ciptaanNya, tidak mungkin akan salah. Demikianlah sedikit kisah istri Rasulullah dalam membangun rumah tangga yang aman dan damai. Wallahu ‘alam bissawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar