Astaghfirullah, hari III UAN SD, Sepertinya memang manusia Indonesia ini kreatif sekali. Setelah ketahuan mencontek memakai plester, modus operandi mencontek makin canggih dan makin mahal. Ada yang pakai hape, tapi ada yang lebih unik lagi.
Ceritanya begini, teman pengawas (P) menanyakan pada murid-murid (M) .
P : "Ada contekan di bangku?".
M : "Tidak, bu".
P : "Di paha?"
M : "Tidak, bu".
P : "Sudah bersih, semua? ...di meja, di dinding, di papan tulis, di mana-mana?"
M : "Sudah semua bu".
Alhamdulillah bersih, InsyaAllah hari ini tenang. Pengawas tidak akan terlalu lelah pikirannya, tapi apa itu. Kali ini pengawas menemukan daftar nama teman-temanku di sebuah buku,diduduki.
Daftar nama teman-temanku :
- Aya
- Bimo
- Dea
- Caca
- Devi
- Cerry
- Alif
dst sampai no.30.
Apa artinya?. Wallahu `alam.Tapi yang jelas, daftar nama teman-temanku itu hanya berkisar sekitar A, B, C, dan D. Apa tidak ada nama teman-teman yang di luar ke 4 huruf itu?.
Penutup ujian Kep.Sek setempat berpesan : "Jangan sampai ada fitnah lagi ya bu, kita hanya kasihan sama anak-anak". Sebenarnya kita juga kasihan, tapi kasihan dalam bentuk yang beda. Kasihan anak-anak yang lugu itu direcoki dengan bermacam cara yang lebih canggih dari hari ke hari. Memang mahal harga "sebuah kejujuran"
Itulah yang dapat ane tuliskan untuk menutup UAN ini. Yang kas
Assalamu`alaikum, sebagai guru melihat hal yang begini terjadi pergolakan batin, disamping kita mengajari anak berbuat jujur, tapi lingkungan sendiri mengajarkan ketidakjujuran yang lebih canggih. Allahu Rabbi, kasihanilah kami hamba-hambaMu ini dan berilah kami kekuatan untuk melawan ini. Ws
BalasHapusHaha..ada ada saja..
BalasHapusIndonesia,indonesia(geleng2 pala)
Haha..ada ada saja..
BalasHapusIndonesia,indonesia(geleng2 pala)
sebuah kreativitas yang salah guna :-) apakah kita akan diam saja? hmh...
BalasHapus