Allah SWT memperkenalkalkan manusia kepada alam juga untuk bisa menjadi pelajaran dan menjadi sumber belajar. Manusia bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan manusia. Kita lihat ayat-ayat kauniyah yang berikut :
I. A i r, merupakan ciptaan Allah SWT yang sangat penting di jagat ini. Surat Al-Anbiya` : 30, menyatakan, “…..dijadikan segala yang hidup ddari air…”. Sayyid Qutb menafsirkan sifat air antara lain :
1. M e r a m b a h, mencari tempat yang rendah atau mencari pori-pori untuk meresap. Sayyid Qutb juga menerangkan bahwa karakter air yang begini harus bisa dibaca oleh manusia untuk diaplikasikan. Manusia dinamakan dengan An Nass, makhluk social (Zoon Politicon) karena itu tiap manusia harus sadar, bahwa dia tergantung pada orang lain, sekaligus dibutuhkan orang lain (internaslisasi dan eksternalisasi).
Internalisasi, adalah apa yang dilakukan orang lain ditarik untuk diri sendiri.
Eksternalisasi, adalah memberikan potensi yang dimiliki kepada orang lain segala sesuatu yang baik.
Mentransformasikan “kebaikan” kepada orang lain dengan prinsip “mua`malah”, ta`awun bil birri wataqwa atau musyarakah”, sehingga menghasilkan manfaat bagi dirinya dan orang lain.
2. A k t i f, air selalu bergerak, dinamis, tidak tinggal diam mencapai tujuannya, aplikasinya dalam kehidupan manusia adalah manusia harus dinamis tidak statis.
Air mutlak, adalah air yang akan beradaptasi dengan setiap tempat, bersifat suci dan mensucikan (thahir dan muthahir). Bisa dimanfaatkan untuk apa saja. Begitupun manusia mestinya mengaplikasikan itu dalamkehidupannya. Sifatnya cepat bergerak, kreatif, inovatif, dengan dinamika yang tinggi. Semakin dinamis semakin produktif sehingga untung semakin banyak. Inilah pelajarannya. jadi tidak ada alasan untuk Muslim tetap terbelakang dan miskin.
II. A n g I n , Surat al Hijr “ 23, karakter angin disini adalah bergerak menembus ke seluruh penjuru dunia. Angin digerakan oleh Allah SWT, dengan ini Dia member pelajaran kepada manusia supaya mobilisasi dan fleksibelitas harus tinggi, sehingga bisa menggerakan masyarakat. Atau juga sebagai mesin yang menggerakan komponen-komponen yang ada setelah mengorganisasikan potensi-potensi yang ada. Dimulai dengan planning yang baik serta evaluasi dan dijadikan rekomendasi untuk perbaikan mendatang. Itulah pelajaran yang diambil dari angin.
Angin fleksibel dalam kondisi apapun, bisa menyesuaikan diri sehingga adaptif terhadap situasi dan kondisi.
Multidimensi, manusia jika ingin berkembang maka bentuk diri sebagai multi dimensi. Contoh, ketika imam sholat maka harus ingat ma`mum, oleh karena itu ayat yang dibaca jangan panjang-panjang. Jika sholat sendirian silakan membaca ayat yang panjang.
III. A l – A r d h u/b u m i,
Surat An-Naziat ayat 31 – 33 menyatakan karakter bumi sebagai berikut :
Tempat berpijak, yang ditanam akan tumbuh dan berkembang. Mau diapakan pun tidak akan protes. Menampung yang baik dan yang jelek dan menjadikan semuanya menjadi suci. Umpamanya “dipipisi” namun bumi menerimanya dan menjadikan sebagai suci lagi.
Bumi juga menumbuhkan apa yang tertanam baik dirawat ataupun tidak dirawat.
Aplikasinya bagi manusia adalah akal dan tubuh diberi Allah SWT hendaklah memberikan hasil sehingga kita tidak miskin dan fakir. Dan konsep ini harus disebarluaskan sehingga bisa menjadi solusi makro. Adaptasinya manusia harus menjadi “problem solving” . Bumi menampung seluruhnya dan menjadikannya bermanfaat, maka seharusnya manusia ya
ng dianugerahi pikiran lebih dari itu. Jangan sampai tidak memberikan solusi.
IV. A s – S y a m s/ m a t a h a r i Al Qashas : 71 menyatakan karakter matahari sebagai berikut :
Manusia harus mampu menerangi dan mentransfer energi positif, memberikan uswah dan qudwah yang bisa disinarkan kepada orang lain. Bukankah Rasulullah saw telah menjadikan keteladanan sebagai suatu sinar ( Al Ahzab : 21).
Tapi manusia belum mentranformasikan diri sehingga belum bisa memberikan uswah, contohnya saja dalam rumah tangga, sudahkan anak-anak menjadikan orang tuanya sebagai contoh?. Keteladan yang baik merupakan energi yang positif. Contoh dalam al Qur`an Luqmanul Hakim (Surat Luqman ) yang secara fisik digambarkan sebagai kurang menguntungkan tapi dia merupakan teladan abadi sepanjang masa dan menjadikannya sebagai cahaya yang bersinar terang dalam kehidupan manusia.
Semoga bisa diambil manfaatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar