Selasa, 07 April 2009

Pendidikan kewarganegaraan

Ketika pemilu dilaksanakan sekali 5 tahun di Indonesia banyak hal dan banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
1. Pemilu berjalan lancar tapi hak-hak rakyat dikebiri.
2. Pemilu kacau balau tapi mngkin rakyat puas, semua bisa berpendapat, mau golput, mau mendirikan partai sampai 100 juga tdk masalah.
3. Berjalan lancar dan hak-hak rakyat bisa dipenuhi, setidaknya sudah menuju sempurna.
4. Tdk brjalan lancar dan hak rakyat dikebiri.
Boleh jadi Indonesia masih dalam katagori ke 4 ini. Kenapa saya katakan begitu? Ini faktanya, sampai h-1, logistik masih belum lengkap saya lihat di tipi pagi ini beberapa kpps mengundurkan diri. Angka golput tinggi baik karena idealismenya ataupun karena terpaksa golput. Contohnya saya dan kalau dikalkulasi ada 50 orang teman guru, ada lagi tetangga saya, wah pokoknya jadi banyak angka 500 jadi sangat mungkin bagi saya dan tetangga. Kontrakan2 yg rata2 penghuni 20-40 klrg tdk msk Dps apalagi dpt, tdk didata dsb. Yah repot mau dibicarakan pokoknya kecewaaa sekali. Nah ba'da 9 april ini saya mesti perjuangkan lagi ke kantor desa, syukur2 tdk ada alasan. Yah ini urusan bps lah, kita tdk tahu lah,urusan ini atau anu lah dsb. Lebih syukur lagi 5 tahun lagi sdh online real time, yg artinya rakyat sudah lebih tahu. Utk sekarang jgn katakan rakyat sdh cerdas lah, itu baru di kota2. Semoga ya ws

Tidak ada komentar:

Posting Komentar