Idolaku
by : Ica
Tahun lalu tepatnya tanggal 10 november 2008 keluargaku pergi ke Surabaya untuk merayakan Hari Pahlawan Nasional. Kami diundang oleh wali kota Surabaya ke rumahnya. Di sana ada penggelaran bendera, dan ada juga paduan suara. o iyaa....Bapak Wali kota dan rekan-rekannya juga memberikan pidato. Setelah mendengarkannya, kami semua masuk ke dalam rumahnya untuk makan-makan.
Setelah acaranya selesai, kami diundang ke studio RRI, di sana aku melihat video masa lalu sa`at perang, juga mendengar suara kakekku, aku ketakutan sekali melihat videonya, karena aku tidak pernah mendengar suara kakekku sebelumnya, aku jadi nangis ....Rasanya malu! Mamaku aja nggak nangis, masa aku nangisss....
Setelah melihat videonya, omku bercerita tentang kakekku, katanya kehidupannya sangat miskin sampai membuat seragam sendiri . Dan disaat-saat mendekat dengan ajalnya kakaekku berkata, "Nak, dimakamkan di pemakaman rakyat saja ya". Karena kakaekku tidak mau membanggakan diri sendiri dan tidak mau dibeda-bedakan.
Setelah itu kami ziarah ke pemakamannya, ternyata benar, bukannya kami menyeberang ke tempat perkumpulan pemakaman pahlawan, tapi kami malah membelokkiri ke tempat pemakaman rakyat. maka dari itu aku tidak menyebut kakekku sebagai pahlawan saja tapi juga idolaku!. O ya satu lagi .....Jadilah pahlawan, setidak-tidaknya bagi dirimu sendiri!.
wassalam.
Tahun lalu tepatnya tanggal 10 november 2008 keluargaku pergi ke Surabaya untuk merayakan Hari Pahlawan Nasional. Kami diundang oleh wali kota Surabaya ke rumahnya. Di sana ada penggelaran bendera, dan ada juga paduan suara. o iyaa....Bapak Wali kota dan rekan-rekannya juga memberikan pidato. Setelah mendengarkannya, kami semua masuk ke dalam rumahnya untuk makan-makan.
Setelah acaranya selesai, kami diundang ke studio RRI, di sana aku melihat video masa lalu sa`at perang, juga mendengar suara kakekku, aku ketakutan sekali melihat videonya, karena aku tidak pernah mendengar suara kakekku sebelumnya, aku jadi nangis ....Rasanya malu! Mamaku aja nggak nangis, masa aku nangisss....
Setelah melihat videonya, omku bercerita tentang kakekku, katanya kehidupannya sangat miskin sampai membuat seragam sendiri . Dan disaat-saat mendekat dengan ajalnya kakaekku berkata, "Nak, dimakamkan di pemakaman rakyat saja ya". Karena kakaekku tidak mau membanggakan diri sendiri dan tidak mau dibeda-bedakan.
Setelah itu kami ziarah ke pemakamannya, ternyata benar, bukannya kami menyeberang ke tempat perkumpulan pemakaman pahlawan, tapi kami malah membelokkiri ke tempat pemakaman rakyat. maka dari itu aku tidak menyebut kakekku sebagai pahlawan saja tapi juga idolaku!. O ya satu lagi .....Jadilah pahlawan, setidak-tidaknya bagi dirimu sendiri!.
wassalam.
like this...
BalasHapusjempol deh...
BalasHapus