Namanya M.Iqbal, dilahirkan 9 Oktober 1967 seperti yang
dituliskan atuk di dalam lemari yang lama. Tapi sepertinya di ijazah dituliskan
7 Maret deh seragam sama ibu sama tek Win juga. Anak laki-laki pertama dalam
keluarga ummi. Mempunyai karakter yang unik. Sedikit emosional dan maunya perfect. Sosok inilah yang kita sebut
Mak Bal.
Dari kecil ummi sering bertengkar sama Mak Bal karena
karakternya yang maunya perfect sementara
ummi juga keras dengan pendapat ummi sehingga keras lawan keras akhirnya
bertengkar deh, Sebenarnya Mak Bal ini baik orangnya tapi karena sama-sama
keras kepala ya sulit untuk bergabung dalam waktu yang agak lama.
Walaupun kuliah hanya setahun di Aqabah Bukit Tinggi tapi
buat ummi Mak Bal ini adalah sosok pekerja yang sangat professional. Dari
teman-temannya boleh dikatakan lebih rendah dari segi akademis tapi boleh diadu
soal keprofesionalannya. Sebagai seorang petani dia sangat menguasai hal-hal
yang berkaitan dengan bidangnya.
Petani, dengan sawah garapannya bisa menghasilkan 5 ton
padi sekali panen. Di kampung kami tenaga kerja petani sebagai sangat kurang
sekali, oleh sebab itu Mak Bal memerlukan peralatan modern untuk membantu
pekerjaannya seperti hand tractor, mesin
angin untuk memisahkan gabah antara yang berisi dengan hampanya, mesin untuk “mengirik”, untuk melepaskan padi dari
batang yang telah disabit.
Salah satu tantangan dalam menggarap sawah di kampung
Padang Jopang adalah pengairan. Persawahan yang cukup luas itu adalah sawah
tadah hujan, untuk itu Mak Bal mengoperasikan kincir air. Kalau Mak Bal ditanya
tentang kincir air dia bisa menjelaskan dengan rinci. Mulai ketebalan besi yang
digunakan jarak antar jari-jari, kemiringan tabung air supaya ketika kincir air
berada di dalam air bisa maksimal masuk ke tabung dan ketika berada di atas dia
bisa menumpahkan air dengan maksimal juga. Insyaa Allah akan dituliskan khusus
tentang kincir air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar