Dalam babak pertama sepertinya kelas Qatar tidak serius, Naufan sepertinya lemas banget, tapi kalau ada soal Math, Naufan yang serius, Ghazi jago Math Qatar malah sepertinya tidak bersemangat, kali ingat Fawwas ya… yang sudah pindah ke Kuwait (bukan kelas Kuwait lah yaooo….). Namun mereka bisa mengumpulkan 400 point.
Memasuki babak berikutnya setelah “circle time for snack time”, tapi team Qatar putra tidak muncul-muncul padahal “free play”telah berlansung selama 30 menit. Kemana putra Qatar? O alah biasa, mereka adalah pecandu futsal, masih futsal di bawah, jadi lupa naik ke lantai 3. Akhirnya didiskwalifikasi deh. Bu Wen sedih, tapi sepertinya anaknya lebih sedih setelah naik keringatan lagi, dan babak berikutnya telah dimulai, hu..hu…
Sekolah tempat ngajar ibu masih di bogor juga?
BalasHapusAssalamu`alaikum, iya tapi kab.bgr. Tetanggaan ama SBY. Ini lagi di sekolah, tapi kls 6 lagi g msk, kita lagi berkutat dengan angka2 pengolahan nilai rapor akhir dan juga persiapan ijazah dan wisudaan. G repot amat sih, bisa buka mp. Tapi sedih jg mo pisah ama anak2. Namun itu lah du nia fana kan? ws
BalasHapusWaalaikumsalam. Oh bogor juga ya. Ya inilah dunia fana. Awal n akhir
BalasHapusAssalamu'alaikum ya, kcl jd bsr, muda dulunya skrg dah branjak paro baya dst nya, pdhal blm brbekal dg optimal ws
BalasHapusIya nih bu. Hiks3x
BalasHapus