Minggu, 15 November 2009

Guru, lagi-lagi guru

Ketika terjadi sesuatu dg murid, guru serba salah atau serba (disalahkan)??? Murid melakukan "bulying",guru juga salah, sebab guru digugu dan ditiru, oke itu benar, tapi tidak sepenuhnya benar, tanggung jawab pendidikan moral anak terletak di tangan orang tua, jadi kalau bermasalah dg anak, apa hrs minta pertanggungjawaban pada guru lebih dari tanggung jawab akademis? Tidak adil sekali. Tapi ada kejadian ketika murid bermasalah guru sdh menyelesaikan sesuai dg kapasitasnya. Di luar itu sprt mrd melakukan"bulying" d situs sosial apakah hrs dibebankan ke guru juga???tidak adil dong, terus siapa yang bisa berbaik sangka kepada guru?. Guru yg msh punya hati nurani tidak akan membiarkan muridnya melakukan sesuatu yg diluar kewajaran. Namun guru juga manusia semestinya kalau disalahkan melulu juga menyedihkan, kasihan mentang-mentang guru. Allahu rabbi, hambaMu memang tidak sempurna wallahu'alam bissawab wassalam

2 komentar:

  1. Setuju. Kalo kenakalan anak bukan hanya tanggung jawab guru. Malah orang tua yang harus memikul tanggung jawab lebih besar.

    BalasHapus
  2. Sgt benar, tdk adil rasanya kalo mrd jadi tanggung jawab guru doang tapi tetap terjadi ada sebagian org tua menuntut lebih pada guru, seakan-akan "tanggung jawab" bisa lunas dg "bayaran" org tua kpd sekolah, pdhal bisakah ilmu dari guru dibayar? Ada jg org tua yg mencaci maki pihak sklh padahal anaknya guru di sekolah bukan 1 atau 2 orang dan wkt brsama murid jg pndek, bandingkan dg org tua yg anak maksimal cuma bbrp orang saja dg wkt yg mestinya lbh lama, tapi ya guru sabar2 aja kalau ada org tua yg menuntut lebih dari kewajiban guru, toh pahala yg diterima juga banyak ws

    BalasHapus