Sbg seorang guru dlm fikiran saya terdapat sebuah impian,yaitu sekolah ideal.Sekolah ideal yang saya maksud adlah sekolah yg mampu menjadikan anak didiknya dewasa pada setiap aspek kemanusiaannya.
Rasulullah saw menjadi contoh dlm hal ini, berhsl mendidik Usamah bin Zaid putra Zaid bin Haritsah sehingga mampu menjadi panglima perang dlm usia yg relatif muda.
Kalau krn bukan pendidikan tdk mungkin Usamah bisa jadi dewasa baik fisik, intelektual maupun mental spiritual.
Menjadi panglima perang harus memenuhi syarat kedewasaan ketiga aspek tsb. Usamah berhasil dlm syarat ini, dewasa scr fisik walaupun usianya relatif muda. Dewasa inteluktualnya, tanpa hal ini seorang panglima tdk layak pd dirinya,sebab perang membutuhkan taktik strategi brilian. Begitu pun spiritualnya. Tanpa kedewasaan spiritual seorang semuda Usamah tdk akan mau mencari kesusahan dan kematian d medan perang.
Demikian obsesi saya,yg sgt mungkin diwujudkan dg mendirikan sebuah sekolah di perkampungan di alam yg msh perawan . Di tengah persawahan,mempunyai sungai dan didukung oleh sdm yg juga bersedia menjalani pendidikan sepanjang hayat.
Rasulullah SAW, dididik di lingkungan pedesaan. Dengan menggembalakan kambing. Ada beberapa ibrah yang bisa diambil di sini. Pendidikan diri Rasulullah adalah "tarbiyah Rabbaniyah" yang dapat kita laksanakan untuk zaman kiwari. Di perkampungan yang jauh di luar kota,artinya mempunyai udara yang dan lingkungan yang bersih ,tidak terkena polusi air,udara dan budaya. Dengan demikian Rasulullah SAW mempunyai bahasa yang bersih,dengan bahasa yang bersih akan mudah berkomunikasi dengan orang lain. Ilmu bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Untuk penemuan ilmiah justru dalam Islam tidak ada hak patennya asla bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif.
Kenapa gembala kambing? Agaknya semua orang tahu kambing adalah binatang yang susah dikendalikan. Dengan pendidikan ini ternyata dalam mendidik seorang bukanlah dengan memanjakan anak didik tapi mengajak anak didik untuk menyatu dengan alam dan bisa menundukan alam sehingga mendatangkan manfaat untuk seluruh alam . Juga bisa melatih kesabaran. Pendidikan butuh kesabaran,tanpa kesabaran pendidikan tidak dapat berlanjut sesuai dengan tujuannya. Jadi bukan pemaksaan kehendak tapi pelatihan untuk mengontrol kehendak.
Kemudian Rasulullah dididik di keluarga miskin tapi bersih aqidahnya. Bukan di keluarga terpandang. Fuondasi pendidikan Rasulullah SAW adalah pada Bunda Halimatussaadiyah jauh di luar kota. Bukan pada keluarga terpandang keluarga Abdul Muthalib, Dengan demikian Rasulullah tidak dilatih untuk sombong tapi dididik untuk rendah hati.
Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar