KAJIAN MALAM AHAD 9 Mei `09 OLEH UST.DR AHZAMI SAMI'UN JAZULI MSJD DARUSSALAM KOTA WISATA CIBUBUR
I. Urgensi mengetahui fitnah adalah supaya jelas mengambil sikap :
1. Kata "fitnah" disebut berulang-ulang dlm Al-Qur'an karena Islam sangat peduli hal ini.
2. Menyebarnya fitnah dalam realitas kehidupan muslimin. Fitnah kekuasaan, harta dan perempuan termasuk pada diri da'i baik itu datang dari dirinya sendiri ataupun orang lain.
II. Makna fitnah, "api yang menguji keaslian mas". Jadi menguji mana yang asli mana yg palsu. Dlm surat Al-Ankabut Allah berfirman : "Apakah manusia mengira beriman sementara belum diuji...". Maka utk mengetahui jujur atau tidaknya iman diuji dengan fitnah.
III. Penggunaan kata fitnah dalam Al-Qur'an .
1. Dlm QS 8 : 25, Fitnah artinya musibah, bencana, atau malapetaka. Ketika masyarakat membiarkan maksiat merajalela maka masyarakat itu akan terkena bencana. Mungkin maksiatnya berupa pemimpin yg zalim, perzinaan ataupun anak-anak yg tdk shaleh. Di zaman shalafussholeh pernah terjadi fitnah/krisis tapi sekedar ujian dan tdk berlangsung lama, sprt di masa Umar bin Abdul Aziz trjadi paceklik selama 20 bln. Kita bahkan terjadi krisis dari th 1997. Juga pemimpin zalim tdk mensejahterakan masyarakatnya. Maka semestinya kita juga hrs berada dlm pemerintahan.
2. Ayat 28 surat Al-Anfal, :"Ketahuilah harta dan anak-anak kamu adalah fitnah....".
a. Anak-anak jika tidak ditarbiyah dengan baik, maka akan menjadi ujian. Contohnya, anak yang dipunyai sudah bsar dikuliahkan di tempat yang rusak, siang kuliah, malam di kontrakan ada makhluk Allah lain bejenis kelamin yang beda, jauh dari orang tua, apa yang terjadi?. Apa mereka akan mengaji dan tahajud?. Sedangkan yang ketiganya adalah "syaitan". Jika anak ditarbiyah maka malamnya tidak akan hadir hal seperti itu.
b. Nah, oleh sebab itu tarbiyah anak penting sekali. Selain itu makanannya jelas halal, cara mendapatkannya juga halal, penggunaannya pun sesuai dengan haknya. Harta akan dihisab juga cara penggunaannya. Hindari finah mall, jika harta yang tidak digunakan sesuai dengan fungsinya, timbul bermacam fitnah sebagaimana terjadi sekarang, seperti fitnah golf, fitnah bilyar, dll.
Bagaimana anak tidak menjadi fitnah? :
1. Ditarbiyah dengan tarbiyah yang benar. Anak mempunyai fitrah terbuka untuk menerima kebaikan. Bukankah anak itu lembaran putih yang siap diwarnai dengan warna apapun. Sekarang kenapa ada anak yang terkena virus "pacaran" ya karena pendidikannya, tersebab kedua orang tuanya, mau menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi.
Menjadi Yahudi tidak mesti KTPnya berubah, bisa saja namanya Abdullah atau Fatimah tapi kelakuannya Yahudi yang semisal punya kebiasaan pesta 14 Februari, yang bukan berasal dar Mekah atau Madinah.
Juga kurikulum yang benar, sinkronisasi antara agama dan umum, walau dikotomi itu belum tepat, tapi tak apalah sekedar memudahkan.Berapa % pendidikan agama anak kita?.
2. Guru-gurunya juga terseleksi, guru adalah uswah hasanah. Anak sangat terpengaruh dengan gurunya. Maka sebagai orang tua kita wajib memperhatikan dan memilihkan gurunya dan juga berperan sebagai guru yang baik. Guru utama adalah orang tua sendiri.
3. Bi`ah/ lingkungan....shalihah atau rusak. Belajar bukan hanya sekedar transfer ilmu tapi juga transfer akhlak.
Kemudian lebih dari itu fitnah terbesar adalah "syirik" . Kenapa? karena menimbulkan dosa besar yang lain seperti zina dan pembunuhan. Jauhkan anak dari syirik. Syirik akan melahirkan fitnah-fitnah yang lain.
Bagaimana tidak jatuh kepada fitnah syirik ini?. Caranya perbanyak membaca dan memahami Laa ilaha illa Allah. Ini yang dicontohkan para sholafusshaleh di zaman fitnah bergentayangan.
Inilah sedikit kesimpulan apa yang disampaikan Ust.Ahzami dalam ceramah pendek ba`da Maghrib. Mohon ma`af kalau ada kesalahan. Wassalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar