Berasal dari filosofi Minangkabau dan menurutku ini cukup mengakomodir perintah Allah SWT dan RasulNya untuk mengeksplorasi alam, tapi Allah juga mengingatkan untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi.
Ketika banjir datang, tanah longsor, terjadi dimana-mana, apa yang salah? Seandainya kita berguru kepada alam yang terkembang dan berfikir seperti apa yang dicontohkan Rasullah maka tidak akan terjadi musibah seperti apa yang terjadi di Situ Gintung, Galodo di Sumatra Barat, dll. Tapi kita manusia kadang suka egois, kita hanya memikirkan diri kita sendiri, istilah Minangnya, asal karung sendiri penuh, karung orang lain tidak peduli. Mau karung orang lain kosong, mau tumpah ...ya terserah dia, yang penting sendiri selamat.
Kalau difikir-fikir hal itu selama masih hidup di bumi Allah ini prinsip yang demikian tidak bisa dipakai. disebabkan azas manfaat pada bumi ini saling berkaitan maka prinsip diatas atau yang mirip-mirip diatas tidak kita sah... lah gitu. Yuk selamatkan bumi. Selamat Hari Bumi, Mari menanam pohon, juga kalau perlu buat rumah secukupnya, bumi ini cukup untuk semua orang, tapi tidak cukup untuk orang yang serakah, maka kalau sudah punya rumah mbok ya mikir untuk membuat villa-villa mewah apalagi di daerah resapan seperti di Puncak ya kan.... mudah-mudahan tidak ada yang tersinggung, saya hanya bermakud mari kita mulai memikirkan nasib bumi yang akan datang sesuai denga perintah Allah SWT dan contoh dari Rasulullah . Allahu Akbar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar