Sabtu, 23 Mei 2009
Luruskan dan rapatkan shaf!.
Ahad 23 Mei `09 oleh Dr Daud Rasyid di Mesjid Darussalam Kota Kajian hadits malam Wisata Cibubur.
Hadits Rasulullah saw :
1. “Tegakanlah shaf dan luruskan shaf kalian, samakan antara pundak dengan pundak (bahu sejajar) antara kaki dengan kaki dirapatkan sehingga tersentuh tangan saudaramu dan jangan biarkan celah-celah diantaramu untuk syetan”. HR Abu Dawud
2. “ Barang siapa menyambungkan shaf maka Allah SWT akan menyambungkannya dan barang siapa memutuskan shaf maka Allah SWT memutuskannya” . HR Abu Dawud.
3. “Rapatkanlah shaf kalian tidak ada celah diantaranya, luruskanlah leher, sesungguhnya aku melihat syetan lalu lalang seperti anak kambing lalu lalang”. Hadits dari Anas.bin Malik. 4. “ Sesungguhnya Allah SWt bershalawat untuk bagian kanan shaf dan shaf terdepan adalah shaf yang utama”. HR Abu Dawud.
Hampir di semua mesjid belum dapat meluruskan shaf. Imam sebenarnya belum dapat memulai shalat apabila shafnya belum lurus dan belum rapat. Imam hendaklah memerintahkan agar jama`ah melihat ke kiri dan ke kanan.Diperlukan kesadaran jama`ah untuk masalah ini.
Untuk meluruskan dan merapatkan shaf tidak diperlukan kaidah adat istiadat, siapa saja wajib meluruskan walaupun akan memerintahkan pejabat paling atas sekalipun. Jadi boleh saja bersentuhan dengan mentri atu presiden sekaligus bisa saja bersentuhan denganpetani atau siapa saja yang datang paling dahulu dan mengisi shaf terdepan. Tdk perlu pindah jika ada pejabat yang datang kemudian.
Bila ada yang batal wuduknya silahkan saja keluar dan melintasi shaf, dan lain bergeser. Dibolehkan melintasi kecuali lewat di depan imam atau lewat di depan orang yang shalat sendirian tanpa batas.belakang imam boleh saja lewat-lewat dengan memperhatikan kepala jama`ah lain, supaya kepala.
Boleh jadi penyebab ketidakkhusyu`an adalah karena masalah shaf ini, disebabkan syetan bolak-balik saja akibat shaf tidak sempurna. Jangan membentuk shaf berikutnya sebelum shaf yang di depannya sempurna. Shaf pertama jauh lebih utama dari shaf yang di belakangnya. Maka berlombalah mengisi shaf pertama.
Namun justru sekarang kita melihat orang kebanyakan meninggalkan shaf di depan. Kemudian imam diletakan di tengah-tengah, tidak berat ke kanan ataupun ke kiri. Penuhkan dajn isilah celah-celah.
Demikianlah pembahasan tentang meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat jema`ah yang harus mmenjadi perhatian setiap umat Islaallahu `alam bissawab
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Assalamu`alaikum, semoga kita bisa memanfaatkan kajian sedikit ini. Karena shalat jemaah adalah panduan dalam kehidupan bermasyarakat juga, maka semestinya umat Isam juga rapat dan lurus shafnya dalam kehidupan nyata. Ws
BalasHapusyups, betul sekali bu, kondisi rapat tidaknya shaf-shaf sholat kita secara berjama'ah menggambarkan kondisi kesatuan umat Islam. Bagaimana mengidamkan persatuan itu jika shaf-shaf di masjid saja kurang diperhatihkan. Back to masjid, back to jama'ah..Semoga jadi pelajaran buat umat Islam.
BalasHapusPoint ini agak susah dipahami. Terutama kalimat kedua. Apakah maksudnya imam harus di tengah ataukah harus berat ke kanan atau ke kiri. Mohon diperjelas. Thanks.
BalasHapusAssalamu`alaikum wr wb o ma`af ya, maksud nya imamnya pas di tengah-tengah, jadi sayap kanan dan kiri seimbang ws
BalasHapusBanyak yg lalai, malas belajar ngaji. Salat jd semau gue aja. Lum mempan nasihat.he2
BalasHapussepeprtinya Ust. Daud Rasyid harus lebih banyak jam terbang-nya ke bebrabgai daerah untuk mengingatkan masyarakat yg belum ngerti shaf yg rapat dan rapih.
BalasHapusKalau anak muda yg tak terkenal yg ngingetin, sering diabaikan atau lama diaplikasikannya.
Assalamu`alaikum wr wb, ust Daud kan cuma 1 ananda, kita semua wajib berda`wah ya kan? ws
BalasHapusIya, Bunda. Tapi anak2 muda sepeprti kami masih di acuhkan untuk menunjukan kebanaran itu, khususnya di Kampung.
BalasHapusBunda enak di Perumahan. Kami asli pribumi kampung.
Adzan saja hanya ada Maghrib. Isya dan yg lainnya maish kadang2.
Apalagi ana masih di rantau:-)
Disana hanya ada 1 kader yg juga bekekrja yg menyita waktu-nya. Jadi ga bisa tiap 5 waktu adzan disana.
Assalamu'alaikum wr wb. Bunda ma'af ya, mksd bunda ayo kita krj lbh keras lagi. Ibu jg tinggal d rantau seberang lagi, tinggal jg d perumahan pnduduk kampung cuma saja alhamdulillah dkt kt wisata, prjuangan kita emang berat bkn kita da'i qabla kulli syai'. Semangat ya ws
BalasHapus