Sabtu, 16 Mei 2009

Married???..............Pesan kepada calon suami.

Kajian tematik Ahad malam 16 Mei `09 oleh Dr Amir Faisal di Mesjid Darussalam Kota Wisata – Cibubur.

Membentuk rumah tangga Qur`ani

Dalam menjalankan rumah tangga ukurannya adalah tuntunan Allah SWT,  yaitu sbb : “Menjaga diri dan keluarga dari api neraka yang dijaga oleh malaikat yang keras dan kejam dan tidak perna h lupa dalam menjalankan perintah Allah”.  (At Tahrim : 6)

@ Ketika keluarga-keluarga jelek maka lahirlah pemimpin yang jelek.

@ Jadi yang paling penting disini adalah mengurus diri dan keluarga, maka        akan lahir masyarakat yang baik.

Tujuan Rumah tangga adalah :

1.     Membangun takwa,Surat Annisa` : 1,

“ Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri ang satu (Adam) dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa)dan dari keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempun yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kekluargaan . Sesungguhnya  Allah selalu menjaga dn mengawasimu”.

2.     Takwa dan keluarga,Rasulullah menuntun  setelah seseorang menikah tidak ada pilihan lain kecuali bertakwa, karena rumah tangga penuh cobaan dan ujian dan untuk menjalani semua harus ada bekal takwa.

3.     Takwa menjauhkan diri dari azab,Sesuai dengan Surat Azzumar : 61, “Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tidak disentuh oleh azab dan tidak bersedih hati”.

4.     Belajar dari sejarah, Al Hasyr : 18, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah.Sungguh Allah Maha teliti terhadap apa yang telah kamu kerjakan .

5.     Berbuat ihsan, Rasulullah bersikap baik kepada istri-istrinya. Ketika Aisyah ditanya tentang akhlak Rasulullah, jawabnya, “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur`an, belum pernah beliau memelototkan mata”. Ini sesuai dengan Surat Azzumar : `10, “Katakanlah Muhammad, “Wahai hamba-hambaKu yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas”.

6.     Jujur berbicara, Surat Al Ahzab : 70, “W@ahai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”. Rasulullah berkata tidak mungkin seseorang berdusta kecuali ia telah kehilangan takwanya. Apabila seorang suami seorang yang takwa tidakmungkin bohong pada istri dan keluarganya dan sebaliknya. Keluarga yang berselingkuh adalah keluarga yang tidak dibangun atas dsar takwa.

7.     Takwa melahirkan “khasyyah”,  Surat An Naml : 33, “…..Kita memliki kekekuatan dan keberanian yang luar biasa….”. Tidak mungkin seorang yang bertakwa tidak takut kepada Allah SWT. Banyak orang yang berangkat ke bandara pukul 03.00 karena takut ketinggalan pesawat, tapi tidak banyak yang bangun pukul 03.00 malam karena takut pada Allah SWT. Begini cara mengukur kadar “khasyyah”.

8.     Jauhkan kezaliman, jangan biarkan istri meronta karena kezaliman suami. Ajika masih ada kezaliman kezaliman terhadap istri berarti bukan rumah tangga yang bertakwa.

9.     Allah bersama orang yang bertakwa, Surat An Nahl : 128, “Sungguh Allah bersama orang yang takwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. Banyak rumah yang sempit tapi nyaman bagi penghuni yang takwa, dan sebaliknya banyak rumah yang luas dan lapang tapi tanpa ketakwaan menjadi rumah yang tidak nyaman.

10.            Takwa, bersahabat dengan orang-orang yang baik, Surat At Taubah : 119, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar”. Orang yang baik akan bersahabat dengan orang yang baik. Rasulullah bersabda, “Seseorang cendrung kepada akhlak sahabatnya. Bersahabat dengan penjual harum minimal mencium wanginya, bersahabat dengan pandai besi minimal kepercik apinya”.

11.            Jauhi  perangai syetan, Surat Al-A`raf : 201, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat dari syetan, mereka segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

Termasuk kerja syetan adalah was-was dan membuang-buang waktu. Orang yang beriman cirinya terdapat dalam Surat Al Muk`minun. Wallahu `alam bissawab. Wassalam

10 komentar:

  1. peminangbidadri perlu banget nih nasehat :D
    Syukron..

    BalasHapus
  2. Assalamu`alaikum sekalian bidadarinya sudah ada atau belum atau masih ada kecemasan untuk naik bahtera rumah tangga? ws

    BalasHapus
  3. Assalamu`alaikum semoga cepat dapat jodoh, jangan lupa nyarinya ya yang shalihah supaya kumpul di syorga sebagai bdadari.Amin Ws

    BalasHapus
  4. Assalamu`alaikum semoga cepat dapat jodoh, jangan lupa nyarinya ya yang shalihah supaya kumpul di syorga sebagai bdadari.Amin Ws

    BalasHapus
  5. hohohoho........
    khusus yang udah dewasa nih kayaknya.......
    :-D

    BalasHapus
  6. Jfs

    wduh, kenapa aku baca ini ?

    BalasHapus
  7. takwa tujuan utama pembentukan rumah tangga, tapi dimasa kini banyak calon ataupun pasangan yang melupakan tujuan ini, semoga kita bisa menjadi keluarga yang mencapai taqwa...
    terima kasih ibu :-)

    BalasHapus