Rabu, 06 September 2017

Mak Bal




          Namanya M.Iqbal, dilahirkan 9 Oktober 1967 seperti yang dituliskan atuk di dalam lemari yang lama. Tapi sepertinya di ijazah dituliskan 7 Maret deh seragam sama ibu sama tek Win juga. Anak laki-laki pertama dalam keluarga ummi. Mempunyai karakter yang unik. Sedikit emosional dan maunya perfect. Sosok inilah yang kita sebut Mak Bal.
          Dari kecil ummi sering bertengkar sama Mak Bal karena karakternya yang maunya perfect sementara ummi juga keras dengan pendapat ummi sehingga keras lawan keras akhirnya bertengkar deh, Sebenarnya Mak Bal ini baik orangnya tapi karena sama-sama keras kepala ya sulit untuk bergabung dalam waktu yang agak lama.
          Walaupun kuliah hanya setahun di Aqabah Bukit Tinggi tapi buat ummi Mak Bal ini adalah sosok pekerja yang sangat professional. Dari teman-temannya boleh dikatakan lebih rendah dari segi akademis tapi boleh diadu soal keprofesionalannya. Sebagai seorang petani dia sangat menguasai hal-hal yang berkaitan dengan bidangnya.
          Petani, dengan sawah garapannya bisa menghasilkan 5 ton padi sekali panen. Di kampung kami tenaga kerja petani sebagai sangat kurang sekali, oleh sebab itu Mak Bal memerlukan peralatan modern untuk membantu pekerjaannya seperti hand tractor, mesin angin untuk memisahkan gabah antara yang berisi dengan hampanya, mesin untuk “mengirik”, untuk melepaskan padi dari batang yang telah disabit.
          Salah satu tantangan dalam menggarap sawah di kampung Padang Jopang adalah pengairan. Persawahan yang cukup luas itu adalah sawah tadah hujan, untuk itu Mak Bal mengoperasikan kincir air. Kalau Mak Bal ditanya tentang kincir air dia bisa menjelaskan dengan rinci. Mulai ketebalan besi yang digunakan jarak antar jari-jari, kemiringan tabung air supaya ketika kincir air berada di dalam air bisa maksimal masuk ke tabung dan ketika berada di atas dia bisa menumpahkan air dengan maksimal juga. Insyaa Allah akan dituliskan khusus tentang kincir air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar