Pertanyaan sederhana ini datang dari muridku, tiba-tiba muncul inspirasi aku menjawab, korupsi itu datangnya dari kebiasaan mencontek. Tidak belajar tapi ingin mendapat nilai yang baik tanpa ada usaha yang memadai dari kalian anak-anak ibu sekalian itu sama saja dengan memupuk bibit korupsi, bagaimana tidak dengan mudahnya mendapatkan hasil yang dimaui. Begitulah orang korupsi dimulai dari pilaku tidak jujur lama-lama mengambil punya orang.
Prilaku itu anak-anak ibu sekalian yang dinamakan mencuri, anak-anak ibu tahu kan mencuri, tapi mencuri yang dinamakan korupsi itu lebih sadis dan orangnya disebut koruptor, bukan maling. Kalau maling mah masih punya perasaan, kalau koruptor sudah tidak punya perasaan lagi. Koruptor itu tidak pandang bulu mengambil apa saja yang dapat diambil, punya kita semua, punya rakyat miskin yang untuk hidup menyelesaikan hari ini belum pasti, karena mereka itu kadang-kadang sudah beberapa hari belakangan ada yang tidak bisa mengisi perut untuk sekedar bertahan hidup. Bahkan mereka ada yang sakit tidak mampu untuk berobat.
Nah punya orang seperti ini masih diambil oleh orang yang disebut koruptor ituTernyata tidak ada diantara anak-anak iu yang menjadi koruptor, berarti masih punya perasaan. Kalau koruptor sangat sadis, mereka mengasih makan keluarganya dari hasil mengambil punya orang yang menyedihkan keadaannya itu.
Tapi anak-anak, siswa-siswaku itu heran kenapa ya, korupsi itu jalan terus, darimana mau menghapusnya? Bagaimana cara menghapusnya kalau kalian masih mencontek dalam test. Kita tidak akan melakukan itu lagi bu, kita tidak mau digelari koruptor.
Setelah siswa-siswa ini tumbuh kesadaran, tidak ada niat untuk mencontek lagi, tapi pelajaran mencontek didapat lagi di pendidikan yang lebih tinggi. Niat yang semula sudah tidak ada datang lagi dengan pertambahan usia dan bertambahnya jenjang pendidikan.
Ketika menamatkan SMA untuk mendapatkan PT sudah sangat kompleks pelajaran yang mengikis kejujuran, dari bocornya soal ujian, membeli soal ujian, kongkalingkong dengan pihak penyelenggara ujian dsb,dsb. Yah pusing juga untuk sekedar menuntaskan jawaban sederhana tadi. Akhirnya masih belum bisa diuraikan darimana datangnya korupsi, sebab setiapini kehidupan itu sudah ada korupsi,......Semua berawal dari kata menipisnya KEJUJURAN ....Wallahu`alam bissawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar