Tadi siang tanggal 6 mei 2009, kami saksikan nilai-nilai anak didik kami yang dikirim dari diknas. Sepintas lalu tidak ada masalah. Tapi kita teruskan dulu .....
Dalam 2 kali try out dan 1 kali ulum, guru matematika kelas 6 minta ke anak-anak untuk menuliskan jawaban di kertas lain, jadi guru bisa memperkirakan berapa perolehan anak-anak.
Alangkah kaget kami tadi siang, diantara beberapa nilai sempurna yang diperkirakan didapat ternyata tidak satupun yg ada, hasil usaha anak dengan susah payah itu turun 1,5 point paling tinggi 8,5 .Sementara sekolah lain berlomba-lomba mencapai nilai tinggi, kadang dengan cara yang tidak jujur, namun kami yang Insyaallah berusaha jujur, terpaksa menyaksikan nilai anak "diturunkan", dari 10 menjadi 8,5. Sedih.... kesal...apalagi anak-anak juga telah memperkirakan hasil mereka.
Kami guru-guru kelas beserta koordinator membicarakan hal itu, ternyata koordinator paralel telah membicarakan hal tersebut kepada yang berwajib ternyata pula mereka telah berlepas tangan, tidak menganggap sebagai satu permasalahan, kalau nilai ulum yang akan dimasukan ke rapor masukan aja mana yang paling dimaui oleh gurunya, hasil pemeriksaan guru atau yang dari hasil pemeriksaan diknas. Yang jelas diknas katanya tidak bisa memperbaiki lagi dan soalnya pun disengaja ada yang salah biar anak dapat point kalau ternyata ada yang tidak lulus, dan msh ada poin, daripada tidak lulus tanpa poin, bahkan juga katanya poin bisa didongkrak kalau ternyata kelulusan rendah.Hal ini dilaksanakan karena diknas takut dianggap tidak profesional oleh diknas yang diatasnya lagi.
Bagaimana dengan soal yang ternyata ada yang salah atau "disalahkan"?.Apa jalan keluarnya? Banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam fikiranku. Yang jelas hal itu tidak bisa ditindaklanjuti secara jujur. Kenapa begitu ? Tidak ada pihak yang beritikad baik . Terus.... kepada siapa masalah ini diadukan, sedang pihak yang berwajib tidak mau tahu hal itu .... Astaghfirullah....mungkin hanya kepada Allah SWT saja, sementara manusianya tetap seperti sedia kala ws
Ke ALLOH.
BalasHapusTerus ke Mendiknas.
Minta fasilitasi via Dewan :-)
Assalamu`alaikum benar sih, tapi tidak semudah itu, kalau sekedar lapor-lapor kita sudah lakukan tapi bereret pejabat yang terlibat mulai dari tingkat terbawah, mungkin anak-anaknya sudah pada jadi pejabat suatu saat, masalahnya belum selesai. Maksud ana menuliskan disini biar kita semua tahu kondisi negeri ini dan memikirkan dari mana mulai perbaikannya,ws
BalasHapussistemik sist..
BalasHapuscarax y hrs nyistemik jg.. hehe
Assalamu`alaikum maksudnya .......Ws
BalasHapus