Jumat, 04 September 2009

Sepuluh Hari Pertama

Rahayu Purwanti. Sp:

Sepuluh Hari Pertama

Mesjid -
klik untuk melihat foto
Rahayu Purwanti. Sp
Memasuki hari ke -10 bulan Ramadhan ini saya masih mendapati diri saya tidak maksimal menjalankan ibadah puasa ini. Saya sengajat idak membicarakan orang lain. Pertama, karena itu tidak baik. Kedua, karena saya sedang mencobauntuk tidak terfokus pada masalah orang lain sehingga melupakan masalah saya sendiri. Ketiga, karena memang saya tidak memilikidata-datanya.
Apa yang saya rencanakan sejak bulan Rajab yang lalu, baik untuk diri saya sendiri maupun keluarga, dan lingkungan saya banyak yang belum terlaksana. Bacaan Al-Quran saya misalnya baru separuh dari target 1,5 juz per hari, shalat Dhuha saya tidak bisa setiap hari, dan seterusnya.

Kalau ditanya kenapa, saya bisa saja mengemukakan tidak hanya satu jawaban -atau lebih tepatnya alasan. Namun saya mencoba untuk jujur bahwa jawabannya hanya satu: malas! kalau menyalahkan syaithan mungkin kurang tepat. Bukankah pada bulan Ramadhan ini para syaithan telah di belenggu oleh Allah SWT.

Malas, itulah penyakit yang menyerang saya kali ini. Bicara mengenai penyakit tentulah ada obatnya untuk menyembuhkannya dan sebelum penyakit ini menyerang saya lebih kuat lagi saya harus segera menelan obat itu. Seperti jamaknya mengobati penyakit haruslah bedasarkan diagnosa yang tepat agar pengobatan yang akan dilakukan menjadi efektif. Tidak hanya menghilangkan gejalanya, tapi menghilangkan sumber penyakitnya.
Untuk kasus saya - setelah saya renungkan dalam-dalam ( saya sedang mencoba self healing nih ) kemalasan ini muncul karena beberapa sebab : ( 1 ) saya menganggap waktu saya masih sangat luang, nanti juga masih sempat membaca Al-Quran,(2) itulah saya jadi suka menunda pekerjaan,(3) mengangap diri saya orang yang paling sibuk sehingga tidak ada salahnya dong kalau saya membutuhkan santai sejenak,atau (4) jangan jangan saya menganggap membaca Al Quran itu tidak begitu penting. Astaghfirullahalazhim 3X.

Herannya saya tidak malas untuk jalan jalan sore( dengan alasan mencari pabukoan ) belanja belanja di supermarket...Astaghfirullahalazhim.....sedemikian
parahnya penyakit malas ini menyerang saya.walaupun masih untung pada hari ini saya menyadari ( tetap rugi sebenarnya ). Yaa Allah, dengan segenap asma mu hamba memohon perlindungan dari penyakit ini.

Segera saya membuka kembali buku kecil,tipis,yang selalu terselip didopet saya. Ada doa di dalamnya yang beberapa hari ini memang tidak saya lafazkan. Doa yang akan memotivasi diri saya untuk sembuh dari penyakit malas ini. Bahkan Al Ustadz Abu Ridho menjelaskan bahwa doa ini adalah obat untuk krisis yang tengah melanda bangsa kita. saya membaca dan merenungkannya.

Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazn, wa audzubika minal ajri wal kasl, wa audzubika minal jubni wal bukhl, wa audzubika min gholabatid-daini wa qohrir-rijal.

Ya Allah, aku berlindung pada-mu dari rasa sesak dan dada gelisah, dan aku berlindung pada-mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung pada-mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung pada-mu dari dilingkupi hutang dan dominasi manusia. (*)
sumber : http://www.padang-today.com/?today=tausiah&id=37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar